Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata menimbulkan persoalan serius. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan akibat menu MBG yang banyak menggunakan makanan olahan (Ultra Processed Food/UPF). Hingga 23 Desember 2025, korban keracunan tercatat mencapai lebih dari 20.000 siswa, memunculkan pertanyaan apakah program “bergizi” ini benar-benar menyehatkan anak-anak Indonesia.

MBG pertama kali digulirkan pada 6 Januari 2025 di 26 provinsi dengan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjangkau tiga juta penerima. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, awalnya mendapatkan alokasi dana Rp71 triliun, yang kemudian ditambah Rp100 triliun agar program dapat menjangkau 82,9 juta penerima. Hingga pertengahan Desember 2025, MBG telah menyentuh 50,7 juta orang dengan 17.555 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

Meski program ini sukses mencapai target kuantitas, menu MBG menjadi sorotan publik. Banyak SPPG menyajikan makanan olahan seperti nugget, sosis, atau biskuit yang dikemas ulang sebagai burger, yang menurut Ahli Gizi Tan Shot Yen, menyimpang dari tujuan awal program untuk meningkatkan gizi anak. “Tapi yang terjadi sekarang jauh dari itu. Program ini justru terjebak promosi industri pangan,” ujar Tan. Dewan Pakar BGN, Ikeu Tanziha, menambahkan UPF diperbolehkan selama dikonsumsi bijak dan memiliki izin edar BPOM, tetapi tetap harus memperhatikan kandungan gizi seperti gula dan natrium.

Tidak hanya soal menu, keselamatan siswa juga menjadi masalah. Pada 16 Januari 2025, 40 siswa di SDN Dukuh 03, Sukoharjo, Jawa Tengah, keracunan makanan MBG pertama kali. Kasus terbesar menimpa Kabupaten Bandung Barat pada 24 September 2025, dengan lebih dari 1.000 siswa keracunan. Selain itu, pada 11 Desember 2025, mobil SPPG RW 03 Kalibaru menabrak 20 siswa dan satu guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. LBH Jakarta menilai insiden ini sebagai dampak kebijakan populis yang dipaksakan tanpa perencanaan matang dan menekankan anak-anak seharusnya menjadi subjek hak, bukan objek kebijakan.

Dari sisi anggaran, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat MBG telah menyerap Rp52,9 triliun dari alokasi Rp71 triliun, dan DPR RI telah menyetujui RAPBN 2026 sebesar Rp335 triliun untuk program ini. Presiden Prabowo menyebut program tahun depan akan melibatkan hampir 19 ribu mitra dari UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta diperkirakan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja langsung di SPPG.

Program MBG menyoroti dilema antara janji politik dan realitas lapangan. Meski dimaksudkan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, kritik terhadap menu UPF, insiden keracunan, dan kecelakaan siswa menimbulkan pertanyaan serius: apakah “Makan Bergizi Gratis” benar-benar menyehatkan atau justru menjadi beban baru bagi generasi muda.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 207
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS–Sengketa kepemilikan lahan antara warga dan PT Pertamina di Jalan Pertamina, Kelurahan Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian memanas dan memicu sorotan publik. Ahli waris menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat kilang, pipa, maupun aktivitas produksi Pertamina, Jumat (16/1/2026). Meski demikian, sejumlah oknum TNI terlihat berjaga di lahan yang diklaim sebagai […]

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Banyak orang mengetahui cerita tentang rumah peninggalan Belanda di Huludu Ayumolingo. Namun, hanya segelintir yang mengaku pernah berdiri di depannya. Tidak ada penunjuk jalan, tidak ada koordinat pasti, bahkan masyarakat setempat pun tidak berani menjamin dapat menemukannya kembali. Anehnya, rumah itu justru lebih sering ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencarinya.  Mari kita simak lanjutan […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat. Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa […]

  • Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Tidak ada negara modern tanpa birokrasi. Ia lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan ketertiban, efisiensi, dan kepastian hukum. Max Weber bahkan menyebut birokrasi sebagai bentuk organisasi paling rasional yang pernah diciptakan manusia. Dengan pembagian kerja yang jelas, aturan yang baku, serta pengangkatan berdasarkan kompetensi, birokrasi diharapkan mampu menghindarkan negara dari praktik kekuasaan yang sewenang-wenang. Namun, […]

  • Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Penulis Ahmad Takbir Abadi Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan. Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi. Pemimpin […]

expand_less