Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?
- account_circle Tarmizi Abbas
- calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
- visibility 102
- print Cetak

Ilustrasi/pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lebih dekat, saya hendak mengambil contoh di Gorontalo. Bagi kalangan Muslim tradisional di Gorontalo, Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh keagungan, sehingga beberapa hari sebelum puasa pertama, mereka melakukan berbagai tradisi khusus penyambutan Ramadan. Pertama adalah Yimelu, atau tradisi silaturahmi masyarakat Gorontalo jelang ramadan yang identik dengan permintaan maaf. Yimelu bahkan diikuti membuat langgilo, atau pewangi pakaian alami untuk shalat, dan bongoyiladu sebagai shampoo alami mencuci rambut.
Dalam spektrum yang lebih luas, pada 15 Ramadan, di Gorontalo, ada yang disebut tradisi Malam Qunut. Di dalam tradisi ini, orang-orang berkumpul, berzikir bersama dan saling silaturahmi. Ketika mereka melakukan ini,cemilannya adalah kacang dan pisang (kaca wau lutu). Di sela-sela kongkow-kongkow, Malam Qunut juga dibarengi dengan ritual mandi dosa. Salah satu sumur tua di Kecamatan Batuda’a-lah yang diambil airnya dalam pelaksanaan ritual tersebut. Masyarakat percaya ketika mandi dengan air dari sumur tersebut, maka dosa-dosa mereka akan terhapuskan.
Tantangan dan Beberapa Catatan
Kesulitannya saat ini, berbagai tradisi ini seringkali mendapat hantaman yang cukup serius dari golongan Muslim konservatif. Alasan mereka seperti yang sudah-sudah: karena tradisi yang demikian itu merupakan hal yang tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad. Tafsir kaku yang direpresentasikan oleh kaum di atas, merupakan pembacaan terhadap Islam literal-atomistik. Jelas, Yimelu, langgilo, bongoyiladu, bahkan Malam Qunut tidak pernah ada dalam tradisi Muslim Arabia. Hal ini justru berkembang belakangan seturut Islam mengalami serangkaian reartikulasi di dalam struktur pemahaman masyarakat lokal Gorontalo ketika menerima dan mempraktikkan Islam.
- Penulis: Tarmizi Abbas

Saat ini belum ada komentar