nulondalo.com — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) angkat bicara terkait rangkaian teror dan intimidasi yang menimpa kader HMI di sejumlah daerah.
Organisasi tersebut menilai ancaman yang terjadi bukan sekadar persoalan individu, melainkan ancaman serius terhadap ruang demokrasi.
Teror dialami Ketua Badan Koordinasi HMI Sumatera Utara, Yusril Mahendra Butar Butar, pada Minggu, 29 Maret 2026, usai menggelar diskusi terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andri Yunus.
Ancaman disampaikan melalui pesan WhatsApp dari pihak tak dikenal yang meminta agar konten diskusi di media sosial dihapus.
Tak hanya itu, pada Kamis, 26 Maret 2026, Ketua Badko HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, juga mengaku mengalami teror serupa.
Ia menerima ancaman yang menyasar dirinya hingga keluarga, serta tekanan melalui media sosial organisasi.
Saat ini belum ada komentar