nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai untuk menghadapi kontestasi politik 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang juga menjabat Ketua Perempuan Bangsa DPP PKB. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Gorontalo Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Risjon Sunge, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Amanat Nasional (PAN), Femmy Udoki.
Ketua DPW PKB Gorontalo, Muhammad Dzikyan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membangun fondasi partai di daerah. Ia menegaskan, kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan perjuangan dengan target politik yang lebih progresif.
“Kami melanjutkan pondasi yang telah dibangun. Target kami jelas, pada Pemilu 2029 PKB Gorontalo menargetkan minimal empat kursi agar bisa membentuk satu fraksi di DPRD Provinsi, sekaligus mengupayakan agar PKB dapat mengirim wakil ke DPR RI,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi ideologi, loyalitas kader, serta disiplin dalam menjalankan standar operasional organisasi. Menurutnya, politik PKB adalah “politik kehadiran”, yakni hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi solusi nyata atas persoalan warga, terutama di tengah dinamika nasional yang dinilai tidak menentu.

Muskerwil ini menjadi ruang konsolidasi untuk mematangkan tahapan kerja partai sekaligus menindaklanjuti kontrak politik antara DPW PKB Gorontalo dan DPP PKB. Salah satu target strategis yang dicanangkan adalah mengisi seluruh parlemen kabupaten/kota dengan kader PKB serta menambah jumlah anggota legislatif yang telah ada.
Selain penguatan struktur, PKB Gorontalo juga mendorong peningkatan peran perempuan dan kepemudaan, serta konsolidasi hingga tingkat desa bersama kader dan tokoh masyarakat. Dalam bidang pelayanan publik, setiap DPC ditargetkan memiliki ambulans guna membantu masyarakat kurang mampu.
Partai juga memberi perhatian pada agenda advokasi, mulai dari isu pertambangan hingga kasus kekerasan seksual, dengan komitmen menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, DPW PKB Gorontalo menargetkan pendirian kantor permanen pada 2027 mendatang.
Sementara itu, Risjon Sunge menyampaikan bahwa keberhasilan pemerintahan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, termasuk peran partai politik seperti PKB. Ia berharap program kerja yang dihasilkan melalui Muskerwil dapat selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami mengucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang untuk PKB Gorontalo,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru dan agenda strategis yang telah dirumuskan, PKB Gorontalo optimistis menatap Pemilu 2029 sebagai momentum memperkuat posisi politik di daerah maupun tingkat nasional.


Saat ini belum ada komentar