Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu.

Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut bahwa aksi Kevin hanyalah “drama pesanan” dan dikait-kaitkan dengan sosok Yosar Ruiba, yang juga disebut sebagai pengelola PETI di Pohuwato dan kebetulan berasal dari organisasi yang sama, PMII. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah keras oleh Kevin.

“Saya tegaskan secara terbuka: gerakan saya tidak pernah sekalipun ditunggangi oleh pihak mana pun, bahkan dari organisasi saya sendiri. Saya tidak pernah berkomunikasi, apalagi menerima arahan dari Yosar Ruiba. Saya bisa pastikan, beliau tidak pernah mengintervensi gerakan saya,” ujar Kevin dengan nada tegas.

Kevin menyebut bahwa narasi yang beredar itu adalah bentuk pengalihan isu yang sengaja digoreng untuk meredam tekanan publik terhadap mafia tambang di Pohuwato. Baginya, isu itu bukan hanya serangan pribadi, tetapi juga upaya sistematis untuk membungkam gerakan Kevin dan aksinya di lapangan yang berani bersuara melawan arus para mafia terselubung.

“Saya tahu persis ini pola lama. Ketika kita bicara soal tambang ilegal, selalu ada pihak yang mencoba menggiring isu ke ranah personal. Tujuannya satu: membunuh karakter dan memecah fokus masyarakat dari aktor utama yang sebenarnya sedang saya soroti,” ungkap Kevin.

Pernah Demo Yosar Ruiba: Bukti Tak Pandang Bulu

Lebih jauh, Kevin bahkan mengungkap bahwa dirinya pernah menggelar aksi unjuk rasa yang juga menyoroti nama Yosar Ruiba dalam konteks dugaan keterlibatan di aktivitas PETI. Hal ini membuktikan bahwa gerakannya tidak pernah bersifat selektif apalagi beraroma pesanan.

“Saya sudah pernah demo juga soal Yosar Ruiba. Artinya saya tidak pernah pandang bulu. Siapa pun yang saya nilai terlibat dalam tambang ilegal akan saya kritik — entah itu senior saya, teman satu organisasi, atau bahkan pejabat publik. Tapi saya harus tetap berbicara berdasarkan data empirik. Dan kalau nanti data itu saya temukan, saya tidak akan diam,” tegas Kevin.

Baginya, integritas gerakan adalah harga mati. Ia menolak keras tudingan bahwa aksi yang dilakukan bersama rekan-rekan aktivis hanyalah sandiwara.

“Kalau ada yang menuduh saya dibayar, saya tantang mereka buka fakta dan bukti. Jangan bersembunyi di balik akun anonim sambil menebar fitnah. Gerakan saya lahir dari advokasi dan investigatif lapangan yang mengakibatkan kerusakan tertentu pada lingkungan dan lemahnya penegakan hukum di sektor pertambangan, bukan karena amplop atau arahan siapa pun,” ucap Kevin.

Narasi Pengalihan Isu dan Kepentingan Gelap

Kevin juga menilai, munculnya tudingan itu bukan tanpa sebab. Ia menduga ada kelompok tertentu yang merasa terancam oleh sorotan publik terhadap aktivitas tambang ilegal Pohuwato. Dengan menggiring narasi bahwa aksi Kevin Lapendos ditunggangi, mereka berharap banyak pihak kehilangan kepercayaan terhadap gerakannya yang sedang berkembang

“Saya paham arah serangan ini. Mereka ingin menciptakan kebingungan publik dan mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang paling penting: siapa sebenarnya aktor besar di balik tambang ilegal yang telah merusak hutan dan sungai di Pohuwato? Kenapa aparat penegak hukum seperti menutup mata?” pungkas Kevin.

Lebih lanjut, Kevin menilai bahwa langkah-langkah seperti ini hanyalah strategi perang opini yang kotor. Ia menegaskan bahwa selama masih ada ketimpangan, kerusakan lingkungan, dan pembiaran terhadap pelaku tambang ilegal, maka ia akan tetap bersuara — meski harus berhadapan dengan fitnah atau tekanan dari berbagai arah.

“Saya tidak gentar. Kalau niat saya dituduh demi kepentingan pribadi, biarlah waktu dan kebenaran yang membuktikan. Saya hanya ingin menegaskan gerakan saya. Ini bukan soal politik, bukan soal organisasi. Ini soal keberpihakan pada situasi alam Gorontalo,” tuturnya.

Gerakan Independen, Bukan Bawahan PMII

Menanggapi isu yang mencoba menyeret nama PMII dalam aksinya, Kevin menegaskan bahwa gerakannya sepenuhnya independen. Ia tetap menghormati organisasi PMII sebagai wadah intelektual dan perjuangan mahasiswa Islam, tetapi menolak keras jika gerakan pribadinya dikaitkan dengan garis komando organisasi.

“Saya tegaskan sekali lagi: ini bukan gerakan PMII. Ini murni gerakan pribadi saya. Saya bergerak atas dasar apa advokasi saya, bukan instruksi organisasi. Kalau pun saya kader PMII, bukan berarti setiap langkah saya adalah representasi organisasi. Ini bentuk tanggung jawab moral saya sebagai orang yang mencintai Gorontalo,” tegas Kevin.

Menolak Bungkam, Melawan Manipulasi

Kevin menutup pernyataannya dengan nada keras dan penuh keyakinan. Ia menyerukan agar publik tidak mudah termakan narasi manipulatif yang sengaja disebar untuk melemahkan perjuangan aktivis muda yang sedang membongkar praktik ilegal di sektor tambang.

“Saya tidak akan diam. Selama ada ketidakadilan, selama ada perampokan sumber daya alam atas nama kekuasaan, saya akan terus bersuara. Sekalipun harus berhadapan dengan fitnah, tekanan, dan pembunuhan karakter,” ujarnya mantap.

Bagi Kevin, perjuangan gerakannya tidak boleh dibayar dengan rasa takut. Sebab, di tengah kebisuan banyak pihak terhadap kejahatan tambang ilegal, keberanian untuk bersuara justru menjadi bentuk paling murni dari cinta terhadap negeri.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana akademik yang intens mewarnai kegiatan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di University of California, Riverside. Pada Kamis (2/4/2026), para mahasiswa mengikuti bimbingan akademik mendalam terkait penulisan tesis dan disertasi. Kegiatan yang berlangsung di ruang INTN 2009, CHASS Interdisciplinary Building ini menghadirkan Muhamad Ali sebagai pembimbing utama. Dalam sesi tersebut, ia […]

  • Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pasca Eid al-Fitr, saya mendapati satu pemandangan yang hampir selalu berulang setiap tahun, orang-orang bergerak menuju tempat-tempat ziarah. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang berombongan dengan tetangga, ada pula yang menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk singgah sebentar, membaca doa, lalu pulang. Salah satu titik yang paling ramai adalah kawasan Masjid Nuruttaubah Imam Lapeo. […]

  • Pacaran Anak di Bawah Umur dan Bawa Kabur Kini Bisa Dipenjara, Ini Aturan KUHP Baru

    Pacaran Anak di Bawah Umur dan Bawa Kabur Kini Bisa Dipenjara, Ini Aturan KUHP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 608
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Praktik pacaran anak di bawah umur yang berujung pada tindakan membawa pergi tanpa restu orang tua kini berisiko pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru menegaskan bahwa persetujuan anak tidak menghapus pelanggaran hukum atas hak pengasuhan orang tua yang sah. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP berlaku penuh […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

  • Arus Mudik Leberan Berjalan Lancar, DPP GENINUSA Berikan Apresiasi Menteri Perhubungan dan Polri

    Arus Mudik Leberan Berjalan Lancar, DPP GENINUSA Berikan Apresiasi Menteri Perhubungan dan Polri

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Lancarnya arus mudik lebaran tahun 2025, mendapat respon dari Zikal Okta Syahtria, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA). Ketum DPP GENINUSA memberikan apresiasi kepada pemerintah lewat kementerian perhubungan dan kepolisian republik indonesia yang telah memberikan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga arus mudik lebaran di tahun 2025 dapat berjalan dengan lancar. […]

expand_less