Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kewarganegaraan Qur’an : Sebuah Prediksi Global

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 851
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, perlu diingat bahwa kewarganegaraan qur’an di sini  bukanlah sebuah proyek kegenitan Islamisasi layaknya mimpi Al-Attas hingga Al-Faruqi, melainkan suatu  proses objektivikasi yang mensintesiskan berbagai macam produk teologi juga epistemologi. Oleh sebab itu, kita perlu membebaskan ulang Al-Qur’an dari penjara rahmatan lil muslimin agar ia betul-betul keluar menjadi rahmatan lil alamin. Jika Tuhan lebih besar daripada agama, maka manusia harus bisa melampaui tafsir-tafsir delusional di dalam kitab sucinya. Roger Geraudy (1913-2012), mantan anggota Politbiro Partai Komunis Prancis menyebut jika kita sangat memerlukan paradigma syariah yang historis. Khaled Abou El Fadl (2005) juga Mustafa  Akyol (2022) sendiri terus berupaya mengembalikan nalar, kebebasan dan toleransi dalam wacana pemikiran umat Islam. Sedangkan di Mesir,  Thariq Bisyri (1933-2021) menegaskan jika fiqih harus bersifat dialog bukan monolog. Hanya dengan cara itu, kritisisme, kreativitas dan inovasi tidak akan gampang diamputasi. Mencintai Al-Qur’an tak harus menukarkan keyakinan.

Bagi saya, paradigma kewarganegaraan qur’an hanya bisa disalurkan  melalui  revolusi tarbiyah (al-Tsaurah al-Tarbiyah). Pertama, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus fenomenologi. Dalam fenomenologi, fokus utamanya adalah bagaimana individu memaknai realitas melalui pengalaman langsung. Revolusi tidak dimulai dengan senjata, melainkan dengan perubahan kesadaran kolektif. Fenomenologi menolak pandangan bahwa dunia hanyalah sekumpulan data objektif yang statis. Sebaliknya, dunia adalah Lebenswelt (kehidupan) yang kita bentuk bersama. Revolusi membutuhkan subjek yang sadar akan kemampuannya untuk bertindak.

Kedua, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus hermeneutika. Revolusi membutuhkan alasan yang kuat untuk meruntuhkan tatanan lama. Di sinilah hermeneutika akan melakukan interpretasi kritis terhadap teks-teks  konstitusi, kitab suci atau dogma politik) yang selama ini dianggap absolut. Hermeneutika tidak menerima realitas apa adanya, melainkan melihat  makna tersembunyi di balik permukaan. Kecurigaan adalah motor penggerak revolusi kognitif yang kemudian bertransformasi menjadi aksi massa.Tanpa interpretasi yang kontekstual, sebuah ideologi revolusioner hanyalah huruf mati.  Ketiga, revolusi tarbiyah perlu mendalami diskursus dialektika. Dialektika memandang bahwa segala sesuatu di dunia ini berada dalam proses perubahan yang terus-menerus. Perubahan ini tidak terjadi secara acak, melainkan didorong oleh kontradiksi internal. Revolusi bukanlah sekadar penghancuran, melainkan proses negasi. Segala doktrin tarbiyah yang sudah expired dinegasi oleh energi ijtihad yang sophisticated. Tanpa dialektika, revolusi hanya dianggap sebagai kerusuhan sejarah.

Struktur pemikiran revolusi tarbiyah di atas menghendaki agar Al-Qur’an harus menjadi prinsip dan  bukan sekedar pengetahuan. Atau jika mau disederhanakan dari “etik” menjadi “taktik”. Bukankah ketika diasingkan ke Prancis oleh Pahlavi, Imam Khomeini mampu mengelaborasi antara ajaran Al-Qur’an dengan Marxisme secara teliti? Bukankah karena militansi tarbiyah mesin kaderisasi kepemimpinan di Iran tidak pernah musnah?  Kewarganegaraan qur’an merupakan wujud kontemporer dari Al-Islam Din wa Daulah. Dalam  sudut pandang ini, saya menentang habis-habisan tesis Ahmet T. Kuru (2020). Jika dia melihat situasi terkini di Iran, maka klaimnya yang mengatakan  bahwa aliansi ulama-negara adalah sumber otoritarianisme dan ketertinggalan di dunia Muslim benar-benar berantakan dan tidak lagi relevan. Bukankah Iran telah menempatkan moral di atas rudal? Bukankah Iran telah menikmati kemakmuran di dalam tembok pengucilan sejak revolusi 1979?

Ketidaksepakatan saya terhadap Kuru kurang lebih sama dengan penentangan Asef Bayat terhadap inkonsistensi ide Habermas yang bungkam terhadap jaminan “ruang publik”, “dialog rasional” hingga “demokrasi deliberatif” di Gaza.  Tahun 2015 silam,  Noam Chomsky dan Ilan Pappe telah memublikasikan buku On Palestine. Bacalah! Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengatakan sekali lagi  apabila kewarganegaraan  qur’an merupakan paradigma alternatif agar ruang gerak  religiusitas serta nasionalisme kita tak menjadi sempit dan sesak nafas. Jadi, mari berikan kesempatan kepada para santri dan mahasiswa Muslim di Indonesia untuk tetap menjaga nyala api revolusi tarbiyah lewat rasa ma’iyatullah. Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros kembali membuahkan hasil nyata. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) Maros secara resmi menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 48 peserta yang telah berhasil menuntaskan program pelatihan vokasi yang berlangsung pada 23–31 Oktober 2025 lalu. Acara […]

  • Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, […]

  • Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca di tengah berlangsungnya Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil manajemen The Blues meski performa tim dinilai belum sepenuhnya terpuruk. Saat ini, Chelsea masih menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Namun, jarak 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 509
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 446
    • 0Komentar

    “Situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, sering memunculkan kembali narasi lama tentang pertentangan Sunni dan Syiah. Padahal persoalan tersebut tidak sesederhana konflik mazhab,” jelas Abdul Qadir. Pengamat Timur Tengah Wahab Nasaru memaparkan bahwa konflik di kawasan tersebut tidak semata-mata bisa dipahami sebagai pertentangan sektarian Sunni–Syiah. Ia menekankan […]

  • FGD di BINUS, UNUSIA–ICMA Teken Implementation Agreement Dorong Kolaborasi Akademik

    FGD di BINUS, UNUSIA–ICMA Teken Implementation Agreement Dorong Kolaborasi Akademik

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memperkuat komitmennya dalam penguatan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi strategis bersama Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA). Sinergi tersebut diwujudkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Tridarma Perguruan Tinggi” yang digelar di BINUS University Kampus Anggrek, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dihadiri pimpinan serta perwakilan perguruan tinggi mitra […]

expand_less