Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU dan Polri Siapkan Kerja Sama Strategis untuk Pembinaan Generasi Muda

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berencana memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta membina generasi muda. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dengan jajaran PBNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

 

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyambut langsung kunjungan Kapolri bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Dalam pertemuan itu, Gus Kikin didampingi Katib Aam PBNU Prof. KH Muhammad Nuh dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Gudfan Arif.

Sementara itu, Kapolri hadir bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Rudi Darmoko, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir, serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Muhammad Nazly Harahap.

Kedua pihak membahas rencana penguatan sinergi melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Salah satu fokusnya adalah pembinaan generasi muda melalui kolaborasi antara kepolisian, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Gus Kikin mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen NU sejak didirikan, yakni berkhidmat kepada masyarakat. Menurutnya, kehidupan beragama dan pelaksanaan ibadah yang baik membutuhkan lingkungan yang aman dan tertib.

“Ini karena sesuai dengan apa yang diamanahkan Nahdlatul Ulama, mulai dari NU itu didirikan, itu pesannya adalah kita berkhidmat untuk masyarakat, supaya masyarakatnya itu tetap di dalam keimanan yang baik, tetap ibadah yang baik, dan itu butuh ketertiban,” ujarnya, dikutip dari laman nu online, Kamis (29/10/2026)

Ia menilai NU dan Polri memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, kolaborasi perlu diperkuat, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dalam membina generasi muda.

“Kita butuh untuk sama-sama membina, utamanya adalah anak-anak muda dan anak-anak kita yang menjadi generasi penerus bangsa ini,” kata Gus Kikin.

Gus Kikin berharap sinergi PBNU dan Polri dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang semakin harmonis dan aman. Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat mulai berjalan paling lambat pada 2027 sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kapolri: Sinergi NU dan Polri Perlu Diperkuat

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, kunjungannya ke PBNU merupakan bagian dari silaturahmi setelah dirinya menjabat sebagai pimpinan Polri. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas.

Menurut Suyudi, tugas Polri dalam memelihara keamanan memiliki irisan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar yang dijalankan NU, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

“Kami hadir ke sini dalam rangka silaturahmi. Sebagai pimpinan Polri yang baru, kami bersilaturahmi, berdiskusi, dan juga banyak hal yang kita bahas kaitannya dengan bagaimana kita menjaga harkamtibmas sesuai dengan tugas kita yang hampir beririsan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar,” ujar Suyudi.

Ia mengapresiasi dukungan NU terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah terjalin hingga tingkat bawah, termasuk antara kepolisian sektor dan pengurus NU di tingkat ranting.

Suyudi berharap kerja sama tersebut semakin diperkuat melalui MoU dan PKS yang akan menjadi landasan pelaksanaan program bersama di lapangan.

“Sehingga apa yang menjadi program-program Polri itu bisa sinergis berjalan dengan NU di lapangan. Sehingga kita bisa bersama-sama turun ke masyarakat,” katanya.

Pembinaan Generasi Muda Jadi Prioritas

Salah satu perhatian utama dalam rencana kerja sama PBNU dan Polri adalah pembinaan generasi muda. Suyudi menilai anak muda merupakan aset bangsa yang perlu dijaga dan didampingi di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan aparat keamanan.

“Kita punya PR besar karena anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa, aset bangsa yang harus kita jaga, kita rawat, sehingga jangan sampai salah kita membina anak-anak kita karena dinamika kamtibmas begitu tinggi, perkembangan teknologi begitu cepat,” paparnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan agar generasi muda mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijak dan tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak kita salah di dalam bersikap, terutama menghadapi persoalan-persoalan, ya, hal-hal yang mungkin bisa berdampak kepada anak-anak kita karena bagaimana dinamika itu senantiasa terjadi,” tandasnya.

Rencana kerja sama ini diharapkan memperkuat peran NU dan Polri dalam membangun ketahanan sosial, menjaga kerukunan, serta memberikan pendampingan kepada generasi muda. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak menargetkan program pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau hingga tingkat akar rumput.

Meski demikian, pelaksanaan program bersama masih menunggu pembahasan dan penyusunan MoU serta PKS sebagai landasan kerja sama kedua institusi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

  • Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nuruma banyal
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Selama hampir satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Capaian ini sering dijadikan simbol keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Ketepatan waktu penyampaian laporan pun semakin memperkuat kesan bahwa akuntabilitas fiskal berjalan dengan baik. Namun, di balik capaian tersebut, berbagai kritik terhadap kebijakan anggaran tetap bermunculan—mulai dari […]

  • Diduga Gunakan Material Tambang Ilegal, Proyek Perumahan Jingga Land di Maros Disorot, APH Diminta Usut Tuntas

    Diduga Gunakan Material Tambang Ilegal, Proyek Perumahan Jingga Land di Maros Disorot, APH Diminta Usut Tuntas

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Aktivitas penimbunan pada proyek pembangunan Perumahan Jingga Land yang berlokasi di Dusun Palisi, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik. Proyek tersebut diduga menggunakan material tanah uruk yang berasal dari aktivitas tambang galian C yang belum memiliki izin resmi. Dugaan tersebut mencuat setelah tim media melakukan investigasi langsung […]

  • Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Julman Hente
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Oleh: Julman Hente, SH., MH (Penulis) Demokrasi kita hari ini seperti pohon yang tumbuh tanpa akar. Tampak hijau di permukaan, penuh daun dan ranting yang menjulang, tetapi mudah roboh ketika angin kencang datang. Ia berdiri di atas tanah yang semakin rapuh, tanah yang terus terkikis oleh keputusan-keputusan yang mengatasnamakan rakyat tetapi mengkhianati bumi tempat rakyat […]

  • Ketua DPD Perjosi Maros Soroti Larangan Wartawan Membawa Handphone di Kejari: “Tunjukkan Regulasinya!”

    Ketua DPD Perjosi Maros Soroti Larangan Wartawan Membawa Handphone di Kejari: “Tunjukkan Regulasinya!”

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros — Ketua DPD Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) Kabupaten Maros, Talla, menyoroti Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros terkait larangan membawa HP Android ketika ingin bertemu dengan siapa saja di Kejaksaan. “Ini yang perlu kita perjelas, kenapa pihak Kejaksaan selalu meminta agar alat kerja jurnalistik, HP Android, selalu diminta dititip terlebih dahulu baru bisa masuk ke ruangan, […]

  • Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kalau Anda bertanya kepada seorang muslim, apakah ia punya niatan naik haji, maka dari  jutaaan mereka nyaris punya jawaban yang sama, “ingin berhaji melengkapi rukun Islam kelima. Saya pun adalah satu dari sekian banyak umat Islam yang selalu mengharu-birukan doa untuk mendapat undangan Sang Khaliq ke Rumah-Nya yang suci itu. Naik haji ke Baitullah (Makkah […]

expand_less