Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua, pragmatisme adalah kondisi dimana manusia diajarkan untuk selalu beradaptasi dengan teknologi, berorientasi pada materi, terintegrasi dengan moral dan memelihara pola komunikasi dengan nilai deliberatif. Kurang lebih, inilah kerangka Parsonian. Ketiga, kepercayaan merupakan penekanan terhadap keteraturan, kejujuran dan perilaku kooperatif antar-manusia berdasarkan norma yang mereka anut bersama. Pendidikan yang mendapat tingkat kepercayaan (trust) tertinggi warga negara pasti  akan mengurangi biaya (cost), menciptakan penghematan (efficiency) lalu pada akhirnya membentuk kemakmuran (prosperity). Pada intinya, konsep “Neo-Tarbiyah” adalah upaya saya menjembatani polemik antara struktur (kubu idealis) dan agensi (kubu realis) melalui perspektif strukturasi Giddens (1984). Neo-Tarbiyah tidak hanya menjawab mengapa masyarakat terbentuk melainkan  apa yang membuat mereka tetap terikat di dalamnya. Neo-Tarbiyah tidak hanya membuat ajaran agama konsisten tapi juga relevan.

Memperkuat Stabilitas Institusi

Jika pertanyaan awal di atas adalah apa yang dipertaruhkan agama, maka jawabannya ialah “personal branding”. Aspek ini merupakan persepsi publik terhadap keahlian, nilai dan kepribadian kita sehingga orang lain memandang institusi tarbiyah sebagai merek yang marketable. Oleh sebab itu, upaya memperkuat stabilitas institusi adalah  harga mati. Status akreditasi yang kita peroleh jangan sampai hanya  karena rasa belas kasihan atau  sogokan, namun harus dicapai melalui keluasan intelektual, kecanggihan manajerial hingga kepiawaian finansial. Sayangnya, saya melihat masih ada segelintir generasi tua yang setengah hati dalam mengurus nasib institusi ini. Kadang-kadang tenaga mereka mulai cepat loyo hingga mengalami kelelahan berpikir. Meski sering ‘batuk-batuk’, mereka terus memaksakan diri untuk memimpin dengan jurus dewa mabuk.  Akhirnya, banyak program kerja yang penuh sensasi namun sebetulnya miskin substansi. Masalah inkompentensi lahir ketika mayoritas memilih untuk diam (silent majority) dan pimpinannya terlalu banyak berkompromi karena tak bernyali. Akar objektif dari ketakutan adalah ketidaktahuan. Manusia tidak tahu sebab dia tidak sadar. Dan ketidaksadaran muncul kerena dirinya terhalang untuk mengenali realitas. Padahal, ketika kubu koalisi versus oposisi terlibat dalam pertengkaran pikiran, maka  institusi kita akan terus bertumbuh dan bukan sekadar membengkak.

Tugas para dosen memang  harus menciptakan perdebatan yang paling keras agar bisa menghasilkan kesimpulan yang paling bersih. Hanya dengan habit seperti itu, kebijakan akan menjadi kebajikan. Pada titik ini, keterampilan berfilsafat (philosophical skills) menjadi mutlak perlu. Argumen-argumen kritis selalu bermula dari pandangan-pandangan yang filosofis. Sebagai penutup, rasa-rasanya hari ini kita perlu mempelajari kembali bagaimana Roosevelt dan Obama mereformasi akses pendidikan pelajar di Amerika, bagaimana Deng Xiaoping merenovasi kreativitas murid di China atau bagaimana Lee Kuan Yew mengakselerasi bakat siswa di Singapura. Jika miskin ide, jangan malu meniru ide orang lain. Jika tidak punya otak, jangan malu  meminjam otak orang lain. Gengsi adalah sumber kehancuran birokrasi. Tanpa formula seperti ini, maka produk tarbiyah hanya akan menjadi guru-guru berkepala batu granit yang dijauhi konsumen. Jangan sampai  institusi tarbiyah menjadi sarang status quo, feodalisme dan hedonisme. Institusi tarbiyah mesti menjadi markas para pemikir, paedagog serta aktivis yang hidup dengan nilai-nilai humanisme, egalitarianisme dan kezuhudan. Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

  • Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Gorontalo melakukan re-assesment reviu kelas terhadap delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah provinsi tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan delapan direktur rumah sakit terkait penyesuaian kelas rumah sakit tahun 2025. Pelaksanaan re-assesment ini disampaikan oleh Kepala […]

  • UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pernyataan sikap resmi merespons perkembangan mutakhir praktik berbangsa dananiro, Selasa (3/3/2026). Pernyataan tersebut ditandatangani Rektor UII, Fathul Wahid, atas nama warga kampus. Dalam dokumen yang dirilis di Yogyakarta bertepatan dengan 一级ramadan 1447 H, UII menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai belum menunjukkan ketegasan memadai dalam menyikapi serangan […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Membaca Ketegangan Agama, Kesehatan Modern, Dan Pengobatan Tradisional dengan perspektif Moderasi Beragama. Mungkinkah gagasan moderasi beragama digunakan untuk membaca ilmu kesehatan? Saya menjawabnya, mungkin. Dengan segala kehati-hatian agar tidak terkesan memaksakan. Ruang perjumpaan agama dan ilmu kesehatan adalah tubuh. Sebagaimana ilmu kesahatan, agama juga berbicara tentang tubuh. Bagaimana tubuh dirawat, disembuhkan, dilindungi, bahkan dimuliakan. Tubuh […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

expand_less