Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu.

Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut bahwa aksi Kevin hanyalah “drama pesanan” dan dikait-kaitkan dengan sosok Yosar Ruiba, yang juga disebut sebagai pengelola PETI di Pohuwato dan kebetulan berasal dari organisasi yang sama, PMII. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah keras oleh Kevin.

“Saya tegaskan secara terbuka: gerakan saya tidak pernah sekalipun ditunggangi oleh pihak mana pun, bahkan dari organisasi saya sendiri. Saya tidak pernah berkomunikasi, apalagi menerima arahan dari Yosar Ruiba. Saya bisa pastikan, beliau tidak pernah mengintervensi gerakan saya,” ujar Kevin dengan nada tegas.

Kevin menyebut bahwa narasi yang beredar itu adalah bentuk pengalihan isu yang sengaja digoreng untuk meredam tekanan publik terhadap mafia tambang di Pohuwato. Baginya, isu itu bukan hanya serangan pribadi, tetapi juga upaya sistematis untuk membungkam gerakan Kevin dan aksinya di lapangan yang berani bersuara melawan arus para mafia terselubung.

“Saya tahu persis ini pola lama. Ketika kita bicara soal tambang ilegal, selalu ada pihak yang mencoba menggiring isu ke ranah personal. Tujuannya satu: membunuh karakter dan memecah fokus masyarakat dari aktor utama yang sebenarnya sedang saya soroti,” ungkap Kevin.

Pernah Demo Yosar Ruiba: Bukti Tak Pandang Bulu

Lebih jauh, Kevin bahkan mengungkap bahwa dirinya pernah menggelar aksi unjuk rasa yang juga menyoroti nama Yosar Ruiba dalam konteks dugaan keterlibatan di aktivitas PETI. Hal ini membuktikan bahwa gerakannya tidak pernah bersifat selektif apalagi beraroma pesanan.

“Saya sudah pernah demo juga soal Yosar Ruiba. Artinya saya tidak pernah pandang bulu. Siapa pun yang saya nilai terlibat dalam tambang ilegal akan saya kritik — entah itu senior saya, teman satu organisasi, atau bahkan pejabat publik. Tapi saya harus tetap berbicara berdasarkan data empirik. Dan kalau nanti data itu saya temukan, saya tidak akan diam,” tegas Kevin.

Baginya, integritas gerakan adalah harga mati. Ia menolak keras tudingan bahwa aksi yang dilakukan bersama rekan-rekan aktivis hanyalah sandiwara.

“Kalau ada yang menuduh saya dibayar, saya tantang mereka buka fakta dan bukti. Jangan bersembunyi di balik akun anonim sambil menebar fitnah. Gerakan saya lahir dari advokasi dan investigatif lapangan yang mengakibatkan kerusakan tertentu pada lingkungan dan lemahnya penegakan hukum di sektor pertambangan, bukan karena amplop atau arahan siapa pun,” ucap Kevin.

Narasi Pengalihan Isu dan Kepentingan Gelap

Kevin juga menilai, munculnya tudingan itu bukan tanpa sebab. Ia menduga ada kelompok tertentu yang merasa terancam oleh sorotan publik terhadap aktivitas tambang ilegal Pohuwato. Dengan menggiring narasi bahwa aksi Kevin Lapendos ditunggangi, mereka berharap banyak pihak kehilangan kepercayaan terhadap gerakannya yang sedang berkembang

“Saya paham arah serangan ini. Mereka ingin menciptakan kebingungan publik dan mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang paling penting: siapa sebenarnya aktor besar di balik tambang ilegal yang telah merusak hutan dan sungai di Pohuwato? Kenapa aparat penegak hukum seperti menutup mata?” pungkas Kevin.

Lebih lanjut, Kevin menilai bahwa langkah-langkah seperti ini hanyalah strategi perang opini yang kotor. Ia menegaskan bahwa selama masih ada ketimpangan, kerusakan lingkungan, dan pembiaran terhadap pelaku tambang ilegal, maka ia akan tetap bersuara — meski harus berhadapan dengan fitnah atau tekanan dari berbagai arah.

“Saya tidak gentar. Kalau niat saya dituduh demi kepentingan pribadi, biarlah waktu dan kebenaran yang membuktikan. Saya hanya ingin menegaskan gerakan saya. Ini bukan soal politik, bukan soal organisasi. Ini soal keberpihakan pada situasi alam Gorontalo,” tuturnya.

Gerakan Independen, Bukan Bawahan PMII

Menanggapi isu yang mencoba menyeret nama PMII dalam aksinya, Kevin menegaskan bahwa gerakannya sepenuhnya independen. Ia tetap menghormati organisasi PMII sebagai wadah intelektual dan perjuangan mahasiswa Islam, tetapi menolak keras jika gerakan pribadinya dikaitkan dengan garis komando organisasi.

“Saya tegaskan sekali lagi: ini bukan gerakan PMII. Ini murni gerakan pribadi saya. Saya bergerak atas dasar apa advokasi saya, bukan instruksi organisasi. Kalau pun saya kader PMII, bukan berarti setiap langkah saya adalah representasi organisasi. Ini bentuk tanggung jawab moral saya sebagai orang yang mencintai Gorontalo,” tegas Kevin.

Menolak Bungkam, Melawan Manipulasi

Kevin menutup pernyataannya dengan nada keras dan penuh keyakinan. Ia menyerukan agar publik tidak mudah termakan narasi manipulatif yang sengaja disebar untuk melemahkan perjuangan aktivis muda yang sedang membongkar praktik ilegal di sektor tambang.

“Saya tidak akan diam. Selama ada ketidakadilan, selama ada perampokan sumber daya alam atas nama kekuasaan, saya akan terus bersuara. Sekalipun harus berhadapan dengan fitnah, tekanan, dan pembunuhan karakter,” ujarnya mantap.

Bagi Kevin, perjuangan gerakannya tidak boleh dibayar dengan rasa takut. Sebab, di tengah kebisuan banyak pihak terhadap kejahatan tambang ilegal, keberanian untuk bersuara justru menjadi bentuk paling murni dari cinta terhadap negeri.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja […]

  • Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan rotasi besar-besaran terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 821.2/KEP/BUP-BB/12/233/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025, sebanyak 24 pejabat eselon II resmi dilantik dan dirotasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone […]

  • Jejak Safari Ramadan H. Ali Yafid di Bone

    Jejak Safari Ramadan H. Ali Yafid di Bone

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Bone- Ramadan hari ke-12 menjadi momen istimewa bagi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid. Safari Ramadan kali ini membawanya pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten Bone. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan rangkaian kegiatan penuh makna yang menyentuh hati masyarakat. Di Bone, Ali Yafid memulai agenda dengan kunjungan ke MAN 2 Bone, […]

  • Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat Kabupaten Maros. Pada Senin, 14 September 2026, massa aksi PMII menggelar demonstrasi di dua titik sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah persoalan pelayanan publik yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian secara konkret. Aksi diawali di Simpang Empat BRI Kabupaten Maros. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi […]

  • Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Di tengah sejuknya udara pegunungan Malino, para penggerak Komunitas GUSDURian (KGD) Makassar berkumpul dalam sebuah pertemuan bernama komunitas meting yang berlangsung pada 2-4 Mei 2025. Villa Vinus Malino dua yang menjadi tempat pertemuan itu seolah menjadi saksi bisu lahirnya sebuah visi baru yang lebih inklusif dan menjanjikan bagi keberlanjutan komunitas. Visi tersebut berbunyi, “GUSDURian Makassar […]

expand_less