Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejumlah intelektual muda di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengembalikan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada organisasi. Mereka menilai bahwa kepemilikan dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan seperti NU berisiko merusak marwah NU sebagai jam’iyah, dan dapat membawa mudharat yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, Minggu(7/12/2025).

Salah satu suara paling tegas datang dari kader muda, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. Menurut Dr. Aras Prabowo, “akan lebih bijak jika PBNU mengembalikan izin konsesi tambang ke pemerintah. Potensi sumber daya NU sudah cukup untuk kemajuan jam’iyah NU.”

Ia menegaskan bahwa NU harus tetap berperan sebagai “Guru Bangsa Indonesia” — organisasi moral dan sosial yang senantiasa mengingatkan kebijakan yang merugikan masyarakat. Dalam pandangannya, soal tambang sebaiknya dilepas agar NU bisa kembali fokus pada fungsi utamanya: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.

“NU harus tetap menjadi Guru Bangsa Indonesia, yang senantiasa mengingatkan jika ada kebijakan yang merugikan masyarakat,” kata Dr. Aras Prabowo. “Soal tambang, sebaiknya PBNU menggelar Bahtsul Masail soal hukum dan tatakelola tambang berdasarkan ajaran Aswaja. Hasil Bahtsul Masail itu dijadikan policy brief dan pedoman pemerintah untuk kebijakan pertambangan.”

Menurutnya, pendekatan demikian akan jauh lebih memberi manfaat bagi orang banyak daripada PBNU sebagai pengelola tambang. Dr. Aras juga menyoroti bencana lingkungan dan kerusakan sosial yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah wilayah — termasuk di Aceh dan Pulau Sumatera — sebagai alasan kuat bagi PBNU untuk mempertimbangkan pengembalian izin konsesi. Ia menilai krisis tersebut bisa menjadi pijakan moral bagi PBNU untuk mengambil keputusan yang benar, sekaligus menjadi jalan islah dalam polemik internal organisasi.

Seruan ini mendapat dukungan dari tokoh senior NU sekaligus mantan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj. Dalam sebuah silaturahim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (6/12/2025), beliau menyatakan bahwa konsesi tambang yang diberikan kepada PBNU sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah.

Said Aqil menjelaskan bahwa pada awalnya, kebijakan konsesi tambang untuk ormas seperti NU dianggap sebagai bentuk apresiasi negara serta peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi jam’iyah. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, dinamika internal dan perdebatan publik terkait tata kelola konsesi tersebut justru memunculkan kegaduhan. Di hadapan para kiai dan santri, ia menegaskan:

“Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Itu bentuk penghargaan yang baik. Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah.”

Said Aqil menekankan pentingnya menjaga marwah jam’iyah. Sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, menurutnya NU memiliki mandat spiritual dan sosial yang sangat besar. Konsesi tambang, bila terus dipertahankan, berpotensi menimbulkan konflik internal, polarisasi kader, citra negatif publik, serta mengaburkan prioritas NU dalam pendidikan, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan umat.

Ia bahkan menyebut bahwa keberkahan dan kemajuan NU tidak bergantung pada tambang, melainkan pada ketulusan, amanah, dan pelayanan ke umat:

“Keberkahan NU itu dari ketulusan, dari amanah, dari keilmuan. Bukan dari proyek tambang. Kita bisa maju tanpa itu semua, asal tata kelola dan pelayanan ke umat diperkuat.”

Seruan pengembalian konsesi tambang oleh intelektual muda NU seperti Dr. Aras Prabowo menunjukkan adanya kesadaran kritis terhadap resiko pengelolaan SDA oleh ormas keagamaan — terutama resiko bagi marwah, independensi, dan misi sosial NU.

Dukungan dari tokoh senior seperti Said Aqil memperkuat legitimasi moral dan historis untuk langkah pengembalian — membuka peluang NU kembali fokus pada khittah: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Bila PBNU menindaklanjuti dengan mengembalikan izin konsesi, hal ini bisa menjadi preseden penting: bahwa kekayaan alam — terutama yang sensitif — lebih cocok berada di tangan negara atau mekanisme pengelolaan publik, bukan entitas ormas, untuk menjaga keadilan sosial dan keutuhan organisasi.

Lebih jauh, usulan Dr. Aras untuk menggelar Bahtsul Masail soal hukum dan tata kelola tambang berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bisa menjadi kontribusi konstruktif NU terhadap kebijakan pertambangan nasional — sebagai panduan etis dan moral bagi negara.

Dengan demikian, intelektual muda NU mengharapkan agar PBNU mengambil langkah cepat dan arif: kembalikan konsesi tambang ke pemerintah — demi menjaga marwah, kredibilitas, dan khittah NU. Semoga NU tetap menjadi rumah besar umat, yang mengutamakan amanah, keilmuan, dan kemaslahatan bersama.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini, telah terjadi sebuah pertarungan sengit antara kubu idealis versus kubu realis mengenai fungsi aktual agama di dunia kontemporer. Diri kita pun sebaiknya tidak berdiam diri, harus  keluar kandang, lalu ikut menentukan peran strategis di dalam arena. Sebab, fungsi aktual agama hanya dapat diidentifikasi secara presisi melalui perubahan perilaku manusia. Sedangkan perilaku manusia dibentuk […]

  • Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya perubahan metode persalinan dari yang semula direncanakan menggunakan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi operasi caesar konvensional tanpa persetujuan pasien. Pihak RS Multazam mengakui adanya perubahan metode tindakan medis tersebut. Namun hingga kini, belum terdapat sanksi hukum […]

  • Kolonialisme Digital

    Kolonialisme Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Sonny Madjid
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Setelah perang nilai tukar mata uang, bio farma-bio teknologi, narasi sistem global kini sudah masuk pada perang berbasis teknologi (cybernwar, big data, AI, dll). Pertanyaan besarnya adalah siapa yang menguasai teknologi, maka dia mengendalikan, apa kepentingannya, siapa yang diuntungkan? Kita semua tahu, penguasaan algoritma yang menyangkut infrastruktur data global, platform digital dikuasai segelintir korporasi dan […]

  • Tahun Baru Hijriyah sebagai Momentum untuk Membangun Kesadaran Kolektif Bangsa

    Tahun Baru Hijriyah sebagai Momentum untuk Membangun Kesadaran Kolektif Bangsa

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pergantian tahun Hijriyah bukan sekadar penanda bertambahnya usia kalender Islam, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi dan pembenahan diri. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta menumbuhkan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam khutbah Jumat bertajuk “Tahun Baru Hijriyah sebagai […]

  • Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya mempertahankan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebagai lembaga mandiri, menyusul wacana peleburan dengan Dinas Sosial. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan FGD percepatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Selasa (1/6/2025). Dalam sambutannya, Wagub Idah […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 461
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026) sore. Berbeda dari kunjungan resmi pada umumnya, Presiden datang tanpa didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu secara tiba-tiba langsung menyedot perhatian warga, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran […]

expand_less