Menag Ingatkan Pentingnya Iman di Dunia Industri
- account_circle Mawardi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak

Sumber: sulsel.kemenag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Pangkep – Di tengah gemuruh mesin industri dan laju transformasi perusahaan yang terus bergerak maju, ada satu hal yang diingatkan agar tidak pernah ditinggalkan: iman.
Pesan itu mengemuka dalam Tabligh Akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Semen Tonasa yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin (5/10/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Transformasi dengan Iman, Memperkuat Harmoni dalam Kebersamaan”, kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-58 PT Semen Tonasa yang puncaknya akan berlangsung pada 2 November mendatang.
Kehadiran Menteri Agama disambut oleh jajaran manajemen perusahaan, pemerintah daerah, serta keluarga besar Semen Tonasa. Turut mendampingi Menteri Agama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid.
Hadir pula Wakil Bupati Pangkep, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dan seluruh tamu undangan dalam momentum ulang tahun perusahaan.
Menurutnya, perjalanan Semen Tonasa selama hampir enam dekade bukan hanya tentang memproduksi semen dan memenuhi kebutuhan pembangunan, tetapi juga tentang upaya terus-menerus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan bangsa.
Sebagai produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia, PT Semen Tonasa telah menjadi bagian penting dari pembangunan nasional sejak mulai beroperasi pada 1968. Dengan kapasitas produksi mencapai 5,98 juta ton per tahun dan empat unit pabrik yang dimiliki, perusahaan terus berupaya meneguhkan diri sebagai industri yang efisien, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
Namun, di tengah berbagai capaian dan agenda transformasi tersebut, Menteri Agama mengingatkan bahwa kemajuan tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi, strategi bisnis, dan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, ada dimensi lain yang tidak kalah penting, yakni hubungan manusia dengan Tuhannya.
“Manusia tanpa kehendak Tuhan tidak ada artinya. Mintalah kepada Allah, insyaallah Allah akan mengabulkan,” pesan Nasaruddin Umar di hadapan peserta tabligh akbar.
Kalimat sederhana itu seolah menjadi inti dari seluruh pesan yang disampaikan. Bahwa di balik segala bentuk ikhtiar, perencanaan, dan kerja keras, terdapat ruang spiritual yang tidak boleh diabaikan.
Bagi Menteri Agama, doa bukan sekadar ritual yang mengiringi sebuah kegiatan. Doa merupakan energi yang menumbuhkan optimisme, menguatkan kebersamaan, sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya lahir dari usaha manusia, tetapi juga dari keberkahan Tuhan.
Karena itulah ia menegaskan sebuah pesan yang mengundang perenungan, “Berkah sinergi menghasilkan energi.”
Pesan tersebut terasa relevan dengan semangat kolaborasi yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan PT Semen Tonasa. Namun, sinergi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada hubungan antarmanusia.
Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya membangun persahabatan dengan lingkungan. “Persahabatan dengan perusahaan tidak cukup dengan kekompakan. Selain dengan sesama, kita juga harus bersahabat dengan lingkungan,” ujarnya.
Pesan itu sejalan dengan komitmen PT Semen Tonasa yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu pilar penting dalam arah pengembangan perusahaan.
Di hadapan keluarga besar Tonasa, Nasaruddin Umar juga menitipkan nilai-nilai yang menurutnya menjadi fondasi utama keberhasilan. Bukan semata keberhasilan dalam dunia kerja, tetapi keberhasilan dalam menjalani kehidupan.
“Kalau mau sukses, istiqamah,” ujarnya.
Dari pesan singkat itu kemudian mengalir sederet nilai yang sarat makna: ikhlas, sabar, tawadhu, ihsan, qanaah, amanah, muruah, akhlak, dan hayat.
Sembilan nilai tersebut ibarat kompas moral yang mengarahkan seseorang agar tidak kehilangan arah di tengah berbagai pencapaian. Sebab ukuran keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang diraih atau seberapa besar keuntungan yang diperoleh, melainkan juga tentang bagaimana keberhasilan itu dicapai dan sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh orang lain.
Kehadiran Nasaruddin Umar di lingkungan Semen Tonasa juga memiliki nilai historis tersendiri. Sebelum menjabat Menteri Agama, ia pernah menjadi Komisaris Independen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Karena itu, kunjungannya ke Tonasa tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan kembali dunia industri dan nilai-nilai keagamaan.
Bagi Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, momentum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebab pembangunan yang kokoh tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kuat, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlak yang baik.
Pada akhirnya, Tabligh Akbar HUT ke-58 PT Semen Tonasa bukan sekadar bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun perusahaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap transformasi memerlukan arah, setiap kemajuan membutuhkan nilai, dan setiap kesuksesan membutuhkan keberkahan.
Dari Tonasa, pesan itu kembali ditegaskan: kemajuan industri dan kekuatan iman bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru harus berjalan beriringan, menguatkan transformasi dan memperkokoh harmoni dalam kebersamaan.
- Penulis: Mawardi
- Editor: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar