Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 304
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.comPembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai mekanisme perdamaian dan rekonstruksi Gaza menuai kritik tajam dari kalangan akademisi dan intelektual Indonesia.

Lembaga yang diklaim sebagai terobosan perdamaian global itu dinilai justru mengabaikan prinsip keadilan, hukum internasional, serta keterlibatan substantif rakyat Palestina sebagai pihak paling terdampak konflik.

Kritik keras salah satunya disampaikan Direktur Utama Kelompok Mizan sekaligus cendekiawan Muslim, Haidar Bagir. Dalam tulisannya berjudul Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu yang Melembagakan Ketidakadilan, Haidar menilai Board of Peace bukan solusi, melainkan masalah baru yang berpotensi memperpanjang ketimpangan global.

Menurut Haidar, persoalan paling mendasar dari Board of Peace adalah upayanya menyingkirkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai satu-satunya kerangka multilateral yang memiliki legitimasi hukum internasional.

“Ini bukan reformasi tata kelola perdamaian global, tetapi delegitimasi hukum internasional,” tulis Haidar. Ia menyebut Board of Peace sebagai mekanisme paralel di luar Piagam PBB yang berpotensi menjadi alat kekuasaan sepihak.

Haidar juga menyoroti minimnya keterlibatan Palestina, khususnya rakyat Gaza, dalam struktur pengambilan keputusan.

Menurutnya, Gaza diperlakukan sebagai objek proyek rekonstruksi, bukan subjek politik yang memiliki hak menentukan masa depan sendiri.

“Klaim ingin membangun Gaza tetapi menyingkirkan rakyat Gaza dari pengambilan keputusan adalah bentuk rekayasa politik dari luar,” tegasnya.

Kritik serupa disampaikan Dosen Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), Dr. Asep Setiawan, M.A. Ia menilai Board of Peace bersifat elitis dan bertentangan dengan prinsip penentuan nasib sendiri (self-determination) rakyat Palestina.

“Mengatur masa depan Gaza tanpa keterlibatan substantif rakyat Palestina adalah paradoks besar dan bertentangan dengan prinsip dasar hukum internasional,” ujar Asep, dikutip dari laman UMJ, Rabu (4/2/2026).

Asep menilai absennya perwakilan Palestina dalam mekanisme pengambilan keputusan menunjukkan bahwa Board of Peace lebih berorientasi pada kepentingan geopolitik tertentu, bukan pada penyelesaian konflik yang adil dan inklusif.

“Lembaga ini mengklaim membawa perdamaian, tetapi suara korban konflik justru tidak dihadirkan secara genuine,” katanya.

Baik Haidar maupun Asep sama-sama menyoroti struktur kepemimpinan Board of Peace yang sangat terpusat. Asep menegaskan bahwa penempatan Donald Trump sebagai ketua seumur hidup dengan hak veto penuh merupakan bentuk kendali unilateral yang tidak lazim dalam organisasi internasional.

“Ini bukan multilateral yang demokratis, melainkan kendali unilateral,” tegas Asep.

Haidar Bagir menilai struktur tersebut menghilangkan akuntabilitas internasional dan membuka ruang bias hegemonik. Dalam kondisi seperti itu, klaim netralitas Board of Peace dinilai sulit dipercaya, terlebih mengingat hubungan strategis Amerika Serikat dengan Israel.

Kritik juga diarahkan pada model pembiayaan Board of Peace yang mensyaratkan kontribusi dana minimal 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan permanen. Asep menyebut skema ini sebagai praktik “pay to play” dalam diplomasi perdamaian.

“Pengaruh ditentukan oleh kemampuan finansial, bukan oleh komitmen terhadap keadilan dan perdamaian,” ujarnya.

Haidar Bagir menambahkan, model tersebut berpotensi mengomersialisasi penderitaan Gaza dan menjadikan rekonstruksi pascakonflik sebagai ladang bisnis internasional. Dalam pendekatan peace through prosperity, keadilan politik dinilai kerap dikorbankan demi stabilitas semu dan investasi ekonomi.

Board of Peace sendiri resmi diluncurkan Donald Trump pada 22 Januari 2026 dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Namun, dominasi kepentingan Amerika Serikat dalam struktur Board juga menuai sorotan. Dari tujuh anggota dewan eksekutif pendiri, enam di antaranya merupakan warga negara AS.

“Ini menunjukkan Board of Peace pada dasarnya adalah perpanjangan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan kemasan multilateral,” kata Asep.

Terkait posisi Indonesia, Asep menilai penandatanganan Piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo Subianto perlu disikapi secara kritis dan independen agar tidak bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Baik Haidar Bagir maupun Asep Setiawan sepakat bahwa perdamaian berkelanjutan di Gaza hanya dapat terwujud jika rakyat Palestina dilibatkan secara langsung, setara, dan bermakna dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Tanpa keadilan, legitimasi hukum, dan keterlibatan korban konflik, yang lahir bukan perdamaian, melainkan stabilitas semu yang dibangun di atas ketidakadilan,” pungkas Asep.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono angkat bicara terkait gelombang kritik terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo Subianto telah mengundang para tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk memberikan penjelasan langsung mengenai kebijakan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026) itu dihadiri sekitar 50 perwakilan ormas Islam, di antaranya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), Syarikat Islam, serta sejumlah tokoh pondok pesantren dari Jawa Timur.

“Ini penjelasan umum terkait hal itu (Dewan Perdamaian),” ujar Sugiono.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri turut hadir dalam dialog tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperjelas latar belakang serta landasan kebijakan Indonesia bergabung dalam Board of Peace.

“Kementerian Luar Negeri pada siang hari ini berkaitan dengan pembicaraan mengenai BoP dan penjelasan-penjelasan akan dilakukan seputar isu tersebut,” kata Sugiono.

Indonesia diketahui menjadi salah satu anggota Board of Peace yang diluncurkan dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Dewan yang digagas Donald Trump itu beranggotakan 19 negara dan dirancang untuk bermitra dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengawasi gencatan senjata, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung rekonstruksi wilayah konflik, termasuk Gaza, Palestina.

Meski demikian, keputusan Indonesia bergabung dalam BoP memicu kritik dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menilai langkah tersebut berpotensi tidak berpihak pada rakyat Palestina.

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina karena dalam penggagas dan anggotanya ada Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak ada negara Palestina,” tulis Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, Rabu (28/1/2026).

Pemerintah berharap dialog antara Presiden Prabowo dan para pimpinan ormas Islam dapat memperjelas arah serta tujuan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian, khususnya dalam konteks diplomasi perdamaian dunia dan komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam. Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, […]

  • Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 270
    • 0Komentar

    “Nikah siri itu lebih banyak merugikan perempuan. Jadi nikah siri kalau di keputusan MUI sah, tapi itu haram. Kenapa? Nyaktiti orang lain. Membuat perempuan itu kurang sempurna mendapatkan haknya,” tegasnya.

  • Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    PT Pegadaian terus menghadirkan inovasi layanan keuangan yang memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas. Melalui program Promo Cicilan Emas Pegadaian, masyarakat kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi cicil emas dengan lebih hemat, aman, dan praktis melalui aplikasi digital Pegadaian. Promo dengan kode SERUMULIA15 memberikan keuntungan berupa potongan uang muka sebesar Rp 15 ribu per gram dengan maksimal […]

  • Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sejumlah intelektual muda di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengembalikan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada organisasi. Mereka menilai bahwa kepemilikan dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan seperti NU berisiko merusak marwah NU sebagai jam’iyah, dan dapat membawa mudharat yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, Minggu(7/12/2025). Salah satu […]

  • Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros –  Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Pallantikang, Maryam, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan permasalahan pendataan penerima bantuan dan isu pemungutan biaya administrasi bantuan sosial. Klarifikasi ini disampaikan secara terbuka sebagai upaya meredam polemik yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat. Maryam menegaskan bahwa proses pendataan penerima manfaat […]

  • Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca di tengah berlangsungnya Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil manajemen The Blues meski performa tim dinilai belum sepenuhnya terpuruk. Saat ini, Chelsea masih menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Namun, jarak 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi […]

expand_less