Breaking News
light_mode
Trending Tags

(Korupsi) Bisnis Paling Rasional

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.”

Korupsi pejabat publik di Indonesia sudah seperti sinetron kejar tayang: judulnya ganti-ganti, pemainnya itu-itu saja. Data KPK menunjukkan pelaku korupsi paling rajin justru mereka yang rajin pidato soal moral: kepala daerah, anggota DPR, pejabat kementerian. Yang bikin sedih, korupsi hari ini bukan dilakukan dengan wajah garang, tapi dengan wajah ramah, jas rapi, dan laporan keuangan yang kelihatan alim.

Dulu orang mencuri pakai karung, sekarang cukup pakai Excel. Angkanya sopan, bahasanya santun, bahkan dapat opini “wajar”. Kalau Gus Dur hidup hari ini, mungkin beliau akan nyeletuk, “Kalau maling pakai laporan keuangan, itu bukan pencuri biasa, itu pencuri terpelajar.”

Soal pengawasan, kita ini sebenarnya kaya. Inspektorat ada, BPK RI ada, BPKP ada, KPK RI ada, Kepolisian ada, Jaksa juga ada. Lengkap, seperti tumpeng tujuh lauk. Masalahnya, lauknya sering cuma pajangan. Temuan ada, rekomendasi ada, seminar juga ada, tapi korupsinya tetap ada. Yang hilang bukan lembaganya, tapi nyalinya.

Lebih lucu lagi, pengawasan kita kadang terlalu paham politik. Kalau yang diperiksa lawan, laporan keuangan bisa berubah jadi kitab dosa. Tapi kalau yang diperiksa kawan, mendadak semua angka terasa “manusiawi”. Di sini berlaku kaidah fiqih baru: “Yang dekat dimaafkan, yang jauh dikeraskan.” Ini bukan audit, ini audisi loyalitas.

Integritas pejabat publik akhirnya jadi barang langka, lebih langka dari minyak goreng saat panik nasional. Semua bicara integritas, tapi sedikit yang mau hidup dengannya. Padahal integritas itu sederhana: tidak mengambil yang bukan haknya. Tapi di negeri ini, yang sederhana justru terasa mustahil.

Korupsi pun terus jadi momok. Bukan karena kita tidak tahu solusinya, tapi karena solusinya sering kalah oleh kepentingan. Laporan keuangan akhirnya hanya jadi lipstik: kelihatan cantik di luar, tapi tidak menyembuhkan penyakit di dalam. Rakyat disuguhi angka pertumbuhan, sementara dompet mereka tetap kurus. Statistik makmur, realitas nyungsep.

Akibatnya jelas: kemiskinan sulit turun, kesenjangan makin santai melebar, pengangguran betah, dan kesejahteraan hanya rajin muncul di pidato. Uang negara bocor, lalu kita heran kenapa bantuan sosial kurang, sekolah rusak, dan rumah sakit antre. Ini seperti ember bocor yang terus diisi, lalu dimarahi karena tidak penuh.

Di sinilah negara dituntut serius, bukan sekadar serius saat konferensi pers. Salah satu uji nyali paling nyata adalah Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Tanpa itu, korupsi tetap bisnis yang paling rasional: rugi sebentar, untung seumur hidup. Gus Dur barangkali akan tertawa getir, “Kalau malingnya tetap kaya, itu bukan hukuman, itu cuti.”

RUU Perampasan Aset seharusnya jadi komitmen Presiden, DPR RI, dan partai politik. Kalau semua sepakat ingin rakyat sejahtera, jangan hanya sepakat di spanduk. Negara harus berani memiskinkan koruptor, bukan sekadar memenjarakannya dengan fasilitas mirip kos eksklusif.

Pada akhirnya, laporan keuangan tidak salah. Yang salah adalah ketika ia dipakai tanpa hati nurani. Tanpa integritas, laporan keuangan bukan alat transparansi, tapi senjata senyap. Ia tidak berbunyi, tidak berdarah, tapi pelan-pelan membunuh keadilan. Dan seperti kata humor NU yang paling jujur: “Kalau angka sudah berdusta, ceramah apa pun hanya jadi pengantar tidur.”

Penulis adalah Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • Editor: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Provinsi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait pembubaran paksa dan penangkapan demonstran dalam aksi yang digelar di kawasan perlimaan Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi. Dalam rilis yang diterima bakukabar.id, Rabu (3/9/2025 itu meyebut, aksi yang awalnya berjalan […]

  • Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru Play Button

    Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti. Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 500
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu. Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan […]

expand_less