Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 373
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual.

Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah dari para ulama yang beliau terima melalui mata rantai keilmuan para habaib, khususnya dari Habib Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih (Balpaki). Tradisi ini tidak riuh, tetapi sarat makna, mengajarkan pentingnya kualitas ibadah dan kehadiran hati dibandingkan jumlah atau panjang bacaan.

Menurut beliau, berbeda dengan Tahun Baru Hijriah yang memiliki doa awal dan akhir tahun dengan bacaan cukup panjang, Tahun Baru Masehi justru disambut dengan amalan yang sangat ringkas, yang sebaiknya dibaca tepat setelah pukul 12 malam. KH. Ghofur menegaskan, “Yang penting lewat jam dua belas. Mau dibaca di masjid atau di rumah, yang penting dibaca.”

Empat Kalimat di Awal Tahun

Amalan yang diajarkan Habib Abdullah Balpaki ini terdiri dari empat kalimat sederhana:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ (3x)

La ilaha illallah dibaca tiga kali

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ ﷺ (1x)

Muhammad Rasulullah  dibaca satu kali

Tanpa hitungan ribuan atau ritual yang memberatkan, kesederhanaan amalan ini justru menjadi kekuatannya. KH. Ghofur menjelaskan, “Barang siapa membaca itu, Allah mengampuni dosa-dosa kecilnya dan mengangkat derajatnya,” mengutip dawuh gurunya.

Lebih jauh, beliau menekankan bahwa ibadah tidak diukur dari panjangnya bacaan, melainkan dari ketulusan hati dan niat yang jujur. Dalam pengajiannya, KH. Ghofur juga menyelipkan kisah jenaka tentang jamaah yang memilih bacaan lebih pendek, namun justru memakan waktu lama, sebuah pengingat bahwa yang ringan belum tentu cepat, dan yang berat belum tentu sulit.

Tahun Baru sebagai Momentum Memperkuat Tauhid

Pengajian ini mengajak umat Islam untuk memaknai pergantian tahun bukan sekadar euforia sesaat, tetapi sebagai momen memperbarui tauhid. Membuka tahun baru dengan kalimat La ilaha illallah berarti menegaskan kembali arah hidup: dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah.

Kiai Ghofur juga mengingatkan bahwa amalan ini tidak kaku, dan memiliki beberapa versi sesuai tradisi ulama dan daerah masing-masing. Intinya satu: menyambut waktu baru dengan dzikir, kesadaran, dan ketenangan hati, bukan dengan kelalaian.

Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun yang kerap riuh, pesan yang disampaikan KH. Abdul Ghofur Nawawi tetap relevan hingga saat ini. Namun kadang yang paling bermakna justru dilakukan dalam diam, dengan kesederhanaan yang sarat hikmah.

Almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi dikenal sebagai tokoh NU yang pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pohuwato dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Pohuwato. Semangatnya mengajak umat untuk memaknai pergantian tahun dengan dzikir dan tauhid tetap menjadi teladan bagi banyak jamaah dan Santri-santrinya hingga kini.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Nulondalo.com –  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan. Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat. “Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih […]

  • Lebaran Dua Versi

    Lebaran Dua Versi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, para santri menyempatkan diri berkumpul di rumah Kyai Saleh setelah Salat Ied. Segala jenis makanan khas Sulawesi Selatan terhidang rapi, menggoda selera. Ada barongko, kue cucur, pisang goreng, dan aneka lontong yang harum. Suasana hangat dan riuh rendah percakapan memenuhi ruang tamu, tapi tetap penuh tertib. Satu per satu, para santri sungkem, […]

  • Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Julkifli Gadeang
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh: Julkifli Gadeang Hari ini, sebuah persoalan tidak perlu benar-benar penting untuk menjadi perhatian publik. Ia hanya perlu viral. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai upaya menghakimi dinamika ruang digital yang terus berkembang, melainkan sebagai refleksi kritis atas perubahan cara masyarakat membangun dan memahami opini publik di era teknologi informasi. Di tengah derasnya arus komunikasi digital, […]

  • Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 976
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Unggahan seorang turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, viral di media sosial setelah mengaku mendapat ancaman pembunuhan usai merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo. Melalui akun Instagram pribadinya, Agnese menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berkunjung ke Gorontalo. Ia mengaku awalnya datang […]

  • Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    nulondalo.com  –  Aktivis asal Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi, mendesak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mengambil langkah lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan pertambangan rakyat di daerah tersebut. Ia meminta pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tetapi juga aktif mengadvokasi revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025 yang dinilai belum […]

  • Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, […]

expand_less