Breaking News
light_mode
Trending Tags

Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akhir-akhir ini, telah terjadi sebuah pertarungan sengit antara kubu idealis versus kubu realis mengenai fungsi aktual agama di dunia kontemporer. Diri kita pun sebaiknya tidak berdiam diri, harus  keluar kandang, lalu ikut menentukan peran strategis di dalam arena. Sebab, fungsi aktual agama hanya dapat diidentifikasi secara presisi melalui perubahan perilaku manusia. Sedangkan perilaku manusia dibentuk oleh budaya pembelajaran yang memadukan potensi kebiasaan (behavioral potentiality) sekaligus praktik yang diperkuat (reinforced practice). Turner (2010) misalnya berpendapat bahwa kubu pertama optimis apabila agama tidak mungkin hancur berantakan akibat pemberontakan metafisik. Karena, agama telah kuat mengakar dalam struktur sosial serta memuat dasar-dasar fundamental dari manifestasi kehidupan komunal. Sedangkan Bellah (1964) berpendapat bahwa kubu kedua pesimis dengan agama. Karena, identitas masyarakat modern terletak pada preferensi individu, penghapusan otoritas institusi tradisional dan kesadaran bahwa simbol-simbol sakral hanyalah  konstruksi manusia yang tidak kompeten.

Jika kubu pertama berangkat dari paham gnostik yang berorientasi pada keimanan (intuisi), maka kubu kedua bergerak dari paham agnostik yang berorientasi pada kesejahteraan (industri). Studi Pew Research Center 2018 misalnya  menyebut 98%  masyarakat Indonesia menganggap agama sangat penting  dan 95% rutin berdoa.  Tetapi, pada tahun 2023, mereka juga melaporkan ada sekitar 20-22% masyarakat Singapura yang tidak lagi berafiliasi dengan agama tertentu. Sebagai mantan guru yang pernah mengajar di Thailand Selatan sejak 2014-2015, saya mengamati bahwa memang telah terjadi  inflasi sekaligus defisit pada tradisi pengajaran agama dikalangan keluarga Muslim Asia. Di satu sisi, betul pandangan Casanova (1994) bahwa agama sudah menjadi komponen kebudayaan publik  daripada sekadar urusan kepercayaan dan praktik pribadi. Namun, di sisi lain, Berger (1969) justru  menyebut jika masyarakat modern terus mengalami krisis kebenaran karena kebutuhan spiritual mereka tidak terpuaskan oleh ajaran agama arus utama. Berger menegaskan, jika agama ingin bertahan maka ia harus menjadi  komoditas yang laris di pasar spiritual (spiritual marketplace).  Tulisan ini hadir untuk memberikan pikiran alternatif  agar ajaran agama  tidak mengalami kedaluwarsa di tengah situasi guncangan besar (the great disruption) sebagaimana disinggung oleh Fukuyama (1999).

Neo-Tarbiyah Dalam Tatanan Sosial Dunia

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajukan pembaharuan atau paling tidak penyegaran kembali terkait satu sistem pemikiran yang disebut sebagai “Neo-Tarbiyah”. Neo-Tarbiyah merupakan paham untuk membangkitkan kembali hakikat dasar manusia (fitrah) yakni dimensi al-basyar (fisik-biologis), al-insan (spiritual-psikologis) dan an-nas (sosial-kultural) yang digabungkan dengan teknik meritokrasi (meritocracy), pragmatisme (pragmatism) dan kepercayaan (trust). Pertama, meritokrasi ialah pengakuan fungsi, penempatan posisi dan penghargaan prestasi manusia berdasarkan kepakaran (expertise) yang diperoleh dari berbagai jenjang pendidikan. Meritokrasi akan membongkar kronisme, favoritisme atau mitos yang menutupi suatu objek sehingga menjadi lebih rasional, realistis, dan mudah dipahami oleh nalar. Meritokrasi akan mengubah kealiman tekstual menjadi profesional, popularitas menjadi integritas dan dogma menjadi dialektika. Meritokrasi adalah tindakan memanusiakan manusia. Marleau-Ponty (1948) pernah berkata bahwa manusia tidak bisa bereksistensi di luar sistem makna.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Humas Kemenang Sulsel
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar-Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan meraih dua penghargaan sebagai Koordinator Wilayah Satuan Kerja pada kegiatan Regional Treasury Forum yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Predikat Implementasi Pembayaran dan Penggunaan Cash Management System (CMS) Terbaik Kedua serta Predikat Implementasi […]

  • Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi Play Button

    Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 423
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021. Dalam […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

    Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo telah digelar pada 27 Oktober 2022 di Asrama Haji Gorontalo. Dalam proses pelaksanaannya, sejumlah catatan prosedural sempat menjadi perbincangan di kalangan internal. Namun tulisan ini tidak bermaksud mengurai seluruh polemik tersebut. Catatan ini lebih merupakan ajakan kepada para nahdliyin untuk membaca arah perjalanan NU Gorontalo lima tahun […]

  • MUI Gorontalo Bersilaturahmi dengan Gubernur Gusnar Ismail, Bahas Penguatan Kemitraan dan Dukungan Pembangunan

    MUI Gorontalo Bersilaturahmi dengan Gubernur Gusnar Ismail, Bahas Penguatan Kemitraan dan Dukungan Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Zulkarnain Suleman, M.H.I., bersama jajaran pengurus baru masa khidmat 2025–2030 melakukan kunjungan silaturahmi kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (13/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Prof. Zulkarnain memperkenalkan susunan kepengurusan baru MUI Gorontalo sekaligus menyampaikan sejumlah agenda penting organisasi, termasuk rencana pengukuhan pengurus […]

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

expand_less