Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
  • visibility 122
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, Minggu, 25 Mei 2025.

Menurut Sulthan, Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, sebagai kota minyak dan pusat energi nasional Balikpapan kembali mengalami kelangkaan BBM yang menumbulkan keresahan publik terutama dikalangan pemuda borneo.

“Kondisi ini menimbulkan keresahan publik, terutama di kalangan pemuda Kalimantan, yang menilai bahwa kelangkaan BBM kali ini bukan semata masalah teknis, tetapi mengandung indikasi kesengajaan dan praktik tidak transparan dalam distribusi energi”, ucapnya kepada media melalui via WhatsApp, Minggu 25 Mei 2025.

Sebagai perwakilan dari Pemuda Borneo, Sultan mengatakan terjadinya kelangkaan BBM bukan soal distribusi yang terganggu karena ia menilai Pertamina tidak mungkin tidak mengetahui berapa kebutuhan yang harus didistribusi.

“Kami melihat ini bukan hanya soal distribusi terganggu. Pertamina tidak mungkin tidak tahu kebutuhan harian kota ini. Jika pasokan dihentikan karena alasan kualitas, mengapa mitigasi tidak dilakukan sejak awal, Kami menduga ada permainan pasokan yang membuka peluang rente melalui impor dan praktik tak sehat lainnya”, tutur Sulthan.

Ia juga menambahkan dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan terlihat di berbagai SPBU, masyarakat mengeluh kesulitan mendapat BBM, dan pelaku ekonomi lokal mengalami perlambatan operasional. Padahal Balikpapan merupakan kota yang memiliki kilang minyak besar dan dikenal sebagai kontributor energi nasional.

“Kami tidak ingin Balikpapan hanya menjadi lumbung energi nasional tapi warganya dibiarkan antre dan merugi. Energi adalah hak rakyat, bukan alat permainan korporasi. Kami akan terus bersuara hingga ada kejelasan dan tindakan tegas dari aparat hukum,” tutupnya tegas.

Sebagai Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo dan mewakili seluruh masyarakat, Sulthan memberikan penegasan untuk menyikapi situasi ini menyampaikan tiga tuntutan:

1. Kejaksaan dan aparat penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan khusus (pro justitia) terkait dugaan pelanggaran distribusi energi dan potensi permainan suplai BBM.

2. Pertamina harus membuka data distribusi secara transparan, termasuk asal pasokan, alasan penghentian distribusi, dan mekanisme alokasi BBM dari kilang ke SPBU.

3. Pemerintah daerah dan DPRD Balikpapan wajib bersikap tegas dan tidak tinggal diam. Perlindungan kepentingan masyarakat lokal harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengikuti kebijakan pusat yang justru merugikan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ini. Pencairan tersebut dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan penerbitan SKAKPT terus […]

  • Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Tulisan ini dipantik dari bedah film dokumenter terbaru Dandhy Laksono berjudul Pesta Babi. Seperti karya-karyanya yang lain, film ini kembali menghadirkan gaya khas: provokatif, mengusik, dan sengaja menampar kenyamanan penonton terhadap cara negara bekerja. Ia memancing emosi, membuka luka lama, dan memaksa kita menatap sesuatu yang sering sengaja disamarkan oleh bahasa resmi pembangunan. Meski bagi […]

  • Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Gaung persiapan Tobo-tobo Safar 2025 mulai menggema di Desa Bobawa, Makian Barat, Halmahera Selatan. Tradisi besar yang selalu ditunggu masyarakat ini akan digelar pada 15–20 Agustus 2025 dengan rangkaian acara adat dan budaya yang sarat makna. Ketua Soa Matapure, Mubin Hi Samsi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh masyarakat Bobawa dalam perayaan tahun ini. Baginya, Tobo-tobo Safar […]

  • MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muh Faizal HS
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Ketika gagasan Makan Bergizi Gratis ini muncul sebagi kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka respon dari masyarakat itu berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa program ini dianggap sebagai langkah progresif untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. Di sisi lain, ada mengatakan program ini mempunyai anggaran yang cukup besar dan […]

  • Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rahma Diva Febryana
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pada 22 Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD. Kebijakan ini menargetkan penghematan sebesar Rp306,69 triliun, dengan fokus pada pemangkasan belanja yang dianggap “non-prioritas” seperti perjalanan dinas, seminar, alat tulis kantor, hingga kegiatan seremonial. Secara normatif, langkah ini patut diapresiasi karena berupaya mengurangi pemborosan […]

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan […]

expand_less