Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak

Relawan Rumah Zakat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, guna memetakan kebutuhan mendesak warga dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Suasana Iduladha yang seharusnya diselimuti suka cita dan kekhusyukan ibadah kurban, berubah menjadi ujian berat bagi warga Kecamatan Biau, Kabupaten Buol. Banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Selasa (26/5/2026), tepat satu hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H.
Sejak awal bencana terjadi, lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bergerak cepat di garda terdepan. Terhitung sejak Selasa (26/5/2026) hingga hari ini, Kamis (4/6/2026), relawan Rumah Zakat terus melakukan aksi respons cepat guna menyalurkan bantuan logistik dan evakuasi di titik-titik terdampak.
Bantuan awal yang telah didistribusikan meliputi paket makanan siap saji, air mineral, alas tikar, serta hygiene kit (paket kebersihan). Selain menyalurkan logistik, para relawan juga bahu-membahu melakukan aksi bersih-bersih rumah warga, dengan memprioritaskan hunian para lansia yang tidak lagi memiliki kemampuan fisik untuk membersihkan sisa material banjir.
Ancaman Banjir Susulan dan Dapur Umum yang Berhenti Operasi
Situasi di lapangan kian pelik setelah banjir susulan kembali menerjang wilayah Biau pada Rabu kemarin (3/6/2026). Dampak dari banjir susulan ini memperparah kondisi pemukiman warga yang sebelumnya sudah porak-poranda.

Relawan Rumah Zakat menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Buol.
Berdasarkan koordinasi intensif Rumah Zakat dengan pemerintah daerah setempat, Dapur Umum yang disediakan oleh pemerintah telah resmi dihentikan operasionalnya pada 1 Juni lalu. Sementara itu, realita di lapangan menunjukkan banyak rumah warga yang luluh lantak, fasilitas dapur hancur total, dan masyarakat masih sangat bergantung pada pasokan makanan dari luar.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar