Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025).

Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman lebih baik tentang signifikansi retribusi jasa kepelabuhanan sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Retribusi yang dibayarkan bukan semata-mata kewajiban, tetapi bagian dari partisipasi aktif dalam mendukung keberlanjutan pembangunan di Provinsi Gorontalo, terutama pembangunan di bidang perikanan yaitu peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan,” kata Sitti Sabariah Machmud

Sabariah menegaskan bahwa kontribusi ini secara langsung akan mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas pelabuhan.

Kegiatan ini dihadiri nelayan, pemilik kapal, pengusaha perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya di Pelabuhan Gentuma. Selain sosialisasi kewajiban retribusi, disampaikan pula berbagai jenis layanan kesyahbandaraan, seperti pengawasan keselamatan pelayaran dan pelayanan dokumen kapal penangkap ikan.

Optimalisasi pelayanan dilakukan melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Petugas Kesyahbandaraan di UPTD Gentuma, berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan soft skill.

Perwakilan UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang yang hadir juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan pengguna jasa untuk mewujudkan pelabuhan yang tertib, aman, dan berdaya saing, serta mendukung ekonomi biru dan perikanan tangkap berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Peserta menyampaikan masukan berharga, seperti perlunya pelayanan dokumen berlayar bagi kapal penangkap ikan berukuran kecil (1-10 GT) dan pelaksanaan Sertifikasi Keterampilan Nelayan (SKN) yang sangat dibutuhkan nelayan Gentuma.

Melalui pembinaan ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan terhadap kewajiban retribusi meningkat, serta pelayanan kesyahbandaraan semakin optimal. Hal ini diyakini akan mendukung aktivitas perikanan yang lebih produktif dan efisien di Pelabuhan Perikanan Gentuma ke depannya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Gorontalo Sejahtera melalui program Agromaritim yang digaungkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panas Bumi vs Panas Hati

    Panas Bumi vs Panas Hati

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Di negeri +62 ini, kadang yang panas bukan cuma bumi, tapi juga hati rakyat. Apalagi kalau yang panas itu proyek panas bumi, lalu terdengar kabar bahwa yang mengelola adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Waduh. Ini bukan sekadar energi terbarukan, ini energi perdebatan. Sebagai bangsa yang sejak dulu tegas mendukung Palestina, kita ini unik. Secara […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Bayangkan Jika Anda adalah Seorang Waria atau bagian dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan […]

  • Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menerima audiensi Organisasi Mata Garuda Gorontalo, komunitas penerima dan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan resmi organisasi, serta penegasan komitmen alumni LPDP untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Salah satu pengurus Mata […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

expand_less