Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di tengah sejuknya malam di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/12/2025), pesan tentang integritas disampaikan dengan cara yang sederhana namun berkesan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, hadir membuka peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) yang digelar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo.

Di hadapan mahasiswa, Idah mengajak generasi muda, khususnya calon penegak hukum, untuk memahami bahwa korupsi bukan sekadar soal uang dalam jumlah besar. Lebih dari itu, korupsi kerap bermula dari kelalaian, kesalahan administrasi, hingga penyalahgunaan kewenangan yang sering kali dianggap sepele.

“Korupsi bisa menjerat siapa saja, dari pejabat tinggi hingga aparatur desa. Ia tidak mengenal jabatan, latar belakang, bahkan citra pribadi,” ujar Idah.

Ia menekankan bahwa integritas dan iman menjadi benteng utama ketika kesempatan untuk berbuat curang terbuka. Banyak kasus, kata Idah, justru melibatkan sosok yang dikenal baik, santun, dan religius. “Ketika ada kesempatan tanpa integritas, siapa pun bisa terjerumus,” katanya.

Sebagai Wakil Gubernur perempuan pertama di Gorontalo, Idah juga berbagi pengalaman personal selama berkecimpung di dunia politik. Ia bersyukur karena dirinya dan keluarga—termasuk sang suami yang pernah menjabat Gubernur Gorontalo dua periode—dapat menjaga diri dari praktik korupsi. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, dimulai dari lingkungan keluarga.

Pesan Idah kian relevan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum yang kelak akan berada di garis depan penegakan hukum. Ia menegaskan pentingnya memahami hukum secara mendalam, termasuk risiko dan konsekuensi dari setiap tindakan hukum. Di pundak generasi muda inilah, harapan menuju Indonesia Emas 2045 diletakkan.

Malam itu, suasana menjadi lebih hangat ketika Idah membawa sendiri Mie Godok buatannya dan membagikannya kepada mahasiswa serta dosen yang hadir. Hidangan sederhana tersebut menjadi simbol keteladanan dan kedekatan—bahwa perjuangan melawan korupsi tidak hanya disampaikan lewat pidato, tetapi juga melalui contoh nyata dan sentuhan kemanusiaan.

Dari sepiring Mie Godok hingga pesan tegas tentang integritas, Harkodia di Gorontalo menjadi pengingat bahwa perang melawan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, sejak dini, dan dengan cara yang membumi.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Pada awal tahun 2000-an, di tubuh Nahdlatul Ulama, muncul satu arus pemikiran penting yang digerakkan terutama oleh anak-anak muda NU di level kultural, yang kemudian dikenal sebagai Postradisionalisme Islam. Gerakan pemikiran ini lahir dan tumbuh dari ruang-ruang intelektual dan kebudayaan yang relatif cair. LKiS di Yogyakarta dan Desantara di Jakarta menjadi dua simpul penting yang […]

  • Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pada tahun 1927, seorang psikolog Soviet bernama Bluma Zeigarnik melakukan penelitian yang hasilnya kemudian dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Konon, inspirasinya muncul setelah ia mengamati pelayan restoran yang mampu mengingat pesanan pelanggan yang belum dibayar dengan sangat rinci, tetapi segera melupakannya setelah transaksi selesai. Pengamatan sederhana ini kemudian diuji melalui eksperimen psikologis dan menghasilkan temuan yang […]

  • Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.506
    • 1Komentar

    nulondalo.com –  Polemik mengenai pembagian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN terus memantik perdebatan publik. Di tengah silang pendapat antara pihak yang mengkritik dan membela kebijakan tersebut, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menyampaikan pandangannya secara kritis. Menurut Gus Aniq, sejumlah pihak mencoba membenarkan […]

  • Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Selatan. Bukan semata karena luas wilayah yang terdampak, tetapi juga karena ancamannya terhadap lingkungan, satwa, masyarakat, kesehatan, dan kualitas udara. Sakti, seorang warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, turut menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

expand_less