Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 80
- print Cetak

Pepi Al-Bayqunie/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di titik ini, menarik membaca fenomena ini melalui gagasan Michael Billig tentang banal nationalism. Billig menunjukkan bahwa nasionalisme tidak selalu hadir dalam bentuk besar—upacara, simbol, atau mobilisasi massa. Tetapi, bisa muncul dari hal-hal kecil terlihat receh dan rutin.
WFH, dalam konteks ini, dapat dibaca sebagai bentuk baru dari nasionalisme yang banal—sebuah gerakan menyelamatkan bangsa dengan cara berdiam diri di rumah. Ia tidak menghadirkan heroisme yang riuh, melainkan bekerja secara sederhana: ketika jutaan orang memilih untuk tidak bergerak, tidak menyalakan kendaraan, dan tidak menambah beban pada sistem energi, di situlah kontribusi kolektif berlangsung. “Diam” bukan lagi ketiadaan tindakan, tetapi bentuk lain dari tindakan itu sendiri—sebuah kesadaran bahwa dalam dunia yang terhubung, pengurangan mobilitas bisa menjadi strategi menjaga, dan bahwa ruang pribadi yang tampak biasa pun terikat langsung dengan kepentingan publik yang lebih luas.
Mari melawan situasi ini dengan berdiam diri di rumah, setidaknya sekali seminggu.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar