Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia mengatakan, sejak hadir di Indonesia pada tahun 1924, Ahmadiyah membangun berbagai kegiatan sosial secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

“Muslim Ahmadiyah meyakini bahwa Islam adalah agama yang rasional dan selaras dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” katanya.

Zaki juga menegaskan bahwa prinsip Love for All, Hatred for None (Cinta untuk Semua, Tidak Ada Kebencian untuk Siapa Pun) yang diperkenalkan Khalifah Ahmadiyah Hazrat Mirza Tahir Ahmad pada 1980 menjadi landasan utama gerakan Ahmadiyah di seluruh dunia.

Menurutnya, prinsip tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas sosial dan sikap jemaat yang mengedepankan perdamaian meskipun menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan persekusi.

“Meskipun jemaat Ahmadiyah mengalami berbagai bentuk persekusi, kami tidak membalas dengan kekerasan. Bagi kami, kekerasan tidak perlu dibalas dengan kekerasan,” ujarnya.

Dalam sesi bedah buku, Pdt. Ruth Ketsia Wangkai menilai Ahmadiyah sebagai komunitas yang terbuka dan konsisten menjalankan nilai-nilai kemanusiaan.

“Love for All, Hatred for None bukan hanya slogan, tetapi benar-benar menjadi prinsip hidup yang dijalankan,” katanya sambil menceritakan keterlibatan Ahmadiyah dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk donor darah.

Sementara itu, Iswan Sual menilai hubungan yang terjalin antara komunitasnya dengan Jemaat Ahmadiyah lebih banyak dibangun melalui kerja-kerja kemanusiaan daripada perdebatan perbedaan keyakinan.

“Jemaat Ahmadiyah menunjukkan keseriusan dalam misi-misi kemanusiaan. Kehadiran mereka turut mengubah berbagai prasangka terhadap umat Islam,” ujarnya.

Akademisi IAIN Manado, Taufani, dalam paparannya menyinggung sejarah lahirnya fatwa sesat terhadap Ahmadiyah yang menurutnya tidak terlepas dari pengaruh keputusan Liga Muslim Dunia tahun 1974.

Ia mendorong agar ruang dialog antara Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmadiyah, dan Syiah terus dibuka demi membangun pemahaman yang lebih baik di tengah masyarakat.

Menurut Taufani, tradisi Ahmadiyah memiliki kekuatan pada aspek rasionalitas keagamaan. Namun, ia juga memberikan sejumlah catatan konstruktif, di antaranya perlunya penguatan tradisi intelektual melalui pembangunan institusi pendidikan tinggi dan penyediaan program beasiswa.

“Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan. Ahmadiyah perlu memikirkan pembangunan kampus besar dan menawarkan scholarship sebagai investasi jangka panjang,” katanya.

Ia juga menyarankan agar setiap mubalig Ahmadiyah memperkuat silaturahmi dengan imam-imam masjid di berbagai daerah serta aktif beribadah bersama masyarakat luas sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan mengurangi jarak sosial.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Eben Haezer, Tateli, Minahasa, Sulawesi Utara, itu turut dihadiri tokoh agama, akademisi, mahasiswa, pegiat lintas iman, serta Koordinator Wilayah Gusdurian Sulampapua, Djemi Radji.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yenti Sofia Marlita
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Di sisi lain, upaya digitalisasi layanan publik yang tengah dikembangkan pemerintah merupakan langkah maju dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Pemanfaatan teknologi dapat membantu meminimalkan kesalahan dalam pendataan serta mengurangi peluang terjadinya otoritas. Meskipun demikian, penerapan digitalisasi juga menghadapi berbagai kendala, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses teknologi dan rendahnya tingkat literasimayamasyarakat. Oleh karena […]

  • PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menandatangani nota kesepahaman dan mencanangkan Galeri Investasi Syariah BEI–PWNU Gorontalo. Galeri tersebut akan berada di lantai II, Kantor PWNU Gorontalo Jl. Samratulangi, Kelurahan Limba UQ, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Penandatanganan berlangsung di kantor PWNU Gorontalo dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan […]

  • Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Tidak ada negara modern tanpa birokrasi. Ia lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan ketertiban, efisiensi, dan kepastian hukum. Max Weber bahkan menyebut birokrasi sebagai bentuk organisasi paling rasional yang pernah diciptakan manusia. Dengan pembagian kerja yang jelas, aturan yang baku, serta pengangkatan berdasarkan kompetensi, birokrasi diharapkan mampu menghindarkan negara dari praktik kekuasaan yang sewenang-wenang. Namun, […]

  • Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Keselamatan pengunjung pasar malam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kabupaten Maros, patut dipertanyakan. Hasil investigasi wartawan di lapangan menemukan kabel listrik yang menjalar di atas permukaan tanah tanpa pengamanan yang memadai, sehingga dinilai berpotensi membahayakan masyarakat yang datang ke lokasi. Dari pantauan langsung, kabel-kabel listrik terlihat membentang di jalur yang dilalui pengunjung. […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

  • Antara BBM, Subsidi, dan Amanat Anggaran: Membaca Akuntabilitas APBN dari Kasus Defisit 2026

    Antara BBM, Subsidi, dan Amanat Anggaran: Membaca Akuntabilitas APBN dari Kasus Defisit 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Haairunnisah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Lebih jauh, subsidi yang terlalu besar juga membuka ruang terjadinya moral hazard. Harga energi yang relatif murah mendorong konsumsi berlebih dan mengurangi insentif untuk berhemat. Dalam jangka panjang, pola ini tidak hanya membebani anggaran, tetapi juga menghambat upaya menuju penggunaan energi yang lebih efisien. Kritik publik terhadap pengelolaan APBN pun tidak bisa diabaikan. Isu pembengkakan […]

expand_less