Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua, pragmatisme adalah kondisi dimana manusia diajarkan untuk selalu beradaptasi dengan teknologi, berorientasi pada materi, terintegrasi dengan moral dan memelihara pola komunikasi dengan nilai deliberatif. Kurang lebih, inilah kerangka Parsonian. Ketiga, kepercayaan merupakan penekanan terhadap keteraturan, kejujuran dan perilaku kooperatif antar-manusia berdasarkan norma yang mereka anut bersama. Pendidikan yang mendapat tingkat kepercayaan (trust) tertinggi warga negara pasti  akan mengurangi biaya (cost), menciptakan penghematan (efficiency) lalu pada akhirnya membentuk kemakmuran (prosperity). Pada intinya, konsep “Neo-Tarbiyah” adalah upaya saya menjembatani polemik antara struktur (kubu idealis) dan agensi (kubu realis) melalui perspektif strukturasi Giddens (1984). Neo-Tarbiyah tidak hanya menjawab mengapa masyarakat terbentuk melainkan  apa yang membuat mereka tetap terikat di dalamnya. Neo-Tarbiyah tidak hanya membuat ajaran agama konsisten tapi juga relevan.

Memperkuat Stabilitas Institusi

Jika pertanyaan awal di atas adalah apa yang dipertaruhkan agama, maka jawabannya ialah “personal branding”. Aspek ini merupakan persepsi publik terhadap keahlian, nilai dan kepribadian kita sehingga orang lain memandang institusi tarbiyah sebagai merek yang marketable. Oleh sebab itu, upaya memperkuat stabilitas institusi adalah  harga mati. Status akreditasi yang kita peroleh jangan sampai hanya  karena rasa belas kasihan atau  sogokan, namun harus dicapai melalui keluasan intelektual, kecanggihan manajerial hingga kepiawaian finansial. Sayangnya, saya melihat masih ada segelintir generasi tua yang setengah hati dalam mengurus nasib institusi ini. Kadang-kadang tenaga mereka mulai cepat loyo hingga mengalami kelelahan berpikir. Meski sering ‘batuk-batuk’, mereka terus memaksakan diri untuk memimpin dengan jurus dewa mabuk.  Akhirnya, banyak program kerja yang penuh sensasi namun sebetulnya miskin substansi. Masalah inkompentensi lahir ketika mayoritas memilih untuk diam (silent majority) dan pimpinannya terlalu banyak berkompromi karena tak bernyali. Akar objektif dari ketakutan adalah ketidaktahuan. Manusia tidak tahu sebab dia tidak sadar. Dan ketidaksadaran muncul kerena dirinya terhalang untuk mengenali realitas. Padahal, ketika kubu koalisi versus oposisi terlibat dalam pertengkaran pikiran, maka  institusi kita akan terus bertumbuh dan bukan sekadar membengkak.

Tugas para dosen memang  harus menciptakan perdebatan yang paling keras agar bisa menghasilkan kesimpulan yang paling bersih. Hanya dengan habit seperti itu, kebijakan akan menjadi kebajikan. Pada titik ini, keterampilan berfilsafat (philosophical skills) menjadi mutlak perlu. Argumen-argumen kritis selalu bermula dari pandangan-pandangan yang filosofis. Sebagai penutup, rasa-rasanya hari ini kita perlu mempelajari kembali bagaimana Roosevelt dan Obama mereformasi akses pendidikan pelajar di Amerika, bagaimana Deng Xiaoping merenovasi kreativitas murid di China atau bagaimana Lee Kuan Yew mengakselerasi bakat siswa di Singapura. Jika miskin ide, jangan malu meniru ide orang lain. Jika tidak punya otak, jangan malu  meminjam otak orang lain. Gengsi adalah sumber kehancuran birokrasi. Tanpa formula seperti ini, maka produk tarbiyah hanya akan menjadi guru-guru berkepala batu granit yang dijauhi konsumen. Jangan sampai  institusi tarbiyah menjadi sarang status quo, feodalisme dan hedonisme. Institusi tarbiyah mesti menjadi markas para pemikir, paedagog serta aktivis yang hidup dengan nilai-nilai humanisme, egalitarianisme dan kezuhudan. Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    nulondalo. com –  Sebuah perahu penumpang bernama Alisa yang mengangkut ratusan warga Talise nyaris tenggelam di perairan dekat Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026). Insiden tersebut terjadi saat kapal sedang dalam perjalanan dari Dermaga Likupang 2 menuju Pulau Talise. Menurut keterangan pemerintah desa setempat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan […]

  • JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pengembangan amal usaha berbasis konsep OPOP (One Pesantren One Product). Menurutnya, kekuatan ekonomi akan menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan organisasi. Sementara itu, Gubernur Gorontalo melalui sambutan yang disampaikan oleh staf ahli, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Pemerintah daerah, kata dia, mendukung […]

  • Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

    Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    (Kader PMII dan Pembina GUSDURian Ternate). Fenomena alam harus dikaji secara mendalam karena memiliki asbab (akibat) dari terjadinya sesuatu, konstruksi makna menggunakan pendekatan hermeneutika memiliki banyak perspektif. Pertama, Ada yang menilai bahwa bencana alam adalah sebuah realitas yang alami dan merupakan hukum alam. Kedua, ada juga yang berpandangan bahwa tidak semua kejadian alam (bencana alam) […]

  • Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Pada masa awal Islam, Masjid Nabawi belum memiliki penerangan pada malam hari. Jika malam tiba, masjid menjadi gelap. Orang-orang yang ingin beribadah setelah Isya harus melakukannya dalam cahaya yang sangat terbatas. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tempat ibadah di wilayah Syam yang telah menggunakan lampu minyak untuk penerangan malam. Tamim al-Dari melihat keadaan itu. Ia kemudian […]

  • Siswa SMA Negeri 1 Mananggu Galang Dana Bantu Korban Kebakaran di Desa Buti

    Siswa SMA Negeri 1 Mananggu Galang Dana Bantu Korban Kebakaran di Desa Buti

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-MANANGGU- Siswa yang tergabung dalam tiga organisasi sekolah, yakni Pramuka, OSIS, dan ROHIS, SMA Negeri 1 Mananggu, melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran rumah di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Selasa (18/8/26). Pembina OSIS SMA Negeri 1 Mananggu, Kasim Dihuma, mengungkapkan bahwa siswa yang tergabung dalam tiga organisasi tersebut dibagi menjadi beberapa […]

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Masalahnya, kita seringkali lebih rajin membuat jurnal umum daripada jurnal penutup. Tiap hari kita catat dosa dengan rapi: marah pagi, gibah siang, iri sore, dan mungkin sedikit riya di malam hari. Semua tercatat, bahkan tanpa perlu software akuntansi. Ironisnya, kita jarang sekali melakukan closing. Seolah-olah kita ini perusahaan yang tidak pernah tutup buku, padahal umur […]

expand_less