Intangible Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 88
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam istilah akuntansi akhirat: nilai buku pahala tidak pernah mengalami impairment. Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan satu pelajaran penting yang sering luput dalam logika ekonomi modern.
Tidak semua yang bernilai itu terlihat. Dan tidak semua yang terlihat itu benar-benar bernilai.
Manusia boleh saja sibuk mengumpulkan aset dunia. Itu tidak salah. Islam juga tidak anti kekayaan. Tapi Ramadhan mengingatkan bahwa ada jenis kekayaan lain yang jauh lebih penting: intangible langit. Yaitu pahala, niat baik, kasih sayang, dan amal kebajikan.
Dalam humor sederhana ala pesantren, kesimpulannya mungkin begini: “Kalau dunia ini perusahaan, kita semua sebenarnya sedang magang di sini. Laporan keuangan yang asli baru keluar di akhirat.”
Karena itu, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah periode peningkatan aset spiritual. Dan kabar baiknya: investasi langit tidak butuh modal besar. Cukup hati yang tulus. Dan sedikit humor supaya hidup tidak terlalu serius.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar