Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah
- account_circle Asep Alfarizi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 81
- print Cetak

Kegiatan foto bersama jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Condet bersama pengurus dan santri Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin usai pelaksanaan literasi keuangan syariah dan edukasi investasi emas di Auditorium Pesantren Khatamun Nabiyyin, Jakarta Timur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di antara peserta, seorang mahasantriwati bernama Nur Izza Khairunnisa terlihat serius mencatat setiap materi di buku kecilnya sejak awal kegiatan.
“Selama ini saya kira urusan harta dan ibadah itu dua jalan yang berbeda. Ternyata menjaga harta dari riba dan menumbuhkannya dengan cara halal juga bagian dari amanah yang harus kita tunaikan. Kalau kita membiarkan harta tidak dikelola, itu bukan zuhud, melainkan lalai,” tuturnya.
Ungkapan Izza mencerminkan perubahan cara pandang yang ingin dibangun melalui program ini. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan produk perbankan, tetapi membangun kesadaran bahwa mengelola harta dengan bijak merupakan bagian dari ibadah, bukan urusan duniawi yang terpisah dari nilai-nilai pesantren.
Sejak berdiri, Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari ustaz, guru, wirausahawan, hingga pegawai pemerintahan. Di sisi lain, BSI melihat ekosistem pesantren sebagai salah satu komunitas potensial sekaligus masih minim tersentuh inklusi keuangan syariah. Dengan lebih dari 26 ribu pesantren di seluruh Indonesia, menjangkau komunitas ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial dan keagamaan.
“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jika santri memahami keuangan syariah sejak dini, maka kita tidak hanya membangun nasabah, tetapi juga membangun generasi yang menjaga ekonomi umat tetap berjalan di atas rel kehalalan dan keadilan,” ujar Tim Literasi Keuangan BSI KCP Condet.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, dilanjutkan pembukaan rekening tabungan syariah perdana bagi beberapa santri yang berminat. Senyum kecil tampak menghiasi wajah para peserta, bukan karena hadiah, melainkan karena untuk pertama kalinya dunia keuangan terasa lebih dekat, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan.
Dari Condet, sebuah ikhtiar kecil telah dimulai. Dan dari pesantren, masa depan ekonomi syariah Indonesia sedang ditulis perlahan: satu santri, satu pemahaman, dan satu langkah pada satu waktu.
- Penulis: Asep Alfarizi

Saat ini belum ada komentar