Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 359
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai untuk menghadapi kontestasi politik 2029.

Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang juga menjabat Ketua Perempuan Bangsa DPP PKB. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Gorontalo Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Risjon Sunge, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Amanat Nasional (PAN), Femmy Udoki.

Ketua DPW PKB Gorontalo, Muhammad Dzikyan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membangun fondasi partai di daerah. Ia menegaskan, kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan perjuangan dengan target politik yang lebih progresif.

“Kami melanjutkan pondasi yang telah dibangun. Target kami jelas, pada Pemilu 2029 PKB Gorontalo menargetkan minimal empat kursi agar bisa membentuk satu fraksi di DPRD Provinsi, sekaligus mengupayakan agar PKB dapat mengirim wakil ke DPR RI,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya konsistensi ideologi, loyalitas kader, serta disiplin dalam menjalankan standar operasional organisasi. Menurutnya, politik PKB adalah “politik kehadiran”, yakni hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi solusi nyata atas persoalan warga, terutama di tengah dinamika nasional yang dinilai tidak menentu.

Muskerwil ini menjadi ruang konsolidasi untuk mematangkan tahapan kerja partai sekaligus menindaklanjuti kontrak politik antara DPW PKB Gorontalo dan DPP PKB. Salah satu target strategis yang dicanangkan adalah mengisi seluruh parlemen kabupaten/kota dengan kader PKB serta menambah jumlah anggota legislatif yang telah ada.

Selain penguatan struktur, PKB Gorontalo juga mendorong peningkatan peran perempuan dan kepemudaan, serta konsolidasi hingga tingkat desa bersama kader dan tokoh masyarakat. Dalam bidang pelayanan publik, setiap DPC ditargetkan memiliki ambulans guna membantu masyarakat kurang mampu.

Partai juga memberi perhatian pada agenda advokasi, mulai dari isu pertambangan hingga kasus kekerasan seksual, dengan komitmen menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, DPW PKB Gorontalo menargetkan pendirian kantor permanen pada 2027 mendatang.

Sementara itu, Risjon Sunge menyampaikan bahwa keberhasilan pemerintahan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, termasuk peran partai politik seperti PKB. Ia berharap program kerja yang dihasilkan melalui Muskerwil dapat selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami mengucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang untuk PKB Gorontalo,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru dan agenda strategis yang telah dirumuskan, PKB Gorontalo optimistis menatap Pemilu 2029 sebagai momentum memperkuat posisi politik di daerah maupun tingkat nasional.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Dulu orang percaya ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa manusia pada kebebasan. Semakin modern sebuah masyarakat, semakin terbuka pula cara berpikirnya. Rasionalitas dianggap mampu membebaskan manusia dari kebodohan, mitos, dan penindasan. Tetapi hari ini kita justru melihat sesuatu yang dilematis, teknologi berkembang begitu cepat, informasi ada di mana-mana, namun masyarakat semakin mudah diarahkan, digiring, bahkan […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena unik dalam dunia akuntansi: grafik konsumsi naik, grafik diskon bertebaran, dan grafik kesabaran kadang turun—terutama saat menjelang buka puasa. Namun di balik riuhnya “war takjil” dan promo “beli dua gratis pahala (eh, maksudnya gratis satu)”, ada satu jenis pendapatan yang jarang dicatat dalam laporan keuangan: Pendapatan Langit. Sebagai dosen akuntansi, saya […]

  • Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Fajrullah
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Menjelang Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi), umat Islam di Indonesia berpotensi kembali dihadapkan pada perbedaan penetapan awal puasa. Kali ini, pemicunya adalah fenomena astronomis unik: Sang Bulan Baru (Hilal) sejatinya belum lahir saat tanggal 29 Syakban 1447 H. Penentuan awal Ramadan akan berpusat pada Selasa, 17 Februari 2026 (29 Syakban). Kunci perdebatan ada pada waktu […]

  • Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, menilai sejumlah pernyataan pejabat publik belakangan ini menunjukkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Hal yang menjadi sorotan Aras yakni lemahnya disiplin komunikasi publik dan munculnya persepsi publik mengenai menurunnya akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menurut Aras, […]

  • Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Di negeri ini, fraud dan kriminalisasi sering kali seperti dua santri yang duduk satu bangku: kelihatannya berbeda kitab, tapi ujian akhirnya sama-sama bikin deg-degan. Fraud yang awalnya dosa akuntansi, lama-lama naik kelas menjadi dosa pidana. Sementara kriminalisasi, yang mestinya urusan hukum, kadang terasa seperti urusan selera politik. Maka jangan heran, jabatan publik kini sering dipersepsikan […]

  • APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 470
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi DPRD Sulteng terkait konflik […]

expand_less