Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORONTALO, NULONDALO.COM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perkoperasian di Kota Gorontalo Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Diklat diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan pengurus koperasi di Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, S.STP., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi, terutama dalam menjalankan organisasi dan memperbaiki tata kelola koperasi.
Menurutnya, peserta berasal dari sejumlah koperasi, termasuk koperasi yang baru didirikan, koperasi yang baru diaktifkan kembali, serta koperasi yang masih membutuhkan penguatan dalam pengelolaan organisasi.
“Peserta terdiri dari sekitar 60 orang pengurus koperasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 sampai 3 Oktober 2026,” ujar Muttakin.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan mencakup berbagai aspek perkoperasian, mulai dari pengelolaan koperasi, laporan keuangan, kesehatan keuangan, hingga penilaian koperasi.
Selain materi teknis, peserta juga akan mendapatkan materi motivasi untuk membangun mental dan semangat pengurus dalam mengembangkan koperasi.
“Kami berharap seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan sumber daya manusia, khususnya para pengurus dan anggota koperasi di Kota Gorontalo,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mendorong koperasi agar mampu berkembang dan memiliki tata kelola yang sehat.
Menurut Nuryanto, koperasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh keberadaan organisasi, tetapi juga oleh sejumlah aspek seperti tata kelola, profil risiko, kinerja keuangan dan kualitas pengelolaan organisasi.
Ia berharap kegiatan diklat dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada pengurus koperasi, baik koperasi yang baru dibentuk maupun koperasi yang telah lama berjalan.
“Kita berharap dengan pelaksanaan diklat ini dapat mendorong pengurus koperasi mendapatkan pendidikan dan pengetahuan perkoperasian yang lebih baik,” kata Nuryanto.
Ia juga menyoroti masih adanya koperasi yang belum aktif dan koperasi yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Karena itu, Pemerintah Kota Gorontalo mendorong koperasi yang tidak aktif untuk diaktifkan kembali serta koperasi yang belum melaksanakan RAT agar segera memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan.
Nuryanto mengatakan, salah satu persoalan yang kerap dihadapi organisasi, termasuk koperasi, adalah lemahnya manajemen. Karena itu, penguatan SDM dan manajemen koperasi dinilai menjadi kebutuhan penting.
“Permasalahan utama koperasi saat ini antara lain sistem manajemen sumber daya manusia, permodalan dan pemasaran,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi yang memiliki tata kelola dan laporan keuangan yang baik akan lebih mudah mempertanggungjawabkan pengelolaannya kepada anggota. Kondisi tersebut juga dapat membuka peluang kerja sama dengan lembaga keuangan dalam memperoleh akses permodalan.
Ia juga mendorong adanya penguatan jasa audit dan akuntansi bagi koperasi. Menurutnya, keberadaan kantor jasa akuntansi dapat membantu koperasi dalam menyusun laporan keuangan serta memperbaiki tata kelola keuangan.
Lebih jauh, Nuryanto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan dengan memperkuat koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kita ingin bagaimana pertumbuhan ekonomi kota dapat digerakkan dari bawah, melalui UMKM dan koperasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong koperasi untuk memanfaatkan peluang ekonomi baru, termasuk pengelolaan sampah.
Ia menyebut salah satu koperasi yang berada di bawah pembinaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo akan diarahkan menjadi pilot project untuk bekerja sama dengan bank sampah yang ada di Kota Gorontalo.
Menurutnya, potensi sampah di Kota Gorontalo cukup besar dan dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi apabila dikelola secara tepat.
“Koperasi perlu melihat peluang ini. Potensi sampah di Kota Gorontalo yang begitu besar bisa menjadi nilai ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, Nuryanto meminta pengurus koperasi mengikuti perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pengembangan pemasaran.
Menurutnya, koperasi produksi maupun koperasi konsumen dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperluas pemasaran produk.
“Di era saat ini kita tidak bisa mengabaikan kompetisi dengan memanfaatkan informasi dan teknologi. Siapa yang mampu bersaing dan beradaptasi, tentu akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” katanya.
Ia berharap koperasi di Kota Gorontalo tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi organisasi ekonomi yang kuat dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Gorontalo berharap koperasi dapat berkembang lebih besar dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tandasnya.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar