Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 309
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kesinambungan ini bahkan merentang hingga ke dalam praktik agama Yahudi. Dalam hal ini, hari Asyura, di 10 Muharram, menjadi cikal-bakal munculnya tradisi puasa di bulan Ramadan. Mun’im Sirry, di dalam Islam Revisionis (2018), menyebut hal ini dengan dua alasan kunci: 1) Nabi memerintahkan puasa pada hari tersebut (hadist); 2) karena puasa Asyura sudah rutin dilakukan oleh kaum Quraisy. Dua alasan ini, jika di beber jantungnya, berdaras pada peristiwa Hari Pengampunan (YomKippur), ketika umat Yahudi terbebas dari keangkuhan Fir’aun di Mesir sekaligus awal Eksodus Nabi Musa. Hanya saja, setelah perintah puasa Ramadan ini turun, status puasa Asyura turun menjadi sunnah dan puasa Ramadan menjadi wajib dilakukan bagi umat Islam. Lantas apa yang distingtif sekaligus membuat puasa Ramadan menjadi begitu istimewa dan agung, selain dari paralelitas ini?

Tentu saja, lanjut Sirry (2018) karena pertama, ada ayat al-Quran yang memerintahkan; kedua, karena hal ini berkaitan dengan keagungan-keagungan yang terjadi selama Ramadan: suhuf Ibrahim diturunkan pada 1 Ramadan, Taurat diturunkan pada Nabi Musa As., pada 6 Ramadan, Injil diturunkan pada Nabi Isa As., pada 13 Ramadan, Zabur diturunkan pada Dawud pada 11 Ramadan, dan Al-Quran diturunkan pada Nabi Muhammad Saw., pada 24 Ramadan. Berbagai domain-domain “agung” inilah yang sebenarnya membentuk persepsi eskatologis mengapa Ramadan menjadi bulan yang paling agung. Dengan demikian, Ramadan tidak akan menjadi istimewa jika fenomena-fenomena ini tidak terjadi.

Perkembangan Tradisi Muslim

Berbagai fenomena di atas adalah domain-domain pembentuk mengapa Ramadan disebut bulan paling agung. Namun demikian, menarik untuk melihat bagaimana melihat keagungan Ramadan ini semakin pusparagam ditafsirkan oleh masyarakat Muslim pasca Kenabian Nabi Muhammad Saw. Interpretasi ini merujuk pada berbagai fenomena sosiokultural dan keagamaan yang lahir dari bagaimana umat Islam lantas menyambut Ramadan sesuai dengan konteks geografis di mana mereka tinggal.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Politisi Fraksi PKB itu juga menilai skema tersebut dapat menjadi terobosan untuk mengatasi panjangnya masa tunggu haji di Indonesia yang di beberapa daerah mencapai puluhan tahun. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi calon jemaah. “Kita tidak ingin ada orang yang harus menunggu 30 hingga 40 tahun untuk berangkat haji, sampai mereka ragu […]

  • Banjir Melanda Kelurahan Sasa RT 12, Warga Minta Perhatian Pemerintah Kota Ternate 

    Banjir Melanda Kelurahan Sasa RT 12, Warga Minta Perhatian Pemerintah Kota Ternate 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Terjadi Banjir melanda kota Ternate, kelurahan Sasa RT 12 sekitar pukul 15:46 WIT, dengan kekuatan yang lebih besar dan dampak yang lebih luas. Kamis, 20 Maret 2025. Menurut Ardian, salah satu warga terdampak, penyebab utama dari banjir kali ini adalah adanya penggusuran lahan yang terjadi di sekitar area tersebut. Penggusuran lahan dinilai telah merusak struktur […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 129
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

expand_less