Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 279
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual.

Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah dari para ulama yang beliau terima melalui mata rantai keilmuan para habaib, khususnya dari Habib Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih (Balpaki). Tradisi ini tidak riuh, tetapi sarat makna, mengajarkan pentingnya kualitas ibadah dan kehadiran hati dibandingkan jumlah atau panjang bacaan.

Menurut beliau, berbeda dengan Tahun Baru Hijriah yang memiliki doa awal dan akhir tahun dengan bacaan cukup panjang, Tahun Baru Masehi justru disambut dengan amalan yang sangat ringkas, yang sebaiknya dibaca tepat setelah pukul 12 malam. KH. Ghofur menegaskan, “Yang penting lewat jam dua belas. Mau dibaca di masjid atau di rumah, yang penting dibaca.”

Empat Kalimat di Awal Tahun

Amalan yang diajarkan Habib Abdullah Balpaki ini terdiri dari empat kalimat sederhana:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ (3x)

La ilaha illallah dibaca tiga kali

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ ﷺ (1x)

Muhammad Rasulullah  dibaca satu kali

Tanpa hitungan ribuan atau ritual yang memberatkan, kesederhanaan amalan ini justru menjadi kekuatannya. KH. Ghofur menjelaskan, “Barang siapa membaca itu, Allah mengampuni dosa-dosa kecilnya dan mengangkat derajatnya,” mengutip dawuh gurunya.

Lebih jauh, beliau menekankan bahwa ibadah tidak diukur dari panjangnya bacaan, melainkan dari ketulusan hati dan niat yang jujur. Dalam pengajiannya, KH. Ghofur juga menyelipkan kisah jenaka tentang jamaah yang memilih bacaan lebih pendek, namun justru memakan waktu lama, sebuah pengingat bahwa yang ringan belum tentu cepat, dan yang berat belum tentu sulit.

Tahun Baru sebagai Momentum Memperkuat Tauhid

Pengajian ini mengajak umat Islam untuk memaknai pergantian tahun bukan sekadar euforia sesaat, tetapi sebagai momen memperbarui tauhid. Membuka tahun baru dengan kalimat La ilaha illallah berarti menegaskan kembali arah hidup: dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah.

Kiai Ghofur juga mengingatkan bahwa amalan ini tidak kaku, dan memiliki beberapa versi sesuai tradisi ulama dan daerah masing-masing. Intinya satu: menyambut waktu baru dengan dzikir, kesadaran, dan ketenangan hati, bukan dengan kelalaian.

Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun yang kerap riuh, pesan yang disampaikan KH. Abdul Ghofur Nawawi tetap relevan hingga saat ini. Namun kadang yang paling bermakna justru dilakukan dalam diam, dengan kesederhanaan yang sarat hikmah.

Almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi dikenal sebagai tokoh NU yang pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pohuwato dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Pohuwato. Semangatnya mengajak umat untuk memaknai pergantian tahun dengan dzikir dan tauhid tetap menjadi teladan bagi banyak jamaah dan Santri-santrinya hingga kini.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa […]

  • Kemarahan di Paruh Ramadan

    Kemarahan di Paruh Ramadan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi. Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial […]

  • DPR Soroti Lemahnya Kesiapan Kepala Daerah Hadapi Bencana

    DPR Soroti Lemahnya Kesiapan Kepala Daerah Hadapi Bencana

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menilai lemahnya koordinasi dan kesiapan kepala daerah dalam menghadapi bencana masih menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi. Ia menyoroti masih adanya kebingungan pimpinan daerah saat bencana terjadi, meskipun perangkat penanganan darurat telah tersedia. “Sudah jelas ada Basarnas, ada BNPB, tapi masih terlihat ragu mau ngapain. […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

  • QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025). Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia […]

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

expand_less