Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 377
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih dekat, saya hendak mengambil contoh di Gorontalo. Bagi kalangan Muslim tradisional di Gorontalo, Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh keagungan, sehingga beberapa hari sebelum puasa pertama, mereka melakukan berbagai tradisi khusus penyambutan Ramadan. Pertama adalah Yimelu, atau tradisi silaturahmi masyarakat Gorontalo jelang ramadan yang identik dengan permintaan maaf. Yimelu bahkan diikuti membuat langgilo, atau pewangi pakaian alami untuk shalat, dan bongoyiladu sebagai shampoo alami mencuci rambut.

Dalam spektrum yang lebih luas, pada 15 Ramadan, di Gorontalo, ada yang disebut tradisi Malam Qunut. Di dalam tradisi ini, orang-orang berkumpul, berzikir bersama dan saling silaturahmi. Ketika mereka melakukan ini,cemilannya adalah kacang dan pisang (kaca wau lutu). Di sela-sela kongkow-kongkow, Malam Qunut juga dibarengi dengan ritual mandi dosa. Salah satu sumur tua di Kecamatan Batuda’a-lah yang diambil airnya dalam pelaksanaan ritual tersebut. Masyarakat percaya ketika mandi dengan air dari sumur tersebut, maka dosa-dosa mereka akan terhapuskan.

Tantangan dan Beberapa Catatan

Kesulitannya saat ini, berbagai tradisi ini seringkali mendapat hantaman yang cukup serius dari golongan Muslim konservatif. Alasan mereka seperti yang sudah-sudah: karena tradisi yang demikian itu merupakan hal yang tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad. Tafsir kaku yang direpresentasikan oleh kaum di atas, merupakan pembacaan terhadap Islam literal-atomistik. Jelas, Yimelulanggilo, bongoyiladu, bahkan Malam Qunut tidak pernah ada dalam tradisi Muslim Arabia. Hal ini justru berkembang belakangan seturut Islam mengalami serangkaian reartikulasi di dalam struktur pemahaman masyarakat lokal Gorontalo ketika menerima dan mempraktikkan Islam.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Ketua Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Provinsi Gorontalo, Amar, menyoroti pernyataan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Popayato yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar (hoax) dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) pada hari ini ,  minggu (19/10/2025). Dalam forum tersebut, Ketua BKAD disebut menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Popayato telah […]

  • Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan  Allah

    Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan Allah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum agung untuk meneguhkan iman, membersihkan hati, serta merenungi makna pengorbanan dan ketaatan yang diwariskan Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam. Di tengah gemuruh dunia yang sering melalaikan manusia dari Tuhannya, Idul Adha hadir mengingatkan kita bahwa kehidupan sejati bukan tentang siapa yang paling kaya […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros –  Karang Taruna Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, sukses menggelar Temu Karya sekaligus Pembentukan Pengurus Baru yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum, Jumat (9/1/2026), bertempat di Kantor Desa Majannang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh PJ Kepala Desa Majannang, Syamsir, S.S, Ketua Karang Taruna Kecamatan Maros Baru Syawir, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan […]

  • Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Isla Aulia'i Wasi Suhada
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Selain itu, kolaborasi lintas sektor patut ditingkatkan. Lembaga seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) dan media independen dapat menjadi mitra dalam memproduksi konten edukatif, sementara perusahaan teknologi membantu mengembangkan AI sederhana untuk menjawab pertanyaan publik tentang APBN. Pengalaman negara seperti Estonia, yang sukses dengan e-governance transparan berkat literasi digital tinggi, bisa menjadi inspirasi. Di Indonesia, langkah […]

expand_less