Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak

Suasana diskusi Tadarus Buku “Sunnah–Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?” di Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah, menghadirkan narasumber seperti Gus Aniq Nawawi, Wahab Nasaru, dan Arrang Batara dengan peserta mahasiswa dan santri yang antusias mengikuti dialog interaktif.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, Gorontalo – Kelompok kajian keislaman dalam rangka Seri Kajian Islam Progresif menggelar Tadarus Buku pada Senin malam, 16 Maret 2026, dengan membahas karya M. Quraish Shihab berjudul “Sunnah–Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?”.
Kegiatan ini mengangkat tema “Membongkar Narasi Salah Paham: Sunni–Syiah dan Politik Global” dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membedah relasi Sunni–Syiah dalam konteks dinamika geopolitik dunia Islam.
Diskusi dipandu oleh Abdul Qadir Lawero. Dalam pengantarnya, Abdul Qadir menjelaskan bahwa buku karya Quraish Shihab yang diterbitkan pada 2008 tersebut mencoba menghadirkan perspektif baru dalam melihat hubungan antara Sunni dan Syiah, terutama di tengah keragaman penafsiran keagamaan di dunia Islam, termasuk Indonesia.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar