Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 208
- print Cetak

Ilustrasi suasana medan perang pada masa awal Islam yang menggambarkan seorang sahabat perempuan tengah merawat prajurit yang terluka, merefleksikan peran Ummu ‘Athiyah al-Ansariyah sebagai juru rawat dan pendukung logistik dalam berbagai ekspedisi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beberapa riwayat yang dia sampaikan berkaitan dengan tata cara memandikan jenazah perempuan, ketentuan masa berkabung (ihdad), dan kehadiran perempuan dalam shalat Id. Salah satu riwayat penting menyebutkan perintah Nabi agar perempuan menghadiri shalat Id, termasuk mereka yang sedang menstruasi. Mereka tidak melaksanakan shalat secara fisik, tetapi tetap hadir untuk menyaksikan dan mendengarkan khutbah. Riwayat semacam ini menjadi acuan dalam kajian fikih mengenai partisipasi perempuan di ruang ibadah publik.
Riwayat yang dia sampaikan tersebar melalui berbagai jalur periwayatan dan dihimpun dalam kitab-kitab hadis oleh periwayat laki-laki maupun perempuan, seperti Anas bin Malik, Muhammad ibn Sirin, Hafshah binti Sirin, Abdul Malik ibn Umair, Isma’il ibn Abdurrahman ibn Atiyah, dan Ummu Sarahil. Jalur periwayatan ini menjamin bahwa narasi dia sampai kepada generasi tabi’in dan ulama klasik.
Peran Ummu ‘Athiyah juga terlihat dalam pengurusan jenazah. Dia dipercaya menangani jenazah putri Nabi ketika wafat, termasuk prosedur memandikan jenazah secara rinci, jumlah siraman air, pemilihan bahan, dan tata cara yang sesuai. Narasi ini menjadi rujukan penting dalam literatur fikih mengenai pengurusan jenazah perempuan dan praktik ritual di masa awal Islam.
Secara keseluruhan, Ummu ‘Athiyah al‑Ansariyah tampil sebagai sosok dengan peran ganda: dia mendukung pasukan secara medis dan logistik dalam peperangan, serta berkontribusi normatif melalui periwayatan hadis.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar