Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65) di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang.

Tim Jatanras dari Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian hingga kini masih menutup identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Ditemukan Tewas di Rumah

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 2 Maret 2026.

Ermanto Usman ditemukan tewas di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan. Dalam kejadian tersebut, istrinya, Pasmilawati (60), juga ditemukan dalam kondisi luka parah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Setelah peristiwa tersebut, tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polsek Pondok Gede langsung melakukan penyelidikan.

Puluhan saksi dimintai keterangan dan berbagai bukti dikumpulkan untuk mengungkap motif serta pelaku pembunuhan.

Pelaku Berhasil Ditangkap

Perkembangan terbaru, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Benar (sudah ditangkap),” kata Abdul Rahim, Selasa (10/3/2026).

Namun, polisi belum mengungkap identitas pelaku karena penyelidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

Muncul Sosok Misterius di Rumah Sakit

Di tengah proses penyelidikan, muncul kejadian lain yang menimbulkan tanda tanya.

Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengaku menerima informasi dari keluarga korban mengenai seseorang yang mengaku sebagai penyidik polisi.

Orang tersebut disebut datang ke rumah sakit pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan berupaya mewawancarai Pasmilawati yang masih dalam kondisi kritis.

Menurut Rieke, tindakan tersebut menimbulkan kecurigaan karena proses pendalaman terhadap saksi kunci seharusnya dilakukan dengan koordinasi resmi.

Diduga Memaksa Masuk

Berdasarkan keterangan petugas keamanan rumah sakit, orang yang mengaku sebagai penyidik itu sempat mencoba menemui keluarga korban.

Petugas keamanan awalnya menolak permintaan tersebut karena belum ada persetujuan dari pihak keluarga.

Namun orang tersebut dilaporkan tetap berusaha masuk untuk menemui korban.

Hingga kini, kemunculan sosok misterius tersebut masih menjadi tanda tanya di tengah proses pengungkapan kasus pembunuhan yang menewaskan Ermanto Usman.

Sementara itu, polisi memastikan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara lengkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun

    Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persoalan tata kelola di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) kembali terungkap. Sebelum pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel memimpin Kota Gorontalo, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut disebut menghadapi berbagai masalah, mulai dari pelayanan, ketersediaan alat kesehatan, hingga pengelolaan keuangan. Fakta terbaru mencuat dalam rapat evaluasi dan silaturahmi antara Wali Kota Gorontalo dengan […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

  • Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dan persiapan perpanjangan Nota Kesepahaman (NK) antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, PKUMI, dan Universitas PTIQ Jakarta. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya percepatan kaderisasi ulama […]

  • Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026). Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan […]

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

expand_less