Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 431
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kesinambungan ini bahkan merentang hingga ke dalam praktik agama Yahudi. Dalam hal ini, hari Asyura, di 10 Muharram, menjadi cikal-bakal munculnya tradisi puasa di bulan Ramadan. Mun’im Sirry, di dalam Islam Revisionis (2018), menyebut hal ini dengan dua alasan kunci: 1) Nabi memerintahkan puasa pada hari tersebut (hadist); 2) karena puasa Asyura sudah rutin dilakukan oleh kaum Quraisy. Dua alasan ini, jika di beber jantungnya, berdaras pada peristiwa Hari Pengampunan (YomKippur), ketika umat Yahudi terbebas dari keangkuhan Fir’aun di Mesir sekaligus awal Eksodus Nabi Musa. Hanya saja, setelah perintah puasa Ramadan ini turun, status puasa Asyura turun menjadi sunnah dan puasa Ramadan menjadi wajib dilakukan bagi umat Islam. Lantas apa yang distingtif sekaligus membuat puasa Ramadan menjadi begitu istimewa dan agung, selain dari paralelitas ini?

Tentu saja, lanjut Sirry (2018) karena pertama, ada ayat al-Quran yang memerintahkan; kedua, karena hal ini berkaitan dengan keagungan-keagungan yang terjadi selama Ramadan: suhuf Ibrahim diturunkan pada 1 Ramadan, Taurat diturunkan pada Nabi Musa As., pada 6 Ramadan, Injil diturunkan pada Nabi Isa As., pada 13 Ramadan, Zabur diturunkan pada Dawud pada 11 Ramadan, dan Al-Quran diturunkan pada Nabi Muhammad Saw., pada 24 Ramadan. Berbagai domain-domain “agung” inilah yang sebenarnya membentuk persepsi eskatologis mengapa Ramadan menjadi bulan yang paling agung. Dengan demikian, Ramadan tidak akan menjadi istimewa jika fenomena-fenomena ini tidak terjadi.

Perkembangan Tradisi Muslim

Berbagai fenomena di atas adalah domain-domain pembentuk mengapa Ramadan disebut bulan paling agung. Namun demikian, menarik untuk melihat bagaimana melihat keagungan Ramadan ini semakin pusparagam ditafsirkan oleh masyarakat Muslim pasca Kenabian Nabi Muhammad Saw. Interpretasi ini merujuk pada berbagai fenomena sosiokultural dan keagamaan yang lahir dari bagaimana umat Islam lantas menyambut Ramadan sesuai dengan konteks geografis di mana mereka tinggal.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memasuki babak baru. Perubahan status kelembagaan tersebut diikuti dengan penguatan tata kelola dan layanan akademik berbasis teknologi digital. Momentum tersebut ditandai dengan dilantiknya Prof. Dr. Ahmad Faisal sebagai Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo periode 2026–2029. […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Ramadhan juga mengajarkan konsep materialitas. Dalam audit, sesuatu dianggap material jika memengaruhi keputusan pengguna laporan. Dalam puasa, hal kecil seperti satu teguk air menjadi sangat material. Di luar Ramadhan mungkin kita menyepelekan gosip, fitnah, atau komentar kasar. Namun saat puasa, semua itu menjadi signifikan karena memengaruhi kualitas ibadah. Artinya, standar materialitas moral kita dinaikkan. Mari […]

  • Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peristiwa banjir dan tanah longsor di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai sebagai alarm nasional atas lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan industri tambang. Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan lingkungan, khususnya di wilayah […]

  • Investasi Langit

    Investasi Langit

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Di sinilah menariknya logika spiritual dalam Islam. Dalam ekonomi modern kita mengenal time value of money—nilai uang hari ini lebih tinggi dari nilai uang di masa depan. Tetapi Ramadhan justru mengajarkan konsep yang hampir kebalikannya: time value of amal. Amal kecil yang dilakukan pada waktu yang tepat—misalnya di malam Ramadhan—nilainya bisa melampaui amal besar yang […]

  • Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) melaksanakan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025 di Manna Cafe n Bakery Gorontalo, Kamis 23/10/2025 . Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh pemangku kepentingan di bidang perbenihan, guna menyamakan persepsi dalam mendukung peningkatan produksi dan […]

  • Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, tetap akan dituntaskan meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga. Penegasan tersebut disampaikan usai Idah meninjau langsung lokasi proyek PLTMH Poduwoma pada Minggu (8/2/2025). Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas […]

expand_less