Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) yang mendukung penyampaian materi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi mengenai fungsi tanaman mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, habitat berbagai jenis biota, serta penyerap karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga keberadaan tanaman mangrove sebagai bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem pesisir. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami manfaat mangrove sekaligus pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestariannya.
Koordinator Posko KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, A. M. Fatih Farhat, mahasiswa Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
“Melalui Edukasi Pelestarian Mangrove ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal manfaat tanaman mangrove dan pentingnya menjaga kelestariannya. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Fatih.
Selain memberikan pemahaman mengenai fungsi ekologis tanaman mangrove, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kawasan pesisir melalui tindakan sederhana, seperti tidak merusak vegetasi mangrove dan mendukung upaya pelestarian di lingkungan sekitar. Sinergi yang terjalin bersama BRPBAPPP diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, instansi, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian mangrove. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, upaya pelestarian mangrove di Desa Pajukukang diharapkan dapat terus dilakukan sehingga memberikan manfaat bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar