Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh para pengungsi dan penyintas meliputi:

– Makanan siap saji (sangat mendesak)
– Air bersih (mengingat sumur warga telah tercemar material banjir)
– Selimut pakaian hangat
– Obat-obatan untuk bayi
– Kebutuhan khusus bagi ibu hamil dan lansia
– Seragam sekolah anak-anak

Merespons kondisi yang masih kritis ini, Rumah Zakat menyatakan komitmen penuh untuk tidak menarik pasukan relawan dari lapangan. Rumah Zakat akan terus menyelesaikan misi kemanusiaan ini hingga Surat Keputusan (SK) Tanggap Bencana yang dikeluarkan oleh Bupati berakhir. Diketahui, SK Tanggap Bencana tersebut ditetapkan selama 30 hari, terhitung sejak 26 Mei 2026.

Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo sekaligus Koordinator Lapangan Banjir Bandang Kecamatan Biau, Sandy Syafrudin Nina, menyampaikan pesan menyentuh langsung dari lokasi terdampak:

“Saudara-saudara muslim seiman kita di Biau saat Iduladha kemarin mendapatkan ujian berat dari Allah SWT. Di saat kita semua bersuka riang melaksanakan ibadah kurban, mereka di sini harus bertahan dari kelaparan hingga hari ini. Semoga dengan posko utama yang didirikan oleh Rumah Zakat, dapat menjadi pemantik bagi banyak pihak untuk saling berkolaborasi mengulurkan tangan.”

Relawan Rumah Zakat mendirikan posko utama kemanusiaan sebagai pusat koordinasi bantuan, layanan relawan, dan distribusi logistik bagi para penyintas banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Buol.

Rumah Zakat membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen masyarakat, korporasi, dan pemangku kebijakan yang ingin menyalurkan bantuan melalui Posko Utama Rumah Zakat, demi memastikan kebutuhan dasar para penyintas di Biau terpenuhi hingga situasi kembali kondusif

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bentrokan antara demonstran anti-Amerika Serikat dan pasukan keamanan pecah di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Aksi massa yang awalnya berupa unjuk rasa solidaritas terhadap Iran berubah ricuh ketika aparat berupaya membubarkan kerumunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan polisi antihuru-hara menembakkan gas […]

  • Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Yang membuat nama Arqam bin Arqam abadi dalam sejarah adalah keberaniannya membuka rumahnya bagi kaum Muslimin. Pada masa dakwah yang masih sangat awal, ketika Islam disampaikan secara rahasia dan penuh risiko, Nabi SAW dan para sahabat tidak bisa berkumpul secara terbuka. Pertemuan semacam itu bisa berujung penganiayaan. Dalam kondisi genting itulah, Arqam menawarkan rumahnya sebagai […]

  • Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024? Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024. Peringatan Hari Ibu Nasional […]

  • Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang dikenal aktif dalam aksi Unjuk Rasa, akhirnya angkat bicara terkait fitnah yang diarahkan kepadanya oleh oknum dalam Ketua Asosiasi Nelayan Gorontalo. Kevin menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak benar, dan merupakan upaya untuk membungkam serta mengaburkan perjuangan Advokasinya yang tengah ia lakukan. Kevin selama ini aktif menyoroti dugaan […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

expand_less