Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi.

Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.

“Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi. Yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menegaskan Muktamar tidak dapat diselenggarakan oleh satu pihak saja. Kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum bersifat mutlak untuk menjamin legalitas dan kesempurnaan forum.

“Mau cepat mari, mau besok pagi ya sudah. Yang penting muktamar ini benar. Jangan yang cacat, yang kurang sempurna,” katanya.

Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak menyepakati mekanisme bersama agar Muktamar berjalan sah dan menghindari polemik internal.

“Sudahlah, daripada nanti muktamar bermasalah, ya mari bareng-bareng saja. Kita persiapkan muktamar bersama-sama,” ujarnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aturan organisasi justru akan membawa NU mundur dari pakem kelembagaan yang dirumuskan para pendiri.

“Kalau tatanan organisasi ini diabaikan, maka itu mundur satu abad, mundur sampai ke era sebelum NU didirikan,” tegasnya.

Ia memastikan PBNU siap merampungkan seluruh dinamika internal menjelang Muktamar dan menegaskan bahwa solusi terbaik adalah bekerja bersama.

“Enggak ada jalan keluar selain bersama-sama. Mari bermuktamar bersama. Supaya selesai muktamar, selesai semua.”

PBNU Versi Pleno: Percepatan untuk Kembalikan Siklus Normal

Sebelumnya, PBNU melalui rapat pleno pada 9–10 Desember 2025 telah menyepakati percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar ke jadwal normal sebelum pandemi Covid-19.

Rais Syuriyah PBNU, Prof Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa Muktamar ke-34 di Lampung sempat mundur akibat pandemi, sehingga masa kepemimpinan ikut bergeser. Momentum tahun 2026 dinilai tepat untuk mengembalikan siklus.

“Ini bukan percepatan Muktamar, tetapi mengembalikan siklus seperti sebelum Covid-19,” ujar Prof Nuh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan peringatan 100 tahun NU pada 31 Januari 2026 menjadi momen penting konsolidasi organisasi yang akan dirangkai dengan Konbes dan Munas Alim Ulama sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar 2026.

Prof Nuh memastikan rapat pleno berlangsung sah sesuai AD/ART dengan kehadiran 55,39 persen peserta.

Pj Ketua Umum PBNU: Fokus Konsolidasi dan Persiapan Muktamar

Penjabat Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, menyatakan pihaknya akan segera bekerja menjalankan keputusan pleno, termasuk menyiapkan Konbes, Munas Alim Ulama, dan agenda menuju Muktamar.

PBNU kubu Zulfa juga mengimbau seluruh struktur organisasi menjaga kekompakan dan tetap fokus melayani warga NU, khususnya di tengah bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketegangan internal PBNU saat ini dipicu oleh keputusan Dewan Syuriah yang memberhentikan Gus Yahya dari posisi Ketua Umum dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketum.

Gus Yahya menolak keputusan tersebut dan menegaskan bahwa pergantian ketua umum hanya sah bila diputuskan melalui Muktamar PBNU.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

  • Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Prolog: Warna yang Mengubah Jiwa Bayangkan selembar kain putih yang dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Semakin lama ia terendam, semakin pekat warna yang menyatu dengan serat kain itu. Begitu pula dengan manusia di bulan Ramadan, ia tercelup dalam keheningan ibadah, dalam doa yang mendalam, dalam puasa yang meluruhkan kerak-kerak duniawi. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

  • Menag Ingatkan Pentingnya Iman di Dunia Industri

    Menag Ingatkan Pentingnya Iman di Dunia Industri

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Mawardi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Pangkep – Di tengah gemuruh mesin industri dan laju transformasi perusahaan yang terus bergerak maju, ada satu hal yang diingatkan agar tidak pernah ditinggalkan: iman. Pesan itu mengemuka dalam Tabligh Akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Semen Tonasa yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, di Auditorium Kantor Pusat […]

  • Ustadz “Tuhan Kecil”?

    Ustadz “Tuhan Kecil”?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Jika ada pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, maka jawabanya bukan. Ustadz bukan “Tuhan Kecil”. Tuhan yang sesungguhnya adalah dzat Yang Maha Besar dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Kemahabesaran Tuhan ini dibarengi dengan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas termasuk kekuasaan untuk “menghukumi” segala sesuatu. Namun harus dipahami bahwa penghukuman Tuhan kepada segala sesuatu yang termaktub dalam […]

  • PB HMI Angkat Bicara soal Teror Kader, Sebut Ancaman Serius bagi Demokrasi

    PB HMI Angkat Bicara soal Teror Kader, Sebut Ancaman Serius bagi Demokrasi

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 565
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) angkat bicara terkait rangkaian teror dan intimidasi yang menimpa kader HMI di sejumlah daerah. Organisasi tersebut menilai ancaman yang terjadi bukan sekadar persoalan individu, melainkan ancaman serius terhadap ruang demokrasi. Teror dialami Ketua Badan Koordinasi HMI Sumatera Utara, Yusril Mahendra Butar Butar, pada Minggu, 29 Maret […]

expand_less