Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aktivis Gorontalo, Ikbal Kau, menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo (Disparprov) karena dinilai tidak profesional dan minim kreativitas dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa serta duta daerah yang berkompetisi di tingkat nasional, Jumat (14/11/2025).

Dalam pernyataannya, Ikbal menjelaskan bahwa selama empat bulan terakhir dirinya membangun komunikasi intens dengan pihak Disparprov. Ia mengajukan proposal, melengkapi data, dan menyiapkan berbagai dokumen untuk memastikan dukungan pemerintah terhadap putri-putri daerah yang membawa nama Gorontalo di ajang nasional. Namun, respons yang ia terima justru menunjukkan minimnya solusi dan ketidakhadiran inovasi dari pihak dinas.

“Yang datang bukan dukungan, bukan penyelesaian, bukan inovasi. Yang datang hanya alasan-alasan klise dan jawaban yang tidak masuk akal,” ujar Ikbal.

Ikbal mengungkapkan bahwa Gorontalo baru saja menorehkan prestasi melalui capaian sebagai Finalis Duta Miss Hijab Indonesia. Dalam waktu dekat, perwakilan Gorontalo juga akan mengikuti ajang Putri Muslimah Nusantara di Samarinda, Kalimantan Timur. Menurutnya, dua momentum ini seharusnya menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk memperkuat citra Gorontalo sebagai daerah religius, berbudaya, dan kaya talenta.

Namun, Ikbal menilai Disparprov justru menghambat proses tersebut. Ia membandingkan kondisi di Gorontalo dengan daerah lain yang berlomba-lomba memberikan fasilitas, pendampingan, dan dukungan dana kepada generasi muda berprestasi.

“Di tempat lain, Disparprov berlomba-lomba mendukung anak muda. Di Gorontalo? Justru masyarakat dan mahasiswa yang harus mendesak dan memohon demi mendapatkan kepastian,” ucapnya.

Ketidakresponsifan Disparprov, menurut Ikbal, telah memicu kekecewaan publik. Ia bahkan menyebutkan bahwa dalam waktu dekat masyarakat akan menggelar aksi terbuka sebagai bentuk protes terhadap pola kerja birokrasi yang dianggap tidak melayani kebutuhan masyarakat.

“Gorontalo dikenal sebagai Serambi Madinah. Tapi pelayanan publiknya jauh dari nilai kepedulian dan amanah. Ini bukan soal bantuan dana—ini soal komitmen moral dan kehadiran negara,” tegasnya.

Ikbal menambahkan bahwa ketika OPD tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat, hal itu bukan sekadar menunjukkan ketidakprofesionalan, tetapi juga menandakan bahwa rakyat telah ditinggalkan.

“Jika kondisi seperti ini terus berulang, kritik harus berlanjut dengan tindakan. Karena diam bukan pilihan, dan tunduk bukan budaya Gorontalo,” pungkasnya.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    GORONTALO – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UNG berhasil mencatatkan pencapaian gemilang, dengan memperoleh status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kesehatan (LAM-PTKes). Pencapaian ini diperoleh setelah melalui serangkaian proses penilaian yang ketat dan komprehensif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Berdasarkan penilaian LAM-PTKes, prodi magister kesehatan masyarakat layak menyandang status akreditasi prodi unggul dengan nilai […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Momen ini memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa sekaligus awal perayaan hari kemenangan yang penuh makna spiritual dan sosial. Antusiasme masyarakat biasanya meningkat seiring mendekatnya akhir […]

  • Merayakan Kemerdekaan dalam Bayang Disparitas

    Merayakan Kemerdekaan dalam Bayang Disparitas

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Setiap Agustus, kita seperti punya kebiasaan yang sama: mengecat ulang kampung, memasang bendera, menyalakan lagu-lagu perjuangan, lalu sibuk mengingatkan satu sama lain bahwa kita pernah merdeka. Anak-anak berlarian mengejar hadiah lomba, ibu-ibu menyiapkan acara kampung, pemuda sibuk memasang umbul-umbul, dan para pejabat bergantian bicara tentang persatuan. Semuanya terasa akrab karena memang sudah kita lakukan bertahun-tahun. […]

  • OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui narasumbernya, Abdul Rahmat, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo agar mulai memanfaatkan skema crowdfunding sebagai alternatif pendanaan di luar sektor perbankan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan crowdfunding yang menjadi salah satu rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

expand_less