Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual.

Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah dari para ulama yang beliau terima melalui mata rantai keilmuan para habaib, khususnya dari Habib Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih (Balpaki). Tradisi ini tidak riuh, tetapi sarat makna, mengajarkan pentingnya kualitas ibadah dan kehadiran hati dibandingkan jumlah atau panjang bacaan.

Menurut beliau, berbeda dengan Tahun Baru Hijriah yang memiliki doa awal dan akhir tahun dengan bacaan cukup panjang, Tahun Baru Masehi justru disambut dengan amalan yang sangat ringkas, yang sebaiknya dibaca tepat setelah pukul 12 malam. KH. Ghofur menegaskan, “Yang penting lewat jam dua belas. Mau dibaca di masjid atau di rumah, yang penting dibaca.”

Empat Kalimat di Awal Tahun

Amalan yang diajarkan Habib Abdullah Balpaki ini terdiri dari empat kalimat sederhana:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ (3x)

La ilaha illallah dibaca tiga kali

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ ﷺ (1x)

Muhammad Rasulullah  dibaca satu kali

Tanpa hitungan ribuan atau ritual yang memberatkan, kesederhanaan amalan ini justru menjadi kekuatannya. KH. Ghofur menjelaskan, “Barang siapa membaca itu, Allah mengampuni dosa-dosa kecilnya dan mengangkat derajatnya,” mengutip dawuh gurunya.

Lebih jauh, beliau menekankan bahwa ibadah tidak diukur dari panjangnya bacaan, melainkan dari ketulusan hati dan niat yang jujur. Dalam pengajiannya, KH. Ghofur juga menyelipkan kisah jenaka tentang jamaah yang memilih bacaan lebih pendek, namun justru memakan waktu lama, sebuah pengingat bahwa yang ringan belum tentu cepat, dan yang berat belum tentu sulit.

Tahun Baru sebagai Momentum Memperkuat Tauhid

Pengajian ini mengajak umat Islam untuk memaknai pergantian tahun bukan sekadar euforia sesaat, tetapi sebagai momen memperbarui tauhid. Membuka tahun baru dengan kalimat La ilaha illallah berarti menegaskan kembali arah hidup: dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah.

Kiai Ghofur juga mengingatkan bahwa amalan ini tidak kaku, dan memiliki beberapa versi sesuai tradisi ulama dan daerah masing-masing. Intinya satu: menyambut waktu baru dengan dzikir, kesadaran, dan ketenangan hati, bukan dengan kelalaian.

Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun yang kerap riuh, pesan yang disampaikan KH. Abdul Ghofur Nawawi tetap relevan hingga saat ini. Namun kadang yang paling bermakna justru dilakukan dalam diam, dengan kesederhanaan yang sarat hikmah.

Almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi dikenal sebagai tokoh NU yang pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pohuwato dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Pohuwato. Semangatnya mengajak umat untuk memaknai pergantian tahun dengan dzikir dan tauhid tetap menjadi teladan bagi banyak jamaah dan Santri-santrinya hingga kini.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Pohuwato bakal memadati Aula Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kamis malam (4/9/2025), dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mengusung tema “Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membela Kaum Mustadh’afin dan Menjaga Stabilitas Sosial”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang […]

  • Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turun langsung menemui massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merah Maron, Senin (1/9/2025), di Bundaran Hulondalo Indah, Kota Gorontalo. Suasana aksi menjadi lebih kondusif saat Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo duduk bersama di atas aspal untuk berdialog langsung dengan […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu 
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut. Menurut Prof Quraish, […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, anggota Komisi II DPRD Maros, Arie Anugrah, mendesak Pemerintah Kabupaten Maros untuk lebih serius menggenjot pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Saat ini, realisasi pembayaran masih berada pada angka 84 persen, sementara waktu yang tersisa untuk menutup tahun hanya tinggal hitungan pekan. Arie menyebut […]

expand_less