Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam praktiknya, Saro-Saro dilaksanakan oleh para perempuan keluarga yang disebut yaya se goa. Mereka menyuguhkan berbagai makanan simbolik seperti srikaya, nanas, dan kobo, yang masing-masing mengandung makna budi pekerti, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Selain itu, terdapat aturan adat yang ketat, seperti hanya satu imam yang membagi makanan, sementara lainnya mengambil secukupnya sebagai simbol kesederhanaan dan ajaran berbagi.

Nilai-nilai ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Ternate yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian sosial.

Rekor Saro-Saro di Desa Busua

Sementara itu, praktik tradisi Saro-Saro kembali menjadi sorotan publik saat digelar dalam prosesi pernikahan pasangan Yuni dan Judda di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Sabtu (28/03/2026).

Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti acara tersebut sejak pukul 11.00 WIT. Para tamu undangan datang silih berganti menyerahkan amplop maupun uang tunai secara langsung kepada kedua mempelai, disertai canda dan kehangatan yang mempererat kebersamaan.

Tidak hanya uang tunai, pasangan pengantin juga menerima berbagai hadiah, termasuk satu unit sepeda motor Honda Scoopy serta perlengkapan rumah tangga seperti bokor, penanak nasi, dan kebutuhan lainnya.

Tradisi ini memang dikenal sebagai bentuk dukungan nyata kepada pasangan yang baru menikah. Dalam Saro-Saro, pemberian dari tamu bukan sekadar hadiah, melainkan doa restu dan bekal awal dalam membangun rumah tangga.

Dilansir dari laporan media lokal, total dana yang terkumpul dalam prosesi tersebut mencapai Rp420 juta. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah pelaksanaan Saro-Saro di Maluku Utara.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Farmasi Nasional Tertinggal, DPR Beberkan Akar Masalahnya

    Industri Farmasi Nasional Tertinggal, DPR Beberkan Akar Masalahnya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    nulondalo.om –  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai rendahnya daya saing industri farmasi nasional bukan disebabkan oleh lemahnya efisiensi produksi, melainkan tingginya biaya bahan baku dan ongkos produksi di dalam negeri. Kondisi ini membuat harga produk farmasi Indonesia sulit bersaing dengan produk impor. Hal tersebut disampaikan Evita usai memimpin rapat Komisi VII […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Dengan demikian, umat Islam di Indonesia akan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan hingga 30 hari, dan merayakan Idulfitri secara serentak pada 21 Maret 2026. Kementerian Agama juga mengimbau masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh khidmat serta menjadikannya sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa posisi […]

  • 17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    “Fiqih muamalah membutuhkan alat bantu modern. Menguasai Accurate adalah bentuk kesiapan kami menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan di masa depan,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh mahasantriwati Asri Nur Husaini. Ia menilai lingkungan pesantren justru sangat mendukung pembelajaran teknologi karena membentuk karakter disiplin dan pola pikir sistematis. “Belajar akuntansi membutuhkan ketelitian tinggi, sama seperti saat kami […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

expand_less