Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu.

Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan lain, seperti garam, penyedap masakan, dan sambal cabe rawit menghiasi meja. Situasi ini Anda bisa bayangkan jika datang menikmati binte biluhuta di lapak-lapak warga di Gorontalo.

Akan tetapi, kita juga perlu tahu, bahwa ternyata, binte biluhuta punya cerita dalam perjalanan sejarah Gorontalo. Para sejarawan, yang dalam menulis sejarah Gorontalo kala itu menyelipkan pada narasi-narasi sejarah, bahwa binte biluhuta ada sejak zaman para raja-raja Gorontalo, dan telah di konsumsi secara umum, baik oleh keluarga kerajaan, maupun masyarakat luas.

Selain bahan dasarnya yang mudah ditemui di Gorontalo, binte biluhuta memiliki makna perdamaian dan persatuan.

Berkat makanan khas ini, pertengkaran panjang raja-raja di Gorontalo yang pada abad ke 15 masehi bisa disatukan lewat ritual makan binte biluhuta.

Jagung yang telah dipipil dimaknai bercerai berai diibaratkan sebagai simbol raja-raja yang memperebutkan wilayah kekuasaan dan menaklukan kerajaan-kerajan kecil. Binte biluhuta merupakan simbol perdamaian dan persatuan bagi masyarakat Gorontalo. Menarik sejarah kuliner ini, bukan?

Selain lezat dan gurih,  binte biluhuta adalah makanan yang diyakini ampuh mengusir kolesterol jahat karena kandungan karotenoid, bioflavonoid, dan vitamin C dalam jagung bekerja sebagai pengendali kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

Lalu bagaimana jika bahan dasar jagung yang dibudidayakan petani bukan jagung asli lokal yang pernah dimakan raja-raja dan masyarakat Gorontalo pada lampau?

Menurut data yang ada, jagung asli yang dibudidayakan saat ini bukanlah jagung asli – lokal. Untuk menemukan varietas asli sangat sulit. Sejak mengenal jagung transgenik, saat itulah petani Gorontalo beralih membudidayakan jagung yang dibuat dari hasil proses penyilangan dan dijadikan bibit.

Para petani atau masyarakat telah beralih pada jenis bibit jagung ini, menemui ketergantungan pada varietas jagung rekayasa genetik.

Lalu apa itu Transgenik?

Transgenik atau rekayasa genetika adalah transplantasi satu gen ke gen lainnya, baik antara gen dan lintas gen untuk menghasilkan produk yang berguna bagi makhluk hidup.

Pada awalnya, rekayasa genetika hanya dilakukan pada tanaman untuk memecahkan kekurangan pangan penduduk dunia, dan dalam pengembangannya rekayasa genetika tidak hanya berlaku untuk tanaman dan hewan yang serupa, tetapi telah berevolusi pada manusia dan lintas jenis (Mahrus 2014)

Pada prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi perubahan komposisi asam nukleat DNA atau menyisipkan gen baru ke dalam struktur DNA makhluk hidup penerima, hal ini berarti bahwa gen yang disisipkan pada makhluk hidup penerima dapat berasal dari makhluk hidup lain.

Saat ini, penyebaran dan penggunaan produk rekayasa genetika telah mengundang kontroversi masyarakat, bahwa jagung transgenik adalah jagung yang diproses pembuatannya dengan cara menyisipkan gen dari makhluk hidup atau non makhluk hidup yang hasilnya dapat diharapkan agar nantinya jagung  ini bisa tahan dari penyakit, tahan hama dan obat kimia, sehingga tanaman itu menjadi tanaman super.

Namun disayangkan, varietas jagung ini tidak bisa lagi dibudidayakan kembali oleh petani. Bibit jagung hanya bisa dibeli di toko. Akan tetapi banyak yang tidak memahami seperti apa bahaya jagung transgenik yang telah dipublikasikan oleh para peneliti sebelumnya, yang justru menimbulkan hama penyakit baru dan kebal obat-obatan kimia.

Bahkan dalam penelitian-penelitian tersebut mengungkapkan bibit hasil penyilangan itu menimbulkan penyakit -penyakit baru bagi ternak dan manusia, bahkan menimbulkan kerusakan pada tanah (unsur hara).

Barangkali kita pernah menjumpai varietas jagung transgenik  yang biasanya iklan (spanduk dan banner) terpampang jelas pada areal tanam. Misalnya ada iklan yang bertuliskan ; BT, Terminator, RR-GA21 dan RR-NK608 dan lain-lain.

Sulit menemukan lagi jenis jagung lokal tanpa menggunakan pupuk kimia. Semua jenis jagung yang biasa di temui adalah jagung yang tak bisa lagi dibudidayakan. Bibit jagung yang ditanam petani kita telah mengalami pengalihan secara masif dari bibit lokal asli ke bibit jagung transgenik.

Petani sering mengalami kelangkaan pupuk, jika umur jagung memasuki satu bulan atau dua bulan. Ketergantungan pupuk kimia oleh petani jagung sudah jadi hal lumrah. Namun siapa yang berani bersuara-lantang ketika terjadi kelangkaan pupuk di pasaran akibat permainan para cukong? entahlah.

Pertanyaannya, jika demikian faktanya, kita bisa menyimpulkan, bahwa ternyata binte biluhuta yang sering kita konsumsi tak lain adalah binte biluhuta transgenic, bukan?

Penulis : Djemi Radji

Editor : Djemi Radji

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Perayaan Idul Fitri merupakan  bagian dari siklus spiritual umat Islam. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah firman Allah; “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al- Baqarah [2]:185)   Ayat ini menegaskan bahwa berakhirnya Ramadan bukan sekadar penutupan ibadah puasa, melainkan momentum untuk […]

  • Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan perayaan meriah dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo. Selain berbagai lomba dan kegiatan masyarakat, pemkot juga berencana menghadirkan grup musik papan atas Tanah Air, Wali, untuk menghibur warga pada malam puncak perayaan. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat memimpin rapat persiapan […]

  • Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari di Jakarta. Informasi wafatnya Rachmat Gobel dibenarkan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.20 WIB. “Turut berduka cita. Innalillahi wa inna ilaihi […]

  • Pra Konbes dan Munas Alim Ulama 2026 Bahas I’adatun Nazhar, NU Susun Pedoman Peninjauan Ulang Keputusan Bahtsul Masail

    Pra Konbes dan Munas Alim Ulama 2026 Bahas I’adatun Nazhar, NU Susun Pedoman Peninjauan Ulang Keputusan Bahtsul Masail

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mekanisme I’adatun Nazhar atau peninjauan ulang terhadap keputusan-keputusan Bahtsul Masail menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam Webinar Pra Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 yang digelar pada Ahad, 14 Juni 2026. Dalam pengantarnya, anggota Komisi Maudhu’iyah sekaligus pengurus LBM PBNU, KH Abdullah Aniq Nawawi, menjelaskan […]

  • Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sebuah negara bisa merdeka secara politik, memiliki bendera, konstitusi, dan pemerintahan sendiri. Namun, kemerdekaan tidak selalu berarti rakyatnya terbebas dari praktik-praktik yang dahulu menjadi ciri kolonialisme. Penjajahan memang telah berakhir sebagai sistem pemerintahan, tetapi cara kerjanya bisa tetap hidup dalam bentuk yang lebih halus. Ia berpindah dari medan perang ke ruang-ruang kebijakan, dari moncong senapan […]

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

expand_less