Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 353
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam diam.

Orang-orang seperti ini boleh jadi memiliki quiet confidence. Ia adalah kepercayaan diri yang lahir dari kejelasan dan kematangan batin, bukan dari dorongan untuk menonjol atau diakui. Quiet confidence tampak dalam ketenangan bersikap, keberanian mengambil posisi tanpa perlu banyak penjelasan, serta kemampuan mendengar dan merespons secara terukur. Mereka tidak alergi pada kritik dan tidak gelisah ketika diragukan, karena harga dirinya tidak disandarkan pada tepuk tangan atau penilaian luar, melainkan pada pemahaman yang utuh tentang diri dan tanggung jawab yang diemban.

Pada titik tertentu, quiet confidence bertumpu pada ketulusan. Orang yang memilikinya tidak sibuk menutupi kekurangan atau membesar-besarkan kelebihan. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri secara jujur. Ketulusan inilah yang membebaskannya dari ketergantungan pada pujian, sekaligus membuat tindakannya lahir dari nilai dan prinsip yang diyakini, bukan dari kebutuhan membangun citra.

Dalam konteks kepemimpinan, ketulusan menjadi inti dari pengaruh yang autentik—pengaruh yang tidak memaksa, tetapi menggerakkan. Karena tidak diliputi pretensi, mereka mampu mengelola situasi dengan tenang, menahan diri ketika perlu, dan hadir tepat pada momen yang relevan. Ketulusan memberi quiet confidence stabilitas: ia tidak mudah goyah oleh tekanan sesaat dan tidak tergoda oleh kemenangan semu.

Orang dengan quiet confidence dapat diibaratkan seperti pelatih sepak bola yang matang secara taktik. Ia memiliki identitas dan filosofi yang jelas sebagai pijakan, tetapi tetap lentur membaca kebutuhan tim. Setiap keputusan dan formasi lahir dari pembacaan situasi yang cermat—kekuatan tim, karakter lawan, dan dinamika pertandingan—bukan dari ego atau hasrat memamerkan kecerdikan. Kadang ia memilih menekan, kadang bertahan, selalu dengan kesadaran bahwa strategi terbaik adalah yang selaras dengan konteks, bukan yang memaksakan kehendak.

Perpindahan antar strategi ini membutuhkan jeda: waktu untuk membaca, menimbang, dan menentukan langkah berikutnya. Jeda inilah yang kerap tampak sebagai diam atau ketenangan, padahal sejatinya adalah bentuk kendali dan kematangan pengelolaan situasi. Seperti pelatih yang paham bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh keberanian menabrak, tetapi oleh kesabaran, perhitungan, dan konsistensi menjalankan filosofi yang fleksibel namun berakar.

Karena itu, quiet confidence bukan toxic positivity. Kelemahan dan masalah tetap diakui—bukan untuk dinormalisasi atau dibiarkan, melainkan untuk dibaca dan diolah menjadi strategi yang lebih efektif. Orang dengan quiet confidence tahu kapan bertindak, kapan menahan, dan kapan menunggu. Semua dilakukan bukan demi citra, tetapi demi kapasitas, keberlanjutan, dan tujuan yang lebih panjang.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

 

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

    Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Sarjoko
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta- Pergulatan antara Pancasila, agama, dan negara terjadi sepanjang sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Situasi ini dimulai sejak perumusan Pancasila menjelang proklamasi kemerdekaan hingga bagaimana negara berperan dalam memberikan tafsir terhadap ideologi ini. Salah satu perdebatan awal adalah tentang pilihan Indonesia menjadi negara agama dan negara sekuler yang membuat kelompok religius dan nasionalis mengalami ketegangan. […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Terkait penanganan sejumlah kasus korupsi di Kota Gorontalo yang dinilai lamban, ratusan massa aksi seruduk Kantor Wali Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel diminta untuk tidak tinggal diam dalam penanganan kasus korupsi di Kota Gorontalo yang telah merugikan negara ratusan rupiah. Meski sibuk dalam penanganan […]

  • Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sa’ad bin Abi Waqqas adalah salah satu sahabat besar Nabi Muhammad yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Malik bin Uhaib az-Zuhri dari kabilah Quraisy. Ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang masuk Islam pada masa-masa awal dakwah di Makkah. Menurut banyak riwayat, Sa’ad memeluk Islam ketika usianya masih sangat […]

  • Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa kuota penerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) pada tahun 2025 mengalami penyesuaian signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari efisiensi anggaran yang harus diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Wagub Idah saat menyerahkan bantuan BLP3G di dua kecamatan […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

expand_less