Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kapolda dan PWNU Gorontalo Perkuat Sinergi Ulama-Santri Jaga Kamtibmas

  • account_circle Ikbal Kau
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, GORONTALO – Polda Gorontalo dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi antara kepolisian, ulama, santri, dan organisasi keagamaan untuk menjaga persatuan bangsa serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Komitmen tersebut mengemuka dalam resepsi peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar melalui kerja sama Polda Gorontalo dan PWNU Gorontalo di Markas Polda Gorontalo, Kamis (22/10/2026), pukul 19.00 WITA.

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., dalam sambutannya menegaskan bahwa ulama dan santri memiliki peran strategis dalam merawat persatuan, membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan bangsa, terutama melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang dipelopori Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Sejarah tersebut menunjukkan peran penting pesantren dan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolda juga menekankan nilai hubbul wathan minal iman, yakni semangat mencintai tanah air, yang menjadi salah satu nilai penting dalam tradisi pesantren dan kehidupan kebangsaan.

Mapolda sebagai Ruang Dialog dan Kolaborasi

Ketua PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Gorontalo dalam penyelenggaraan resepsi Hari Santri Nasional 2026.

Ia menilai pemilihan Mapolda Gorontalo sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis, yakni memperkuat keterbukaan dan komunikasi antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

Menurut Ibrahim, markas kepolisian tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga perlu menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, dan membangun kerja sama demi kepentingan bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan Polri, Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan kepercayaan, komunikasi, dan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan.

Mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, Ibrahim mengingatkan bahwa tradisi pesantren memiliki nilai yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial.

Nilai tawassuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan penting dalam memperkuat moderasi beragama, mencegah intoleransi, dan merawat persaudaraan di tengah keberagaman.

Polri Kedepankan Pendekatan Humanis

Kapolda Gorontalo menegaskan bahwa pemeliharaan kamtibmas tidak cukup mengandalkan kewenangan dan penegakan hukum. Keamanan yang berkelanjutan juga membutuhkan kedekatan dengan masyarakat, dialog, kepercayaan, serta keterlibatan berbagai unsur sosial.

Organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan tokoh lintas agama dinilai memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan lingkungan permukiman.

Melalui kemitraan tersebut, berbagai potensi persoalan, seperti provokasi bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), gesekan sosial, intoleransi, serta penyebaran paham kekerasan, diharapkan dapat dikenali dan dicegah sejak dini.

Kapolda mengapresiasi kontribusi PWNU Gorontalo dalam memperkuat komunikasi antara kepolisian dan komunitas keagamaan. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai pijakan dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Sementara itu, Ibrahim secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Gorontalo beserta jajarannya yang dinilai telah menjembatani komunikasi antara PWNU dan kepolisian sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun terus dikembangkan menjadi kemitraan berkelanjutan, dengan tetap menghormati tugas, peran, dan kewenangan masing-masing pihak.

PWNU Dorong Forum Organisasi Keagamaan

Dalam sambutannya, Ibrahim juga mengangkat gagasan pembentukan Forum Organisasi Keagamaan yang terintegrasi dengan institusi kepolisian untuk memperkuat koordinasi lintas organisasi dan lintas agama.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi untuk mengenali potensi konflik sosial, memperkuat upaya pencegahan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan pendekatan yang mengedepankan persaudaraan.

Menurut Ibrahim, jaringan organisasi keagamaan yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dapat berkontribusi dalam mendeteksi persoalan sosial sejak dini dan membantu mencegah berkembangnya konflik.

Gagasan tersebut juga dikaitkan dengan falsafah Gorontalo, Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah, yang mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai agama, dan kehidupan sosial masyarakat.

Pelaksanaan gagasan forum itu memerlukan koordinasi lebih lanjut agar mekanisme kerja dan peran setiap pihak dapat dirumuskan secara jelas.

Sinergi Harus Berujung pada Kerja Nyata

Kapolda meminta seluruh jajaran Polda Gorontalo, termasuk para Kapolres dan Bhabinkamtibmas, memperkuat komunikasi serta kolaborasi dengan organisasi keagamaan dan pondok pesantren.

Ia menekankan bahwa kemitraan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan berhenti pada kegiatan seremonial. Kepolisian diharapkan membuka ruang dialog, mendengarkan masukan, dan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dalam menangani persoalan di lingkungan masing-masing.

Kepada para santri, Kapolda berpesan agar terus belajar, menjaga akhlak, merawat tradisi keilmuan, serta mengambil peran sebagai agen perdamaian, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

Bagi PWNU Gorontalo, sinergi ulama dan umara merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat yang damai. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip ta’awun, yakni saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Polda dan PWNU Gorontalo berharap kolaborasi antara kepolisian, ulama, santri, organisasi keagamaan, dan masyarakat semakin kuat demi mewujudkan Gorontalo yang aman, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

  • Penulis: Ikbal Kau
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merayakan Kemerdekaan dalam Bayang Disparitas

    Merayakan Kemerdekaan dalam Bayang Disparitas

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Setiap Agustus, kita seperti punya kebiasaan yang sama: mengecat ulang kampung, memasang bendera, menyalakan lagu-lagu perjuangan, lalu sibuk mengingatkan satu sama lain bahwa kita pernah merdeka. Anak-anak berlarian mengejar hadiah lomba, ibu-ibu menyiapkan acara kampung, pemuda sibuk memasang umbul-umbul, dan para pejabat bergantian bicara tentang persatuan. Semuanya terasa akrab karena memang sudah kita lakukan bertahun-tahun. […]

  • Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Siti Sara Malase
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Penulis : Siti Sara Malase Demokrasi merupakan salah satu sistem pemerintahan yang paling banyak diadopsi di dunia modern. Sejak akhir Perang Dingin, demokrasi menjadi standar legitimasi politik bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Secara konseptual, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, dalam praktiknya, demokrasi kerap mengalami penyempitan makna dengan direduksi […]

  • Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    nulondalo.com –Pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai mekanisme perdamaian dan rekonstruksi Gaza menuai kritik tajam dari kalangan akademisi dan intelektual Indonesia. Lembaga yang diklaim sebagai terobosan perdamaian global itu dinilai justru mengabaikan prinsip keadilan, hukum internasional, serta keterlibatan substantif rakyat Palestina sebagai pihak paling terdampak konflik. Kritik keras salah […]

  • RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gedung Nusantara DPR RI kembali menjadi ruang perdebatan gagasan antara kalangan aktivis muda dan para legislator. Merespons wacana revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri), tiga organisasi yang tergabung dalam “Trisula Pergerakan” yakni Pemuda Nusantara Ilmiah (PENSIL), Badan Riset Intelektual Mahasantri (BRIM), dan Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) menggelar audiensi dengan Komisi […]

  • Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Krisis ekologi di Indonesia semakin menuntut hadirnya kesadaran lingkungan yang tidak hanya berhenti pada kampanye dan slogan. Pendidikan ekologis perlu dikemas dengan pendekatan yang dekat, praktis, dan menyenangkan, terutama ketika menyasar anak-anak, remaja, santri, hingga masyarakat luas. Semangat itulah yang dibawa dalam rangkaian Festival JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) […]

  • MUI Gorontalo Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2025–2030

    MUI Gorontalo Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2025–2030

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dan dihadiri para tokoh agama, pejabat pemerintah, serta perwakilan ormas Islam se-Provinsi Gorontalo. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, […]

expand_less