Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 72
- print Cetak

Ilustrasi suasana rukyatul hilal menjelang Idul Fitri, menampilkan masyarakat mengamati bulan sabit di ufuk barat dengan latar masjid dan langit senja Ramadan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prediksi BRIN dan Data BMKG
Berbeda dengan Muhammadiyah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Prediksi ini didasarkan pada analisis astronomi terhadap posisi hilal menjelang akhir Ramadan.
Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat pemantauan hilal 19 Maret 2026, posisi bulan di wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Kondisi ini menjadi faktor utama yang memengaruhi kemungkinan awal Syawal tidak dapat ditetapkan pada hari berikutnya.
Sejalan dengan itu, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan ketinggian hilal berada pada kisaran 0,91 hingga 3,13 derajat, dengan elongasi antara 4,54 hingga 6,1 derajat.
Berdasarkan parameter tersebut, peluang hilal terlihat pada 19 Maret dinilai relatif kecil, sehingga bulan Ramadan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari sebelum memasuki 1 Syawal.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar