Breaking News
light_mode
Trending Tags

Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 239
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam diam.

Orang-orang seperti ini boleh jadi memiliki quiet confidence. Ia adalah kepercayaan diri yang lahir dari kejelasan dan kematangan batin, bukan dari dorongan untuk menonjol atau diakui. Quiet confidence tampak dalam ketenangan bersikap, keberanian mengambil posisi tanpa perlu banyak penjelasan, serta kemampuan mendengar dan merespons secara terukur. Mereka tidak alergi pada kritik dan tidak gelisah ketika diragukan, karena harga dirinya tidak disandarkan pada tepuk tangan atau penilaian luar, melainkan pada pemahaman yang utuh tentang diri dan tanggung jawab yang diemban.

Pada titik tertentu, quiet confidence bertumpu pada ketulusan. Orang yang memilikinya tidak sibuk menutupi kekurangan atau membesar-besarkan kelebihan. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri secara jujur. Ketulusan inilah yang membebaskannya dari ketergantungan pada pujian, sekaligus membuat tindakannya lahir dari nilai dan prinsip yang diyakini, bukan dari kebutuhan membangun citra.

Dalam konteks kepemimpinan, ketulusan menjadi inti dari pengaruh yang autentik—pengaruh yang tidak memaksa, tetapi menggerakkan. Karena tidak diliputi pretensi, mereka mampu mengelola situasi dengan tenang, menahan diri ketika perlu, dan hadir tepat pada momen yang relevan. Ketulusan memberi quiet confidence stabilitas: ia tidak mudah goyah oleh tekanan sesaat dan tidak tergoda oleh kemenangan semu.

Orang dengan quiet confidence dapat diibaratkan seperti pelatih sepak bola yang matang secara taktik. Ia memiliki identitas dan filosofi yang jelas sebagai pijakan, tetapi tetap lentur membaca kebutuhan tim. Setiap keputusan dan formasi lahir dari pembacaan situasi yang cermat—kekuatan tim, karakter lawan, dan dinamika pertandingan—bukan dari ego atau hasrat memamerkan kecerdikan. Kadang ia memilih menekan, kadang bertahan, selalu dengan kesadaran bahwa strategi terbaik adalah yang selaras dengan konteks, bukan yang memaksakan kehendak.

Perpindahan antar strategi ini membutuhkan jeda: waktu untuk membaca, menimbang, dan menentukan langkah berikutnya. Jeda inilah yang kerap tampak sebagai diam atau ketenangan, padahal sejatinya adalah bentuk kendali dan kematangan pengelolaan situasi. Seperti pelatih yang paham bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh keberanian menabrak, tetapi oleh kesabaran, perhitungan, dan konsistensi menjalankan filosofi yang fleksibel namun berakar.

Karena itu, quiet confidence bukan toxic positivity. Kelemahan dan masalah tetap diakui—bukan untuk dinormalisasi atau dibiarkan, melainkan untuk dibaca dan diolah menjadi strategi yang lebih efektif. Orang dengan quiet confidence tahu kapan bertindak, kapan menahan, dan kapan menunggu. Semua dilakukan bukan demi citra, tetapi demi kapasitas, keberlanjutan, dan tujuan yang lebih panjang.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

 

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor di Kabupaten Bandung Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan sebanyak 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk […]

  • UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Gorontalo tahun 2026 sebesar Rp3.405.144 per bulan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Senin, 22 Desember 2025, di Rumah Dinas Gubernur. Penetapan UMP ini mengalami kenaikan sekitar Rp183 ribu atau 5,7 persen dibandingkan UMP 2025 yang berada di angka Rp3.221.731. […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • Piagam Menara Gading

    Piagam Menara Gading

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Ruang berpendingin malam itu tidak kuasa menyingkirkan keringat yang terus merembes keluar dari pori-poriku. Adrenalin yang terpacu memaksa hormon-hormon dalam tubuhku memproduksi keringat dalam udara yang disemprot AC. Seiring dengan gemuruh aula megah itu, adrenalinku terasa makin bergerak cepat ketika namaku disebut. Dr. Maulana  Eka  Rasyid  Arfan  Saputra  Alamsyah  Taufik  Abdullah  Hafidz Umar, MA, M.Si, […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

expand_less