Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 94
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi.

Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.

“Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi. Yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menegaskan Muktamar tidak dapat diselenggarakan oleh satu pihak saja. Kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum bersifat mutlak untuk menjamin legalitas dan kesempurnaan forum.

“Mau cepat mari, mau besok pagi ya sudah. Yang penting muktamar ini benar. Jangan yang cacat, yang kurang sempurna,” katanya.

Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak menyepakati mekanisme bersama agar Muktamar berjalan sah dan menghindari polemik internal.

“Sudahlah, daripada nanti muktamar bermasalah, ya mari bareng-bareng saja. Kita persiapkan muktamar bersama-sama,” ujarnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aturan organisasi justru akan membawa NU mundur dari pakem kelembagaan yang dirumuskan para pendiri.

“Kalau tatanan organisasi ini diabaikan, maka itu mundur satu abad, mundur sampai ke era sebelum NU didirikan,” tegasnya.

Ia memastikan PBNU siap merampungkan seluruh dinamika internal menjelang Muktamar dan menegaskan bahwa solusi terbaik adalah bekerja bersama.

“Enggak ada jalan keluar selain bersama-sama. Mari bermuktamar bersama. Supaya selesai muktamar, selesai semua.”

PBNU Versi Pleno: Percepatan untuk Kembalikan Siklus Normal

Sebelumnya, PBNU melalui rapat pleno pada 9–10 Desember 2025 telah menyepakati percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar ke jadwal normal sebelum pandemi Covid-19.

Rais Syuriyah PBNU, Prof Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa Muktamar ke-34 di Lampung sempat mundur akibat pandemi, sehingga masa kepemimpinan ikut bergeser. Momentum tahun 2026 dinilai tepat untuk mengembalikan siklus.

“Ini bukan percepatan Muktamar, tetapi mengembalikan siklus seperti sebelum Covid-19,” ujar Prof Nuh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan peringatan 100 tahun NU pada 31 Januari 2026 menjadi momen penting konsolidasi organisasi yang akan dirangkai dengan Konbes dan Munas Alim Ulama sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar 2026.

Prof Nuh memastikan rapat pleno berlangsung sah sesuai AD/ART dengan kehadiran 55,39 persen peserta.

Pj Ketua Umum PBNU: Fokus Konsolidasi dan Persiapan Muktamar

Penjabat Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, menyatakan pihaknya akan segera bekerja menjalankan keputusan pleno, termasuk menyiapkan Konbes, Munas Alim Ulama, dan agenda menuju Muktamar.

PBNU kubu Zulfa juga mengimbau seluruh struktur organisasi menjaga kekompakan dan tetap fokus melayani warga NU, khususnya di tengah bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketegangan internal PBNU saat ini dipicu oleh keputusan Dewan Syuriah yang memberhentikan Gus Yahya dari posisi Ketua Umum dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketum.

Gus Yahya menolak keputusan tersebut dan menegaskan bahwa pergantian ketua umum hanya sah bila diputuskan melalui Muktamar PBNU.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi Disebut Kejahatan Luar Biasa, Mahasiswa UMMA Diajak Jadi Garda Terdepan

    Korupsi Disebut Kejahatan Luar Biasa, Mahasiswa UMMA Diajak Jadi Garda Terdepan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Korupsi kembali ditegaskan sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang mengancam masa depan bangsa. Pesan tegas itu mengemuka dalam Seminar Pendidikan Antikorupsi yang digelar Universitas Muslim Maros (UMMA), Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Seminar […]

  • Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dioperasikan oleh IAT selaku pemegang AOC 034, dan sedang melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) […]

  • Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka Jaringan Narkoba Ko Erwin di Tangerang

    Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka Jaringan Narkoba Ko Erwin di Tangerang

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap dua tersangka yang diduga terkait jaringan narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Keduanya berinisial Charles Bernando dan Arfan Yulias Lauw. Kedua tersangka ditangkap di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, pada Sabtu (28/2/2026). Penangkapan merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan awal terhadap tersangka Erwin Iskandar. Direktur Tindak Pidana Narkoba […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo, menggelar sosialisasi hasil Muktamar PKB Tahun 2024 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simpel dan SMS PKB di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, 15/02/25. Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Gorontalo Muhammad Dzikyan menegaskan, bahwa PKB terus bergerak maju untuk menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik modern, […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

expand_less