Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

  • account_circle Asep Alfarizi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 328
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara peserta, seorang mahasantriwati bernama Nur Izza Khairunnisa terlihat serius mencatat setiap materi di buku kecilnya sejak awal kegiatan.

“Selama ini saya kira urusan harta dan ibadah itu dua jalan yang berbeda. Ternyata menjaga harta dari riba dan menumbuhkannya dengan cara halal juga bagian dari amanah yang harus kita tunaikan. Kalau kita membiarkan harta tidak dikelola, itu bukan zuhud, melainkan lalai,” tuturnya.

Ungkapan Izza mencerminkan perubahan cara pandang yang ingin dibangun melalui program ini. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan produk perbankan, tetapi membangun kesadaran bahwa mengelola harta dengan bijak merupakan bagian dari ibadah, bukan urusan duniawi yang terpisah dari nilai-nilai pesantren.

Sejak berdiri, Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari ustaz, guru, wirausahawan, hingga pegawai pemerintahan. Di sisi lain, BSI melihat ekosistem pesantren sebagai salah satu komunitas potensial sekaligus masih minim tersentuh inklusi keuangan syariah. Dengan lebih dari 26 ribu pesantren di seluruh Indonesia, menjangkau komunitas ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial dan keagamaan.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jika santri memahami keuangan syariah sejak dini, maka kita tidak hanya membangun nasabah, tetapi juga membangun generasi yang menjaga ekonomi umat tetap berjalan di atas rel kehalalan dan keadilan,” ujar Tim Literasi Keuangan BSI KCP Condet.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, dilanjutkan pembukaan rekening tabungan syariah perdana bagi beberapa santri yang berminat. Senyum kecil tampak menghiasi wajah para peserta, bukan karena hadiah, melainkan karena untuk pertama kalinya dunia keuangan terasa lebih dekat, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan.

Dari Condet, sebuah ikhtiar kecil telah dimulai. Dan dari pesantren, masa depan ekonomi syariah Indonesia sedang ditulis perlahan: satu santri, satu pemahaman, dan satu langkah pada satu waktu.

  • Penulis: Asep Alfarizi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Penulis : Asrul G.H. Lasapa (Da’i dan Pemerhati Sosial Keagamaan) Suasana semakin genting. Pergerakan massa sudah tidak terkendali. Teriakan demi teriakan menggelinding hingga ke petala langit. Suara dentuman benda keras menghantam genteng dan kaca bangunan megah seakan berlomba dengan suara letusan senjata aparat keamanan. Kobaran api semakin membara. Gumpalan asap hitam membumbung pekat ke angkasa […]

  • MK Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana, Mekanisme Dewan Pers Harus Didahulukan

    MK Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana, Mekanisme Dewan Pers Harus Didahulukan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa penggunaan instrumen hukum pidana maupun perdata terhadap wartawan yang secara sah menjalankan fungsi jurnalistiknya berpotensi menimbulkan kriminalisasi pers. Karena itu, penyelesaian sengketa pers harus terlebih dahulu ditempuh melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Penegasan tersebut disampaikan Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah saat […]

  • Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 422
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) secara tegas menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua, khususnya proyek food estate berskala besar di Kabupaten Merauke. Sikap tersebut merupakan rekomendasi resmi Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2026 yang berlangsung di Merauke pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Sidang MPL PGI 2026 […]

  • Pemerintah Inggris Mengakui Negara Palestina

    Pemerintah Inggris Mengakui Negara Palestina

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pada 21 September 2025, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer secara resmi mengakui Negara Palestina guna melindungi keberlangsungan solusi dua negara dan menciptakan jalan menuju perdamaian abadi bagi rakyat Israel dan Palestina. Keputusan bersejarah ini, yang diumumkan bersama Kanada dan Australia, diambil ketika situasi riil di Gaza terus memburuk, Israel terus memperluas permukiman ilegal di […]

expand_less