Breaking News
dark_mode
Trending Tags

GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik.

Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, hak perempuan belum sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu, IWD tahun ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersatu dalam perspektif dan gerakan guna memastikan perempuan mendapatkan hak yang sama, terutama dalam bidang politik dan sosial.

“Perempuan tidak boleh lagi dianggap hanya sebatas dapur, kasur, dan sumur. Mereka bukan makhluk lemah, tetapi memiliki hak yang sama dalam politik dan kehidupan sosial,” ujar Koordinator Gusdurian Ternate saat diwawancara bakukabar.id

Dalam wawancara tersebut, ia juga menyoroti persoalan serius yang masih dihadapi perempuan di Maluku Utara, yaitu kekerasan dalam berbagai bentuk. Kasus kekerasan terhadap perempuan, baik secara verbal maupun fisik, masih sering terjadi, baik dalam rumah tangga maupun dalam hubungan pacaran.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kekerasan ini adalah minimnya literasi gender di kalangan masyarakat. Ketidaktahuan tentang hak-hak perempuan membuat banyak pihak masih memandang perempuan sebagai sosok yang lemah dan terbatas pada peran domestik.

“Ada juga kasus di mana seseorang sudah memiliki pemahaman yang baik tentang kesetaraan, tetapi tidak mampu mengendalikan nafsunya. Akibatnya, perempuan tetap menjadi korban pelampiasan,” Ungkap Ano, sapaan akrabnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Koordinator Gusdurian Ternate menekankan pentingnya peningkatan literasi gender di kalangan masyarakat. Tidak hanya perempuan yang perlu memahami hak-haknya, tetapi juga laki-laki agar tercipta kesadaran kolektif dalam memperjuangkan kesetaraan.

“Kita harus memperkuat literasi, mengendalikan nafsu, dan terus bersosialisasi bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam politik, sosial, dan kemanusiaan. Dengan begitu, kita bisa mempercepat terwujudnya kesetaraan yang lebih adil bagi perempuan,” tegasnya.

Dengan tema “Aksi Akselerasi”, IWD 2025 bukan hanya perayaan, tetapi juga seruan untuk mengambil langkah nyata dalam memperjuangkan hak perempuan. Tidak hanya dalam skala global, tetapi juga di lingkungan terdekat, termasuk di Maluku Utara.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle  Fadli Bina
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Mengonsumsi bukan lagi soal pemenuhan kebutuhan melainkan hanya soal hasrat agar tetap eksis. Dewasa ini mengonsumsi sepertinya merupakan hal yang mesti dilakukan agar kita dianggap tetap ada. Karena dalam budaya konsumtif nilai seseorang tidak diukur lagi dari kualitas pengetahuannya melainkan dari apa yang ia konsumsi. Hal ini juga terjadi dalam mengkonsumsi makananan. Meski kita tidak […]

  • Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Amrullah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Anggaran publik seharusnya tidak hanya dipahami sebagai deretan angka yang tersusun rapi dalam dokumen resmi negara. Lebih dari itu, anggaran merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah kepada masyarakat, sekaligus ukuran sejauh mana negara mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Oleh karena itu, ketika anggaran dialokasikan untuk program makan bergizi, persoalannya tidak berhenti pada aspek teknis […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

  • SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAROS, nulondalo.com – Wakil Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Maros, Haikal Rizan Anwar, mengkritik kebijakan mutasi dan penempatan guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Menurutnya, kebijakan tersebut diduga belum didasarkan pada kajian yang komprehensif terhadap kebutuhan riil di setiap sekolah. Haikal mencontohkan adanya guru mata pelajaran yang dipindahkan ke sekolah […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

expand_less