Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kewarganegaraan Qur’an : Sebuah Prediksi Global

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, perlu diingat bahwa kewarganegaraan qur’an di sini  bukanlah sebuah proyek kegenitan Islamisasi layaknya mimpi Al-Attas hingga Al-Faruqi, melainkan suatu  proses objektivikasi yang mensintesiskan berbagai macam produk teologi juga epistemologi. Oleh sebab itu, kita perlu membebaskan ulang Al-Qur’an dari penjara rahmatan lil muslimin agar ia betul-betul keluar menjadi rahmatan lil alamin. Jika Tuhan lebih besar daripada agama, maka manusia harus bisa melampaui tafsir-tafsir delusional di dalam kitab sucinya. Roger Geraudy (1913-2012), mantan anggota Politbiro Partai Komunis Prancis menyebut jika kita sangat memerlukan paradigma syariah yang historis. Khaled Abou El Fadl (2005) juga Mustafa  Akyol (2022) sendiri terus berupaya mengembalikan nalar, kebebasan dan toleransi dalam wacana pemikiran umat Islam. Sedangkan di Mesir,  Thariq Bisyri (1933-2021) menegaskan jika fiqih harus bersifat dialog bukan monolog. Hanya dengan cara itu, kritisisme, kreativitas dan inovasi tidak akan gampang diamputasi. Mencintai Al-Qur’an tak harus menukarkan keyakinan.

Bagi saya, paradigma kewarganegaraan qur’an hanya bisa disalurkan  melalui  revolusi tarbiyah (al-Tsaurah al-Tarbiyah). Pertama, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus fenomenologi. Dalam fenomenologi, fokus utamanya adalah bagaimana individu memaknai realitas melalui pengalaman langsung. Revolusi tidak dimulai dengan senjata, melainkan dengan perubahan kesadaran kolektif. Fenomenologi menolak pandangan bahwa dunia hanyalah sekumpulan data objektif yang statis. Sebaliknya, dunia adalah Lebenswelt (kehidupan) yang kita bentuk bersama. Revolusi membutuhkan subjek yang sadar akan kemampuannya untuk bertindak.

Kedua, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus hermeneutika. Revolusi membutuhkan alasan yang kuat untuk meruntuhkan tatanan lama. Di sinilah hermeneutika akan melakukan interpretasi kritis terhadap teks-teks  konstitusi, kitab suci atau dogma politik) yang selama ini dianggap absolut. Hermeneutika tidak menerima realitas apa adanya, melainkan melihat  makna tersembunyi di balik permukaan. Kecurigaan adalah motor penggerak revolusi kognitif yang kemudian bertransformasi menjadi aksi massa.Tanpa interpretasi yang kontekstual, sebuah ideologi revolusioner hanyalah huruf mati.  Ketiga, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus dialektika. Dialektika memandang bahwa segala sesuatu di dunia ini berada dalam proses perubahan yang terus-menerus. Perubahan ini tidak terjadi secara acak, melainkan didorong oleh kontradiksi internal. Revolusi bukanlah sekadar penghancuran, melainkan proses negasi. Segala doktrin tarbiyah yang sudah expired dinegasi oleh energi ijtihad yang sophisticated. Tanpa dialektika, revolusi hanya dianggap sebagai kerusuhan sejarah.

Struktur pemikiran revolusi tarbiyah di atas menghendaki agar Al-Qur’an harus menjadi prinsip dan  bukan sekedar pengetahuan. Atau jika mau disederhanakan dari “etik” menjadi “taktik”. Bukankah ketika diasingkan ke Prancis oleh Pahlavi, Imam Khomeini mampu mengelaborasi antara ajaran Al-Qur’an dengan Marxisme secara teliti? Bukankah karena militansi tarbiyah mesin kaderisasi kepemimpinan di Iran tidak pernah musnah?  Kewarganegaraan qur’an merupakan wujud kontemporer dari Al-Islam Din wa Daulah. Dalam  sudut pandang ini, saya menentang habis-habisan tesis Ahmet T. Kuru (2020). Jika dia melihat situasi terkini di Iran, maka klaimnya yang mengatakan  bahwa aliansi ulama-negara adalah sumber otoritarianisme dan ketertinggalan di dunia Muslim benar-benar berantakan dan tidak lagi relevan. Bukankah Iran telah menempatkan moral di atas rudal? Bukankah Iran telah menikmati kemakmuran di dalam tembok pengucilan sejak revolusi 1979?

Ketidaksepakatan saya terhadap Kuru kurang lebih sama dengan penentangan Asef Bayat terhadap inkonsistensi ide Habermas yang bungkam terhadap jaminan “ruang publik”, “dialog rasional” hingga “demokrasi deliberatif” di Gaza.  Tahun 2015 silam,  Noam Chomsky dan Ilan Pappe telah memublikasikan buku On Palestine. Bacalah! Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengatakan sekali lagi  apabila kewarganegaraan  qur’an merupakan paradigma alternatif agar ruang gerak  religiusitas serta nasionalisme kita tak menjadi sempit dan sesak nafas. Jadi, mari berikan kesempatan kepada para santri dan mahasiswa Muslim di Indonesia untuk tetap menjaga nyala api revolusi tarbiyah lewat rasa ma’iyatullah. Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

  • Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui perombakan jabatan struktural, Pemkab Maros melakukan penyegaran organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (5/1/2025), dan dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 70
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah sejuknya malam di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/12/2025), pesan tentang integritas disampaikan dengan cara yang sederhana namun berkesan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, hadir membuka peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) yang digelar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Di hadapan mahasiswa, Idah mengajak generasi muda, […]

  • SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Provinsi Sulawesi Selatan adalah Provinsi yang paling strategis di pulau Sulawesi namun menyimpang dalam perbaikan jalan. Hampir setiap hari sosial media menjadi media kritik namun gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman lamban dalam menangani kritik yang hadir akan daerahnya Berbeda dengan saudaranya A. Amran Sulaiman selaku menteri Pertanian yang sangat jelas Kinerjanya […]

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

expand_less