Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, MANADO – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado bersama Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menggelar bedah buku Muslim Ahmadiyah di Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan dan Kerja Kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Ahmadiyah di Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Torang Samua Basudara: Merajut Kebersamaan dan Menjaga Damai Lewat Aksi Kemanusiaan Lintas Iman” itu menjadi ruang dialog mengenai kontribusi Ahmadiyah dalam kehidupan kebangsaan, kemanusiaan, dan penguatan toleransi antarumat beragama.

Hadir sebagai pembicara kunci Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid. Sementara para pembedah buku terdiri dari aktivis perempuan Sulawesi Utara Pdt. Ruth Ketsia Wangkai, Penghayat Kepercayaan Laroma Iswan Sual, serta akademisi IAIN Manado, Taufani. Adapun penanggap dalam kegiatan tersebut adalah akademisi IAKN Manado Denny Pinontoan dan Rohit dari IAIN Manado.

Wakil Dekan I Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Manado, Agus Marulitua Marpaung, menyampaikan apresiasi kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada IAKN Manado sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi dan dialog lintas iman dapat terus terjalin demi memperkuat kehidupan berbangsa yang damai dan inklusif.

“Kita boleh berbeda, tetapi kita dipersatukan oleh semangat kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Agus.

Dalam pidato kuncinya, Zaki Firdaus Syahid menjelaskan bahwa Ahmadiyah selama ini berupaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Menurutnya, kontribusi Ahmadiyah diwujudkan melalui pembangunan sekolah formal dan nonformal, rumah sakit, klinik kesehatan, serta berbagai program sosial kemanusiaan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Baru siang tadi, beredar flyer podcast dengan judul “Meluruskan Tradisi Perayaan Ketupatan” yang diselenggarakan oleh Mimoza Podcast Gorontalo via Whatsapp. Podcast itu menghadirkan Ust. Ishak Bakari, ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo sebagai narasumber kunci dan dimoderatori langsung oleh Nurhadi Taha. Ketika melihatnya saya kaget bukan main. Judul podcast ini provokatif: kata awal […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Firman Dauda
    • visibility 468
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Sulteng – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PT Pantas Indomining berlangsung alot. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi tegas menyangkut sengketa lahan, dugaan kriminalisasi warga, hingga persoalan dokumen perizinan perusahaan. Dalam forum itu, DPRD menyoroti aktivitas pertambangan […]

  • Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau […]

  • Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – Satu periode membersamai KH Yahya Cholil Staquf dalam kepengurusan PBNU 2022–2026 memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi saya. Tentu setiap masa kepemimpinan memiliki dinamika, tantangan, kekurangan, sekaligus capaian yang kelak akan dinilai secara lebih jernih oleh sejarah. Namun, ada satu hal yang sejak awal saya tangkap dari Gus Yahya: kesadarannya bahwa Nahdlatul Ulama […]

expand_less