Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui
- account_circle Muhammad Kamal
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 73
- print Cetak

Ilustrasi suasana mudik Lebaran: perjalanan padat di jalan tol menuju desa kontras dengan hangatnya momen silaturahmi keluarga di kampung halaman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia ditentukan oleh sesuatu yang jauh lebih sederhana: apakah manusia yang merayakannya benar-benar kembali menjadi lebih manusiawi.
Jika tidak, kita mungkin hanya sedang mengulang tradisi yang sama setiap tahun—bergerak dari satu lebaran ke lebaran berikutnya, tanpa benar-benar memahami apa yang sebenarnya sedang kita rayakan.
makna lebaran tidak pernah ditentukan oleh panjangnya jalan yang kita bangun, Ia ditentukan oleh kedalaman hati manusia yang berjalan di atasnya.
Terus mengevalusi dengan bertanya jangan-jangan yang setiap tahun pulang ke kampung halaman bukan hati kita, melainkan hanya tubuh kita saja.
Dan jika itu yang terjadi, maka mungkin yang perlu kita perbaiki bukan sekadar jalan menuju desa—tetapi jalan pulang menuju diri kita sendiri.
Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Penulis: Muhammad Kamal

Saat ini belum ada komentar