Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 378
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP.

Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial.

Kebijakan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur perlindungan anak di ruang digital. Implementasi awal direncanakan mulai 28 Maret 2026 dan mencakup sejumlah platform populer seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, serta Roblox.

Menurut Fahmi, banyak warganet mempertanyakan bagaimana pemerintah dan platform digital dapat mendeteksi usia pengguna jika anak-anak belum memiliki KTP dan tanggal lahir di profil mudah dimanipulasi.

Namun, kata dia, teknologi yang digunakan platform sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar data tanggal lahir.

“Saya pernah bertanya langsung kepada perwakilan TikTok Indonesia. Mereka menjelaskan bahwa sistem mereka bisa memperkirakan usia pengguna dari berbagai parameter perilaku,” ujar Fahmi.

Ia menjelaskan bahwa platform seperti TikTok menggunakan kecerdasan buatan untuk memindai berbagai sinyal digital, mulai dari jenis video yang diunggah, pola interaksi, hingga komentar yang muncul pada konten pengguna.

Salah satu metode yang digunakan TikTok adalah menganalisis komentar publik yang menyebutkan usia pengguna, misalnya ucapan ulang tahun dari teman seperti “Happy 15th Birthday”. Sistem kemudian mengaitkan informasi tersebut dengan aktivitas akun untuk memperkirakan usia sebenarnya.

Selain itu, AI juga membaca gaya bahasa, nada konten, hingga pola keterlibatan pengguna untuk menentukan apakah akun tersebut kemungkinan dimiliki oleh anak di bawah umur.

Jika sistem menandai akun mencurigakan, proses selanjutnya tidak langsung pemblokiran otomatis. TikTok akan melakukan peninjauan ulang oleh moderator manusia sebelum mengambil keputusan.

Untuk kasus tertentu, platform bahkan dapat menggunakan teknologi estimasi usia berbasis biometrik wajah melalui mitra teknologi seperti Yoti. Sistem ini menganalisis karakteristik wajah untuk memperkirakan usia pengguna tanpa menyimpan foto secara permanen.

Pendekatan serupa juga digunakan oleh perusahaan teknologi besar lainnya.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms, memiliki sistem AI bernama “Adult Classifier” yang menganalisis profil pengguna, daftar pengikut, jenis konten yang diikuti, hingga interaksi dengan postingan tertentu untuk mengkategorikan pengguna sebagai remaja atau dewasa.

Sementara itu, sistem milik Google yang digunakan pada YouTube lebih banyak memanfaatkan riwayat tontonan, jenis video yang dicari, serta pola penggunaan akun untuk mengidentifikasi kemungkinan usia pengguna.

Jika sistem masih ragu, pengguna baru akan diminta melakukan verifikasi tambahan seperti unggah identitas atau kartu kredit.

Fahmi menilai pendekatan berbasis kecerdasan buatan ini menunjukkan bahwa platform digital sebenarnya telah melampaui metode verifikasi sederhana yang hanya bergantung pada input data manual dari pengguna.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sistem tersebut tidak sepenuhnya sempurna. Kesalahan identifikasi masih sering terjadi, baik dalam bentuk false positive ketika orang dewasa dianggap remaja, maupun false negative ketika anak berhasil lolos dari sistem.

Menurut Fahmi, tantangan terbesar bagi Indonesia adalah memastikan sistem deteksi berbasis AI tersebut mampu memahami konteks lokal, khususnya bahasa Indonesia dan berbagai dialek yang digunakan pengguna.

“Model bahasa dan analisis konten perlu dilatih ulang agar akurasinya setara dengan yang digunakan di pasar Barat,” ujarnya.

Ia juga menilai Indonesia dapat belajar dari model pengelolaan ruang digital anak yang diterapkan di China. Negara tersebut tidak hanya membatasi akses anak ke media sosial, tetapi juga menyediakan ekosistem digital alternatif yang lebih aman dan edukatif.

Salah satu contohnya adalah “Youth Mode” pada aplikasi video pendek Douyin yang membatasi waktu penggunaan maksimal 40 menit per hari serta menyaring konten menjadi lebih edukatif.

Selain itu, perusahaan induk Douyin, ByteDance, juga meluncurkan aplikasi khusus anak bernama Xiao Qu Xing yang hanya menampilkan konten edukasi dan memiliki pengaturan waktu penggunaan yang ketat.

Fahmi menilai kebijakan pembatasan akses anak terhadap media sosial perlu diimbangi dengan penyediaan alternatif platform yang lebih aman dan mendidik.

“Bukan hanya pembatasan, tetapi juga perlu ada substitusi. Anak-anak tetap membutuhkan ruang digital yang sehat, aman, dan bermanfaat,” katanya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

  • Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil. Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat […]

  • Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) kembali melaporkan dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai dan seorang oknum anggota polisi dalam aktivitas judi online ke kejaksaan tinggi (Kejati) Morotai. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, mengatakan kedatangan pihaknya ke Kejari Morotai merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam mengawal dugaan kasus tersebut. “Jadi kedatangan […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 318
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Kita semua pasti sangat mengenal Ali bin Abi Thalib—sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad. Namanya besar, riwayatnya panjang, dan perannya monumental dalam sejarah Islam. Tapi tahukah Anda? Ada seorang sepupu lainnya yang disebut mirip dengan Nabi, baik dari rupa maupun akhlak, dan sangat dicintai beliau. Ia bukan hanya seorang pejuang, tapi juga diplomat ulung. Namanya Ja’far […]

  • Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kementerian Agama menegaskan tunjangan profesi bagi 120.067 guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah akan dicairkan sebelum Idulfitri 1446 H. Pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp828,1 miliar untuk mendukung pencairan tunjangan selama dua bulan ini, Januari dan Februari 2025. Dirjen Pendidikan Islam Suyitno mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu Asta Cita […]

expand_less