Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah.

Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai pijakan utama kebijakan negara. Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap demonstrasi yang merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.

“Rakyat murka karena menyaksikan sebagian elit penguasa yang tidak sensitif dan berempati terhadap beban rakyat. Presiden harus segera memimpin dan memerintahkan semua institusi negara bersikap berdasarkan etika, kebersahajaan, dan asas kepatutan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat luas,” demikian salah satu poin seruan tersebut.

Gerakan Nurani Bangsa juga menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain: Kepolisian segera mengevaluasi kepemimpinan dan kebijakannya agar tidak melanggar HAM.

Pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel.
Penghapusan tunjangan dan fasilitas pejabat publik yang berlebihan.

Penguatan program kesejahteraan sosial dan koreksi terhadap kebijakan yang mengurangi pemenuhan hak dasar rakyat.

Selain itu, gerakan ini menegaskan pentingnya penegakan prinsip supremasi sipil dalam demokrasi serta mendorong TNI/Polri tetap profesional sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Mereka juga mengimbau masyarakat agar membangun kesadaran kolektif secara damai, tanpa kekerasan, perusakan, atau penjarahan.

Di bagian akhir, Gerakan Nurani Bangsa mengajak para pemuka agama, budayawan, akademisi, pimpinan rumah ibadah, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan serta ikut menjaga keselamatan bangsa.

Gerakan Nurani Bangsa digerakkan oleh tokoh-tokoh nasional diantaranya Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, KH. Ahmad Mustofa Bisri, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Franz Magnis-Suseno SJ, Amin Abdullah, Alissa Q. Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Pendeta Jacky Manuputty, Pendeta Gomar Gultom, hingga budayawan Slamet Rahardjo.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBNU Buka Lembaran Baru, Rapat Pleno Putuskan Rekonsiliasi dan Pemulihan Kepengurusan

    PBNU Buka Lembaran Baru, Rapat Pleno Putuskan Rekonsiliasi dan Pemulihan Kepengurusan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi membuka lembaran baru organisasi setelah menggelar Rapat Pleno, dikutip Jumat, 30 Januari 2026. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting yang menandai berakhirnya polemik internal PBNU dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu keputusan utama rapat pleno adalah diterimanya permohonan maaf Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atas […]

  • Buron Interpol Kasus Suap PTSL Rp1,7 Miliar Ditangkap di Malaysia, Dibawa ke Jakarta

    Buron Interpol Kasus Suap PTSL Rp1,7 Miliar Ditangkap di Malaysia, Dibawa ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia berhasil menangkap buron internasional bernama Jimmy Lie yang telah masuk dalam daftar red notice sejak 22 September 2025. Jimmy Lie diketahui merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap senilai Rp1,7 miliar terkait pengurusan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap […]

  • Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq Play Button

    Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu? Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Bagi siapa pun yang menelusuri sejarah awal Islam, nama Khabbab bin al‑Arat muncul sebagai salah satu tokoh sahabat yang perannya sangat strategis, meski sering luput dari perhatian umum. Selain karena keteguhan imannya, ia juga dikenal karena pengaruhnya dalam pembinaan sahabat-sahabat Muslim awal, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa yang turut memengaruhi hidayah Umar bin al‑Khattab. Khabbab lahir […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

expand_less