Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 116
- print Cetak

Perayaan di Desa Busua menjadi bukti bahwa tradisi lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah modernisasi. Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam praktiknya, Saro-Saro dilaksanakan oleh para perempuan keluarga yang disebut yaya se goa. Mereka menyuguhkan berbagai makanan simbolik seperti srikaya, nanas, dan kobo, yang masing-masing mengandung makna budi pekerti, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.
Selain itu, terdapat aturan adat yang ketat, seperti hanya satu imam yang membagi makanan, sementara lainnya mengambil secukupnya sebagai simbol kesederhanaan dan ajaran berbagi.
Nilai-nilai ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Ternate yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian sosial.
Rekor Saro-Saro di Desa Busua
Sementara itu, praktik tradisi Saro-Saro kembali menjadi sorotan publik saat digelar dalam prosesi pernikahan pasangan Yuni dan Judda di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Sabtu (28/03/2026).
Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti acara tersebut sejak pukul 11.00 WIT. Para tamu undangan datang silih berganti menyerahkan amplop maupun uang tunai secara langsung kepada kedua mempelai, disertai canda dan kehangatan yang mempererat kebersamaan.
Tidak hanya uang tunai, pasangan pengantin juga menerima berbagai hadiah, termasuk satu unit sepeda motor Honda Scoopy serta perlengkapan rumah tangga seperti bokor, penanak nasi, dan kebutuhan lainnya.
Tradisi ini memang dikenal sebagai bentuk dukungan nyata kepada pasangan yang baru menikah. Dalam Saro-Saro, pemberian dari tamu bukan sekadar hadiah, melainkan doa restu dan bekal awal dalam membangun rumah tangga.
Dilansir dari laporan media lokal, total dana yang terkumpul dalam prosesi tersebut mencapai Rp420 juta. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah pelaksanaan Saro-Saro di Maluku Utara.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar