Intangible Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 87
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam bahasa akuntansi: niat adalah faktor yang menentukan fair value amal. Makanya para ulama sering bercanda begini: “Kalau amal itu saham, niat adalah dividen yang menentukan nilainya.”
Ramadhan sebenarnya mengajak kita menyusun ulang neraca kehidupan. Di sisi aset: Kesabaran; Empati; Kejujuran; Sedekah; Silaturahmi. Di sisi liabilitas: Kesombongan; Kemarahan;
Kebencian; Keserakahan; Kemunafikan.
Kalau dihitung jujur, banyak manusia yang ternyata liabilitas moralnya lebih besar dari aset spiritualnya. Untungnya, Ramadhan memberikan kesempatan untuk restrukturisasi spiritual.
Bahasanya seperti perusahaan yang hampir bangkrut tapi masih bisa melakukan recovery plan. Di pesantren sering ada nasihat jenaka: “Kalau cari investasi, jangan cuma lihat return dunia. Coba cek juga return akhirat.”
Logikanya sederhana. Saham bisa turun. Properti bisa anjlok. Kripto bisa hilang password-nya. Tapi sedekah tidak pernah rugi. Puasa tidak pernah bangkrut. Doa tidak pernah terkena inflasi.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar