Imam Alumni Pesantren As’adiyah Pimpin Shalat Jum’at Perdana di IKN
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak

Shalat Jum’at bersejarah tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Martomo Malaing, S.Q., M.A., alumni Pondok Pesantren As’adiyah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Momentum bersejarah tercatat di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan digelarnya Shalat Jum’at perdana di Masjid Negara IKN yang bertepatan dengan Jum’at pertama Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan jamaah memadati ruang utama masjid dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Shalat Jum’at bersejarah tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Martomo Malaing, S.Q., M.A., alumni Pondok Pesantren As’adiyah, yang dipercaya menjadi imam pada momen penting ini. Penunjukan imam dari kalangan alumni pesantren dinilai sebagai simbol kesinambungan tradisi keilmuan Islam dalam pembangunan ibu kota baru.
Khutbah Jum’at pertama di Masjid Negara IKN disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Kehadiran Menteri Agama sebagai khatib menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun IKN tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral.
Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperkuat integritas, kedisiplinan, serta persaudaraan dalam kehidupan berbangsa. Pembangunan fisik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pembangunan ruhani agar IKN menjadi kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai keadaban.
Ustadz H. Martomo Malaing menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menilai kesempatan menjadi imam pada Shalat Jum’at perdana ini bukan sekadar tugas ibadah, tetapi juga tanggung jawab moral dalam mengawal peradaban bangsa melalui nilai-nilai keislaman.
“Ini adalah amanah besar sekaligus kebanggaan bagi saya sebagai alumni As’adiyah. Semoga Masjid Negara IKN menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia dan berintegritas dalam membangun Nusantara,” ujarnya.
Antusiasme jamaah terlihat sejak sebelum pelaksanaan shalat dimulai. Kehadiran ribuan umat Islam dari berbagai latar belakang mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap peran masjid sebagai ruang pemersatu umat di ibu kota baru.
Pelaksanaan Shalat Jum’at perdana ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kehidupan keagamaan di IKN. Kolaborasi antara ulama, pesantren, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat karakter Indonesia yang religius, inklusif, dan berorientasi masa depan.


- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar