Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 435
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ummu ‘Athiyah al‑Ansariyah adalah sahabat perempuan dari kalangan Anshar yang hidup dan beraktivitas di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Sumber-sumber klasik mencatat namanya sebagai Nusaibah binti al-Harith, meskipun terdapat variasi penulisan nasabnya di berbagai teks sejarah. Identitasnya sebagai sahabat yang aktif tetap konsisten dalam riwayat yang sampai kepada generasi setelahnya.

Ummu ‘Athiyah ikut terlibat dalam beberapa peperangan bersama Rasulullah SAW dan sahabat lainnya. Riwayat sejarah menyebut dia hadir dalam sejumlah ekspedisi militer setelah hijrah Nabi ke Madinah. Dia menjalankan tugas yang berkaitan dengan dukungan medis dan logistik bagi pasukan.

Dalam narasi sejarah, disebutkan bahwa dia merawat prajurit yang terluka, menyiapkan makanan untuk pasukan, dan memenuhi kebutuhan lain yang diperlukan selama peperangan. Dia mengatur perbekalan, memastikan ketersediaan makanan dan minuman, serta membantu prajurit yang memerlukan perawatan atau bantuan medis. Keterlibatan dia tidak terjadi hanya sekali atau dua kali, tetapi berulang dalam berbagai kesempatan yang tercatat dalam tradisi sejarah, termasuk kampanye besar pada periode hijrah.

Selain peran di medan perang, kontribusi utama Ummu ‘Athiyah tercatat dalam transmisi hadis. Riwayat yang diriwayatkan oleh dia terdapat dalam kitab hadis otoritatif seperti Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, serta koleksi hadis lain yang menghimpun periwayatan sahabat. Jumlah hadis yang diriwayatkan bervariasi menurut metode penghitungan, dan beberapa penelitian menyebut riwayatnya mencapai puluhan hingga lebih dari seratus. Tema hadis yang dia sampaikan meliputi tata cara ibadah, praktik sosial-keagamaan, dan ritual yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas Muslim pada masa itu.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 383
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MOTIVATAWA, sebuah platform edutainment profesional pertama di Indonesia, resmi melakukan soft launching di Jakarta, Minggu (23/11/2025). kegiatan ini  dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka langsung oleh CEO MOTIVATAWA, Platform Edutainment. Mengusung konsep perpaduan edukasi dan hiburan, MOTIVATAWA hadir sebagai wadah baru bagi masyarakat Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan proses belajar […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 143
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    Sejarah, sebagaimana ia ditulis dan diwariskan, tak selalu adil pada semua tokoh yang turut membentuknya. Ada nama-nama yang diabadikan, dipatungkan, dan diajarkan dari generasi ke generasi. Namun ada pula yang perlahan menghilang—bukan karena perannya kecil, melainkan karena narasi tak selalu ramah pada mereka yang bekerja dalam diam. Di Gorontalo, ada satu tanggal yang setiap tahun […]

  • Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penyiraman tanaman di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah. Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dengan melibatkan personel DLHK serta armada tangki […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

expand_less