Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu.

Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut bahwa aksi Kevin hanyalah “drama pesanan” dan dikait-kaitkan dengan sosok Yosar Ruiba, yang juga disebut sebagai pengelola PETI di Pohuwato dan kebetulan berasal dari organisasi yang sama, PMII. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah keras oleh Kevin.

“Saya tegaskan secara terbuka: gerakan saya tidak pernah sekalipun ditunggangi oleh pihak mana pun, bahkan dari organisasi saya sendiri. Saya tidak pernah berkomunikasi, apalagi menerima arahan dari Yosar Ruiba. Saya bisa pastikan, beliau tidak pernah mengintervensi gerakan saya,” ujar Kevin dengan nada tegas.

Kevin menyebut bahwa narasi yang beredar itu adalah bentuk pengalihan isu yang sengaja digoreng untuk meredam tekanan publik terhadap mafia tambang di Pohuwato. Baginya, isu itu bukan hanya serangan pribadi, tetapi juga upaya sistematis untuk membungkam gerakan Kevin dan aksinya di lapangan yang berani bersuara melawan arus para mafia terselubung.

“Saya tahu persis ini pola lama. Ketika kita bicara soal tambang ilegal, selalu ada pihak yang mencoba menggiring isu ke ranah personal. Tujuannya satu: membunuh karakter dan memecah fokus masyarakat dari aktor utama yang sebenarnya sedang saya soroti,” ungkap Kevin.

Pernah Demo Yosar Ruiba: Bukti Tak Pandang Bulu

Lebih jauh, Kevin bahkan mengungkap bahwa dirinya pernah menggelar aksi unjuk rasa yang juga menyoroti nama Yosar Ruiba dalam konteks dugaan keterlibatan di aktivitas PETI. Hal ini membuktikan bahwa gerakannya tidak pernah bersifat selektif apalagi beraroma pesanan.

“Saya sudah pernah demo juga soal Yosar Ruiba. Artinya saya tidak pernah pandang bulu. Siapa pun yang saya nilai terlibat dalam tambang ilegal akan saya kritik — entah itu senior saya, teman satu organisasi, atau bahkan pejabat publik. Tapi saya harus tetap berbicara berdasarkan data empirik. Dan kalau nanti data itu saya temukan, saya tidak akan diam,” tegas Kevin.

Baginya, integritas gerakan adalah harga mati. Ia menolak keras tudingan bahwa aksi yang dilakukan bersama rekan-rekan aktivis hanyalah sandiwara.

“Kalau ada yang menuduh saya dibayar, saya tantang mereka buka fakta dan bukti. Jangan bersembunyi di balik akun anonim sambil menebar fitnah. Gerakan saya lahir dari advokasi dan investigatif lapangan yang mengakibatkan kerusakan tertentu pada lingkungan dan lemahnya penegakan hukum di sektor pertambangan, bukan karena amplop atau arahan siapa pun,” ucap Kevin.

Narasi Pengalihan Isu dan Kepentingan Gelap

Kevin juga menilai, munculnya tudingan itu bukan tanpa sebab. Ia menduga ada kelompok tertentu yang merasa terancam oleh sorotan publik terhadap aktivitas tambang ilegal Pohuwato. Dengan menggiring narasi bahwa aksi Kevin Lapendos ditunggangi, mereka berharap banyak pihak kehilangan kepercayaan terhadap gerakannya yang sedang berkembang

“Saya paham arah serangan ini. Mereka ingin menciptakan kebingungan publik dan mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang paling penting: siapa sebenarnya aktor besar di balik tambang ilegal yang telah merusak hutan dan sungai di Pohuwato? Kenapa aparat penegak hukum seperti menutup mata?” pungkas Kevin.

Lebih lanjut, Kevin menilai bahwa langkah-langkah seperti ini hanyalah strategi perang opini yang kotor. Ia menegaskan bahwa selama masih ada ketimpangan, kerusakan lingkungan, dan pembiaran terhadap pelaku tambang ilegal, maka ia akan tetap bersuara — meski harus berhadapan dengan fitnah atau tekanan dari berbagai arah.

“Saya tidak gentar. Kalau niat saya dituduh demi kepentingan pribadi, biarlah waktu dan kebenaran yang membuktikan. Saya hanya ingin menegaskan gerakan saya. Ini bukan soal politik, bukan soal organisasi. Ini soal keberpihakan pada situasi alam Gorontalo,” tuturnya.

Gerakan Independen, Bukan Bawahan PMII

Menanggapi isu yang mencoba menyeret nama PMII dalam aksinya, Kevin menegaskan bahwa gerakannya sepenuhnya independen. Ia tetap menghormati organisasi PMII sebagai wadah intelektual dan perjuangan mahasiswa Islam, tetapi menolak keras jika gerakan pribadinya dikaitkan dengan garis komando organisasi.

“Saya tegaskan sekali lagi: ini bukan gerakan PMII. Ini murni gerakan pribadi saya. Saya bergerak atas dasar apa advokasi saya, bukan instruksi organisasi. Kalau pun saya kader PMII, bukan berarti setiap langkah saya adalah representasi organisasi. Ini bentuk tanggung jawab moral saya sebagai orang yang mencintai Gorontalo,” tegas Kevin.

Menolak Bungkam, Melawan Manipulasi

Kevin menutup pernyataannya dengan nada keras dan penuh keyakinan. Ia menyerukan agar publik tidak mudah termakan narasi manipulatif yang sengaja disebar untuk melemahkan perjuangan aktivis muda yang sedang membongkar praktik ilegal di sektor tambang.

“Saya tidak akan diam. Selama ada ketidakadilan, selama ada perampokan sumber daya alam atas nama kekuasaan, saya akan terus bersuara. Sekalipun harus berhadapan dengan fitnah, tekanan, dan pembunuhan karakter,” ujarnya mantap.

Bagi Kevin, perjuangan gerakannya tidak boleh dibayar dengan rasa takut. Sebab, di tengah kebisuan banyak pihak terhadap kejahatan tambang ilegal, keberanian untuk bersuara justru menjadi bentuk paling murni dari cinta terhadap negeri.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie […]

  • Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Anggota DPRD Maros, Rahmat Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Maros yang dinilai konsisten dan intens menindak penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut ia sampaikan langsung saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). “Kami sangat mengapresiasi kinerja Polres Maros dan jajarannya atas keberhasilan […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 76
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

  • Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pintraco Sekuritas hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah bertajuk “Investasi Itu Mudah dan Waspada Investasi Ilegal” yang menjadi bagian dari Pekan Ekonomi Syariah di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, (Rabu 29/10/ 2025) Seminar ini menghadirkan Sugiman, perwakilan Pintraco Sekuritas, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya memahami investasi syariah sebagai […]

  • Adanya Dugaan Malpraktik di RS Multazam, Aktivis Gorontalo Desak Pencopotan Dokter Play Button

    Adanya Dugaan Malpraktik di RS Multazam, Aktivis Gorontalo Desak Pencopotan Dokter

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivis Muda Kevin Lapendos melayangkan Dugaan keras kepada Rumah Sakit Multazam Gorontalo dan dokter yang menangani operasi caesar pada 8 Desember 2025 yakni Dr Alfreed Wuisana, Sp.OG, atas dugaan kelalaian medis serius. Kevin menyatakan salah-satu pasien mengalami kegagalan luar biasa setelah operasi, bahkan ada dugaan bahwa satu pasien inisial SRO telah terdaftar untuk […]

  • Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberikan perlindungan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial pada tahun anggaran 2025 memprogramkan bantuan sosial barang yang diberikan kepada keluarga dalam bentuk Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G). Pemberian bantuan bahan pangan yang telah memasuki tahun ke-4 sejak 2021 silam ini, menjangkau 76 kecamatan, 652 desa dan kelurahan di 5 Kabupaten […]

expand_less